Archive for Agustus, 2010


Roman Datang

MALANG-Playmaker Arema Roman Cmhelo akhirnya bergabung dengan skuadnya di Bhumi Arema, kemarin. Mantan FK DAC 1904 Dunajská Streda Slovakia itu mengaku gembira akhirnya tiba di Malang. Dia menjalani penerbangan selama lebih dari 20 jam untuk tiba di kota Singo Edan ini.
Dengan tibanya Roman, kini tinggal satu pemain asing yang belum tiba. Yakni, Noh Alam Shah. Pemain timnas Singapura itu datang paling akhir karena harus menjalankan ibadah umrah. Tiga pemain asing lainnya masing-masing Esteban Guillen, M Ridhuan dan Pierre Njanka sudah tiba terlebih dahulu.
Kepada Malang Post, Roman mengabarkan bahwa kondisinya baik-baik saja. Sudah pasti, dia akan mengalami gangguan tidur selama beberapa hari akibat jetlag. Dia belum bisa berbicara banyak mengenai tim karena tak tahu lebih banyak perkembangan Arema Indonesia. Baca lebih lanjut

Iklan

Dikirim oleh Aji Bayu
Aremania Generasi Anti Rasis (GARASI) dan Aremania Korwil Facebook (AKFB) mempersembahkan sebuah event “CAHAYA SERIBU LILIN “ABADI” UNTUK AREMAKU”. Ini merupakan sebuah event yang multifungsi untuk tim AREMA INDONESIA, seluruh Aremania & Aremanita.

Baca lebih lanjut

Hot Comment

Saleh Ismail Mukadar :Bonex Sayang Atau tidak Kepada Persebaya

kembali dirundung kekhawatiran atas ulah suporternya. Kali ini sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengusik benak para pengurus. Itu menyusul nyanyi­an pendukung Persebaya yang menyudutkan suporter tim lain dalam laga melawan Persela di Gelora 10 Nopember kemarin (21/3). Sebenarnya, aksi kurang simpatik pendukung Persebaya tersebut sudah terdengar sebelum pertandingan.

Kondisi itu memancing Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar berbicara lewat pengeras suara. Dia berusaha mengingatkan para suporter. “Kita sering mendapatkan denda. Kita tidak ingin terkena sanksi itu lagi. Jadi, tolong jangan memaki tim lain,” kata Saleh. Sayang, imbauan tersebut tidak mengubah keadaan. Para suporter tetap menyanyikan lagu-lagu bernada ejekan.

Padahal, sebelum Saleh berbicara, berkali-kali pembaca acara Supangat mengingatkan suporter untuk berhenti menghina suporter atau tim lain. “Biarlah yang lain mengatakan kita kurang baik. Yang penting, di sini arek Suroboyo mampu membuktikan sebagai pendukung yang baik,” ujar Supangat.

Namun, selama pertandingan, mereka mengumpat tim dan suporter lain. Pada akhir pertandingan, Saleh mengeluh. Dia mempertanyakan kepedulian pendukung Persebaya kepada tim. “Mereka sayang atau tidak sih? Kalau sayang, masak mereka melakukan cara seperti itu (nyanyian rasis, Red),” tutur dia.

Koordinator Yayasan Suporter Persebaya Imron menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah berdiskusi. Dalam diskusi yang melibatkan Ketua YSS Wastomi Suheri, dirigen Hamim, serta beberapa koordinator lain, disepakati bahwa nyanyian rasis harus diakhiri.

“Tapi, nyanyian itu berasal dari bawah, bukan para koordinator,” tuturnya. Dia menyatakan, sang dirigen terus berupaya mengajak suporter Persebaya menyanyikan lagu-lagu bertema fair.

Sumber :  malangsoccernews.web.id

Bersatulah Supporter Indonesia

Supporter – Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa adanya supporter, persepakbolaan manapun takkan pernah bisa untuk maju. Begitupun di Indonesia, dengan tanpa adanya dukungan dari supporter, wajah persepakbolaan Nasional takkan menarik. Meskipun begitu, yang terjadi di Indonesia justru sebaliknya. Supporter klub-klub di Indonesia terkesan lebih banyak menimbulkan dan membawa dampak ke arah negatif ketimbang ke arah positifnya terhadap prestasi sepakbola Nasional. Memang, permasalahan supporter bukanlah satu-satunya penyebab kurang berkembangnya persepakbolaan dalam negeri. Kurangnya pembinaan terhadap para pemain muda lokal, kepengurusan PSSI yang dinilai kurang optimal, fasilitas sarana dan prasarana yang kurang memadai pun serta merta menjadi faktor penyebabnya.

Tapi dalam tulisan ini gw hanya menekankan tentang permasalahan supporter, karena itulah ruang lingkup gw sebagai supporter. Sepakbola takkan pernah dapat lepas dari yang namanya supporter. Gw sebagai pecinta sepakbola Nasional, sangatlah prihatin dengan kondisi persepakbolaan Indonesia yang tak kunjung membaik serta mendapatkan prestasi dalam kancah Asia maupun Internasional. Gw pun sangat sedih dan miris melihat, mendengar dan menyaksikan permasalah supporter klub-klub di Indonesia yang makin tahun makin memburuk.

Baca lebih lanjut

TIGA TAHUN LALU.dilantai 33 Shin Yokohama Prince Hotels Yokohama Jepang.Dua cangkir kopo do ayas meja bulat, masih mengepulkan asap.Sementara dibawah kerlip lampu kota yang dipadu dengan lampu mobil, membuat pemandangan sangat indah.Khas sebuah kota megapolitan

Dari arah jendela yang sengaja saya buka,saya menikmati betul pemandangan itu.Sedang datu pria yang duduk tepat di depan saya,masih asyik dengan keseriusannya baca sebuah website di laptop. “Kita tetap menjadi Underdog.Tidak apa-apa.Kita tetap FIGHT.meski kita tidak punya pemain pengganti.Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Terpenting tampil ALL OUT.”

Baca lebih lanjut

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Selection akan berhadapan dengan tim kuat Persema Malang dalam laga perdana Grup 2 Liga Jatim IX 2010, Sabtu (21/8/2010) besok malam. Dalam pertandingan yang dilakukan di stadion Gelora Delta, Sidoarjo ini, Bajul Ijo mengandalkan tim ‘seadanya’.

Jika dibandingkan dengan kekuatan Persema musim ini,  Bajul Ijo tertinggal jauh. Anak buah Timo Scheunemann sudah mendatangkan pemain muda blesteran, Kim Kurniawan dan Irfan Bachdim. Selain itu, Laskar Ken Arok juga mendatangkan Daniel Jules Oscar Wansi dan Guy Bertrand Ngon. Dua pemain asing yang terbukti kualitasnya di kancah eropa.

Lalu bagaimana dengan Persebaya. Sejauh ini tim asal Kota Pahlawan masih bermasalah dengan pendanaan. Gaji dan 25 persen sisa kontrak masih belum mereka lunasi. Alhasil, untuk bermain di Liga Jatim, mereka menggunakan pemain acak-acakan, yakni gabungan dari Persebaya senior, U-21 dan Surabaya Muda.

Pelatih sementara, Ahmad Rosyidin mengakii jika di atas kertas tim ‘Persebaya dadakan’ ini jauh di bawah Persema Malang. Apalagi persiapan timnya sangat mepet. “Kita hanya punya tiga hari untuk mempersiapkan tim,” kata Ahmad. Latihan perdana memang dimulai, Rabu (18/8/2010) kemarin lusa.

Meski kalah kelas tapi Ahmad tidak ingin timnya menyerah begitu saja. Sebab ia percaya timnya masih punya peluang, paling tidak untuk menyulitkan tim kebanggan Ngalamania ini. Apalagi ia sudha punya modal berharga, yakni semangat para punggawa mudanya, seperti Miko Ardiyanto dan Nur Mufid Fasta.

Pasukan Muda ini akan dikombinasikan dengan pemain senior macam, Mat Halil, Lucky Wahyu, Sunaji dan Endra Prasetya. “Meski tidak ada target, kami akan berikan kemampuan maksimal,” tutup Ahmad.

Satu posisi di skuad Arema musim depan sudah terisi, yakni penjaga gawang. Achmad “AK” Kurniawan kembali akan menjadi pemain yang berdiri di antara tiang gawang Arema musim depan setelah deal kontrak dengan Singo Edan.

Komplet : Kuota Kiper Arema telah terisi setelah bergabungnya AK

Baca lebih lanjut

MALANG- Status 24 pemain Arema yang telah tanda tangan nota kesepahaman ternyata belum sepenuhnya aman. Terbukti, setelah sebelumnya Rahmad Afandi ikut bergabung latihan dengan Persib Bandung, giliran tim berjuluk Maung Bandung ini memburu Zulkifli.
Bahkan informasinya, wing back kanan Arema ini dikabarkan bakal teken kontrak dengan Persib hari ini. Zulkifli saat dihubungi Malang Post pun tak membantah bahwa dirinya menjadi salah satu pemain incaran Persib.
“Ya memang benar mas, pengurus Persib terus menghubungi saya, bahkan sampai malam ini, mereka terus menelpon saya. Menurut rencana mereka, memang besok mau ada tanda tangan kontrak, tapi saya belum memberikan jawaban iya,” ungkap Zulkifli, tadi malam.
Pemain asal Makassar ini meyakinkan bahwa dirinya ingin tetap membela Arema untuk musim depan. Itu setelah dirinya dihubungi oleh pengurus Arema dan mendapatkan penjelasan perihal masa depan Singo Edan. Baca lebih lanjut