KEPANJEN –  Kemenangan Arema atas Persib Bandung kemarin sore, ternyata memecahkan banyak ‘rekor’. Tentunya selain sukses Arema mengamankan tiga poin di laga kandang.
‘Rekor’ pertama yang pecah adalah dua gol yang dicetak Noh Alam Shah. Kapten tim Arema ini terakhir mencetak gol saat Arema mengalahkan Bontang FC, 20 Oktober 2010 lalu. Itu berarti selama 16 laga tanpa gol, baru di laga ke 17, Along bisa mencetak dua gol.
Kedua, kemenangan atas Persib sore kemarin, mematahkan rekor enam kali pertemuan tak pernah menang. Terakhir Arema menang lawan Persib di kancah divisi utama pada 29 Mei 2006 lalu. Meski diantara kurun waktu itu, Arema pernah menang 3-0 lawan Persib, tapi di ajang Piala Indonesia. ’Rekor’ ketiga yang dicatat Arema adalah berhasil mematahkan rekor tak pernah menang dalam enam laga terakhir. Baik di ajang ISL maupun LCA.
Sementara rekor terakhir yang dipatahkan Arema sore kemarin adalah, rekor mendapatkan kartu kuning terbanyak sepanjang ISL musim 2010-2011 digelar. Enam kartu kuning diberikan wasit Jimmy Napitupulu.
Tak urung, sukses itu benar-benar disyukuri skuad Singo Edan. Sekaligus memberikan kado manis bagi publik Kota Malang yang merayakan hari jadi kota mereka ke-97.
Tiga angka diraih lewat kemenangan 2-0 (1-0) atas Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan sore kemarin, sekaligus mengerek posisi Arema ke urutan empat klasemen sementara dengan raihan 32 poin.
Bagi Along sendiri, laga itu sangat istimewa, sekaligus menjadi momen kebangkitan. Bomber kelahiran 3 September 1980 itu mengakhiri puasa golnya selama 16 pertandingan terakhir Arema di ajang Indonesia Super league (ISL) musim ini.
’’Ini pertandingan yang istimewa. Benar-benar super. Dalam kondisi yang tidak terlalu bagus, tapi kami bisa memenangkan pertandingan ini,’’ ujar Along usai laga.
Sejak awal laga, kedua tim tampak agresif memburu gol cepat sejak menit-menit awal. Tak heran bila saling obral serangan berlangsung sepanjang babak pertama. Tuan rumah berupaya mengurung daerah pertahanan tim tamu lewat pola serangan skematis.
Kerja sama antar pemain Singo Edan nyaris membuahkan gol di menit ke-26 andai M Ridhuan tidak terlambat menyongsong bola umpan Ahmad Amiruddin yang menyisir dari sayap kiri.
Persib tak mau kalah melancarkan ancaman ke benteng pertahanan Arema. Dua diantaranya melalui Matsunaga dan Airlangga Sucipto. Beruntung, tembakan dua pilar Maung Bandung itu belum tepat sasaran meski sudah berhadapan langsung dengan penjaga gawang Achmad Kurniawan, yang akrab disapa AK.
Kanjuruhan bergemuruh saat laga memasuki menit ke-41. Stadion berkapasitas 35 ribu penonton itu serasa bergoncang saat Along sukses memecah kebuntuan tuan rumah.
Berawal saat Ridhuan lolos dari jebakan offside, bola yang disambut dengan sekali kontrol dada oleh winger asal Singapura itu lantas disambar oleh Along yang berlari tepat di belakangnya.
Tembakan lob yang dilepaskan kapten tim bernomor punggung 12 itu sukses menggetarkan jala gawang Persib yang dijaga mantan kiper Arema, Markus Haris Maulana.
Penjaga gawang utama timnas Indonesia itu tak kuasa mengantispasi arah lesatan bola karena sudah salah langkah. Gol yang mengakhiri paceklik Along sepanjang 16 laga ISL itu membuat Singo Edan unggul 1-0 hingga jeda turun minum.
Teror serangan tuan rumah berlanjut di babak kedua. Sayang, para penyerang Arema masih kurang tenang dalam memanfaatkan kesempatan. Peluang emas dimiliki  Ridhuan dan Along yang sudah berdiri bebas di muka gawang Persib. Sayang, akurasi tembakan duo penggawa timnas Singapura itu belum optimal.
Peluang matang juga dimiliki Ahmad Amiruddin yang beroperasi di sektor sayap kiri. Berulang kali pemain asal Makassar itu berhasil menembus kotak penalti lawan. Kendati terus melancarkan tusukan drive berbahaya, tak satu pun yang sukses mengoyak gawang tamu untuk kali kedua.
Tak mau terus menjadi bulan-bulanan lawan, kubu Maung Bandung mencoba bangkit saat laga tinggal menyisakan 30 menit waktu normal.
Skuad besutan pelatih Daniel Roekito mulai aktif menggempur pertahanan tuan rumah. Peluang demi peluang pun diciptakan Isnan Ali dkk untuk bisa menyamakan skor. Salah satunya saat memanfaatkan lepasnya bola dari tangkapan AK di menit ke-67. Namun, tembakan Isnan Ali yang menyambar bola rebound masih melambung di atas mistar.
Asyik menyerang justru membuat konsentrasi pertahanan Maung buyar. Bukannya sukses menjejalkan gol penyeimbang kedudukan, tim tamu justru semakin tertinggal. Untuk kali kedua sepanjang pertandingan, Markus dipaksa kembali memungut bola dari dalam gawangnya akibat aksi heroik Along.
Mantan bomber Tampines Rovers itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-81. Kali ini memanfaatkan umpan terukur yang dilepaskan Waluyo dari sektor kiri. Heading pemain berusia 30 tahun itu sukses memperdaya Markus yang sudah mati langkah. Bola meluncur tepat ke sudut kanan gawang mantan kiper PSMS Medan itu.
Ketinggalan dua gol semakin membuat mental anak-anak Bandung drop. Terbukti tak ada perlawanan lebih yang diberikan Gilang Angga Kusuma dkk. Persib tampil antiklimaks di sepanjang 10 menit waktu normal tersisa. Skor 2-0 untuk Arema bertahan hingga peluit panjang dibunyikan wasit Jimmy Napitupulu.
‘’Anak-anak sangat grogi bermain dihadapan Aremania. Kondisi itu membuat mental bertanding mereka agak turun. Belum lagi, banyak pemain kami yang cedera. Jadi skema permainan tidak seperti yang sudah kami susun,’’ aku Daniel Roekito, usai laga.  (tom/bua/poy/avi)

 

Sumber : malang-post.com

Iklan