Sekarang tim ini menjelma menjadi klub profesional, meski dalam perjalanannya selalu ditemui banyak rintangan. Ya, sejak tidak lagi disokong dana oleh PT Bentoel, masalah atau rintangan ini seolah menjadi makanan wajib yang harus didapatkan Arema. Mulai dari masalah gaji sampai yang terbaru adanya dualisme kepengurusan.

Masih ingat dibenak kita, bagaimana perjalanan Arema menjelang umur ke 24 ini.Tidak lagi ada subsidi dalam menjalani ISL musim 2010/2011, sehingga di awal kompetisi muncul pertanyaan, dari mana dana DP kontrak untuk pemain, namun perlahan-lahan masalah tersebut selesai.

Tidak lama kemudian setelah kompetisi berjalan, gaji pemain mulai tersendat, dampaknya Arema harus ditinggalkan kaptennya, Pierre Njanka ke Aceh United.Dari hal itu, masalah dan masalah terus hadir, mulai dari ketidakhadiran M Nur dalam mendampingi tim hampir selama 1 musim kompetisi, konflik yang terjadi antara pelatih dan pemain, dan tunggakan gaji yang belum kunjung usai sampai sekarang. Belum lagi konflik kepengurusan yang juga belum tahu kapan akan selesai.

Namun apa yang terjadi, Arema masih hidup dan justru menjadi salah satu aset Indonesia di ajang persepakbolaan nasional. Bahkan Walikota Malang, Peni Suparto saat ditemui ONGISNADE, Rabu (11/08) menyatakan jika Arema bisa berprestasi lebih daripada apa yang sudah didapat sekarang.

Dengan apa yang telah terjadi diharapkan klub kebanggan warga Malang ini mampu terus eksis dan mengukir prestasi yang lebih bagus dan konsisten ke depannya. Dan yang harus diingat Aremania tidak akan pernah meninggalkan Arema, meski banyak masalah yang menimpa.

Dirgahayu Arema ke 24, Salam Satu Jiwa…

 

 

Sumber : ongisnade.co.id

Iklan