Archive for Januari, 2011


Malang (beritajatim.com) – Aremania juga turut berbela sungkawa terhadap meninggalnya Gilang, seorang LA Mania, sebutan suporter Persela Lamongan yang diduga dianiaya Bonek, Sabtu (22/1/2011) lalu. Selain itu, Aremania juga memberikan santunan untuk keluarga dua korban tragedi di KA Kertajaya itu.

Seperti diketahui, Gilang ditemukan tewas di Desa Ploso Wayu Kecamatan Kota. Sementara korban kritis, adalah Teguh Karembon (25) yang juga dibuang hingga mengalami luka parah.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan para Korwil Aremania, diputuskan untuk mendatangi rumah kedua korban itu. Baik korban yang sudah meninggal, dan juga yang kritis yang dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan,” kata Humas Tuor Aremania, Ghazali, saat dihubungi, Kamis (27/1/2011).
Baca lebih lanjut

Miro : LPI Terus Kejar Arema

Kompetisi Liga Primer Indonesia yang disebut–sebut sebagai kompetisi tandingan Indonesia Super League telah resmi bergulir 8 Januari lalu. Meski telah bergulir, LPI masih bergerilya untuk mencari tambahan satu tim lagi untuk menggenapi menjadi 20 tim.
Salah satu tim yang diincar itu adalah Arema Indonesia. Bahkan keluarnya Pierre Njanka disangkut pautkan dengan upaya untuk membajak pemain Arema ke LPI. Termasuk beberapa pemain Arema lainnya juga dikabarkan bakal keluar dari Arema dan beralih ke LPI.
Pelatih Arema, Miroslav Janu pun juga dikabarkan bakal hengkang dari Arema ke LPI. Namun bagaimana sebenarnya pandangan pelatih asal Republik Ceko ini perihal keberadaan LPI yang belum mendapat restu PSSI, berikut petikan wawancaranya dengan wartawan Malang Post, Buari. Baca lebih lanjut

Dari keberadaan mereka yang jauh dari kota Malang tidak membuat rasa cinta mereka pudar terhadap tim kebanggaaan kera-kera ngalam yaitu “Arema”. Bahkan kebersamaan dan kekompakkan mereka bisa terbentuk dengan baik satu sama lain.

Jiwa kebersamaan ini bisa terlahir dari mereka, juga karena satu faktor yang memang sudah menjadi satu ciri bagi arek Malang yaitu mereka adalah Aremania Sejati. Meski di luar kota dan mereka juga bukan satu darah daging, mereka menganggap arek Malang siapapun itu adalah satu keluarga besar dari Aremania.

Seperti nawak -nawak kita yang berada di kota Sidoarjo ± 70 KM dari kota Malang, banyak yang mencari rupiah di kota tersebut. Sebagian besar dari mereka adalah pekerja yang bekerja di bidang percetakan, dan tak jauh mereka adalah jebolan dari salah satu sekolah kejuruan  jurusan percetakan di kota Malang.

Sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 1937 dan didirikan oleh salah seorang berdarah Belanda. Tidak diragukan lagi dari materi yang diajarkan bisa menciptakan skill untuk pekerja – pekerja yang handal dan sangat dibutuhkan di daerah industri seperti kota Sidoarjo dari tahun per tahunnya. Inilah salah satu faktor yang menjadikan mereka harus hidup menetap disana, dan banyak menghabiskan waktu disana di bandingkan di kota kelahiran mereka kota Malang. Baca lebih lanjut