Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen Persebaya 1927 membantah tudingan mereka mendapat perlakuan khusus dari konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI). Hal ini terkait tuntutan PSM Makassar yang ingin mendapat perlakuan sama terkait transfer pemain.

Sebelumnya, manajemen PSM melalui Direktur Hukum PSM, Syahrir Cakkari mempersoalkan tentang status Andrew Barsic yang bisa bermain di tengah kompetisi. Sementara rekrutan baru mereka, Marco Pattiselanno tidak bisa. Mereka menganggap status Barisic dan Pattiselanno sama, yakni didaftarkan saat sesi transfer pemain sudah ditutup.
Manajer Persebaya 1927, Edu Harjanto pun mencoba meluruskan kabar ini. Ketika ditemui di Mess Eri Irianto, Kamis (24/3/2011) petang, Edu menampik kabar jika Barisic didaftarkan kala jendela transfer sudah ditutup.

“Kita sudah daftarkan Barisic di pertengahan Januari lalu. Saat dia masih bermain di Gold Coast United,” terang Edu kepada beritajatim.com.

Edu menjelaskan, pihaknya sudah deal dengan Barisic saat striker 24 tahun itu bermain di Liga Australia. “Artinya Barisic sudah kita daftarkan namanya sebelum transfer ditutup. Tapi memang dia gabungnya terlambat karena masih membela klub lamanya,” tegas pria berkacamata ini.

Sebelumnya, Cakkari menegaskan, jika Persebaya saja bisa mendapat kebijakan khusus, Juku Eja, julukan PSM juga berupaya bisa mendapatkan hal yang sama. Apalagi PSM membutuhkan tambahan amunisi untuk menambah daya gedor lini depan.

“Tidak ada perlakuan khusus. Semuanya sama. Kalau masih kurang jelas, silahkan tanya saja ke LPI,” jelas Edu.

Iklan