Saleh Ismail Mukadar :Bonex Sayang Atau tidak Kepada Persebaya

kembali dirundung kekhawatiran atas ulah suporternya. Kali ini sanksi Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengusik benak para pengurus. Itu menyusul nyanyi­an pendukung Persebaya yang menyudutkan suporter tim lain dalam laga melawan Persela di Gelora 10 Nopember kemarin (21/3). Sebenarnya, aksi kurang simpatik pendukung Persebaya tersebut sudah terdengar sebelum pertandingan.

Kondisi itu memancing Manajer Persebaya Saleh Ismail Mukadar berbicara lewat pengeras suara. Dia berusaha mengingatkan para suporter. “Kita sering mendapatkan denda. Kita tidak ingin terkena sanksi itu lagi. Jadi, tolong jangan memaki tim lain,” kata Saleh. Sayang, imbauan tersebut tidak mengubah keadaan. Para suporter tetap menyanyikan lagu-lagu bernada ejekan.

Padahal, sebelum Saleh berbicara, berkali-kali pembaca acara Supangat mengingatkan suporter untuk berhenti menghina suporter atau tim lain. “Biarlah yang lain mengatakan kita kurang baik. Yang penting, di sini arek Suroboyo mampu membuktikan sebagai pendukung yang baik,” ujar Supangat.

Namun, selama pertandingan, mereka mengumpat tim dan suporter lain. Pada akhir pertandingan, Saleh mengeluh. Dia mempertanyakan kepedulian pendukung Persebaya kepada tim. “Mereka sayang atau tidak sih? Kalau sayang, masak mereka melakukan cara seperti itu (nyanyian rasis, Red),” tutur dia.

Koordinator Yayasan Suporter Persebaya Imron menjelaskan, sebelumnya pihaknya sudah berdiskusi. Dalam diskusi yang melibatkan Ketua YSS Wastomi Suheri, dirigen Hamim, serta beberapa koordinator lain, disepakati bahwa nyanyian rasis harus diakhiri.

“Tapi, nyanyian itu berasal dari bawah, bukan para koordinator,” tuturnya. Dia menyatakan, sang dirigen terus berupaya mengajak suporter Persebaya menyanyikan lagu-lagu bertema fair.

Sumber :  malangsoccernews.web.id

Iklan