MALANG -Rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket laga home Singo Edan menghadapi Persija Jakarta di Stadion Kanjuruhan, Minggu (10/5) lusa, rupanya masih menjadi pro dan kontra di kalangan Aremania.
Maklum, selama ini Aremania memiliki otoritas masing-masing sesuai dengan suara korwil mereka. Sehingga tak ada yang bisa memutuskan satu suara Aremania untuk sebuah kebijakan dari manajemen Arema.
Meski banyak yang setuju adanya kenaikan harga tiket tersebut demi pelunasan gaji pemain, ada juga yang tak setuju. Minimal, ada Aremania yang mempertanyakan rencana manajemen Arema untuk menaikkan harga tiket tersebut.
‘’Aremania kok dibuat sapi perah. Tiket naik kok tidak rembukan (diskusi) dulu. Nanti kalau kita tidak setuju dianggap tidak loyal, dan ternyata nanti gaji pemain yo gak dibayar,’’ ungkap Amin, Aremania Jalur Gaza, Sukorejo.
‘’Sebenarnya kalau duduk bersama dulu untuk rembukan dengan teman-teman Aremania bisa enak. Jadi saya sarankan manajemen untuk mengundang semua korwil,’’ sambung pria yang juga memimpin Aremania Curva North ini.
Sebelumnya, beberapa Aremania menyatakan setuju adanya kenaikan tiket tersebut, semata-mata untuk bisa membayar gaji pemain. Menyusul Aremania memahami dan memaklumi kondisi keuangan Arema yang mengandalkan hasil tiket. Harga tiket pertandingan kompetisi Indonesia Super League ini rencananya disamakan dengan pertandingan Liga Champions Asia. Khusus Arema lawan Persija, harga tiket menjadi Rp 30 ribu (ekonomi), Rp 100 ribu (VIP) dan Rp 150 ribu (VVIP).
‘’Selama ini Aremania sudah banyak berkorban, dan sekarang tiket akan dinaikkan lagi, sementara dari manajemen belum ada sosialiasi langsung ke korwil-korwil Aremania,’’ ungkap Aremania yang tak mau namanya dikorankan.
‘’Kalau tidak disampaikan langsung ke korwil-korwil se Malang Raya dan sekitarnya, khawatir ada Aremania dari Madiun ternyata tidak tahu harga tiket naik. Ayo, manajemen duduk bersama dengan sekitar 283 korwil yang ada ini,’’ sambungnya.
Manajemen Arema pun menyambut baik keinginan korwil Aremania untuk melakukan dialog tersebut. Rencananya Sabtu (9/4) sore di kantor Arema, manajemen akan mengajak Aremania untuk berdilaog seputar tiket tersebut.
‘’Tentu kita setuju untuk bisa berdialog dengan korwil-korwil Aremania, dan kita jadwalkan hari Sabtu ada pertemuan dengan korwil. Pertemuan ini bisa Sabtu sore setelah manager meeting,’’ ungkap Pelaksana Harian PT Arema Indonesia, Abriadi Muhara.
Menyusul pertemuan atau dialog dengan Aremania ini, waktunya sehari sebelum pertandingan, sehingga lebih untuk sosialisasi terkait kenaikan harga tiket. Sekaligus dalam rangka manajemen menyerap aspirasi dan inspirasi dari Aremania.
Boleh jadi dari pertemuan manajemen dan korwil Aremania ini bisa melahirkan solusi terkait masalah keuangan Arema. Setidaknya bisa menjadi bahan pertimbangan untuk agenda rapat pengurus yayasan dan Direksi PT Arema Indonesia pekan depan.

 

Sumber : malang-post.com

Iklan