Malang (beritajatim.com) – Aremania juga turut berbela sungkawa terhadap meninggalnya Gilang, seorang LA Mania, sebutan suporter Persela Lamongan yang diduga dianiaya Bonek, Sabtu (22/1/2011) lalu. Selain itu, Aremania juga memberikan santunan untuk keluarga dua korban tragedi di KA Kertajaya itu.

Seperti diketahui, Gilang ditemukan tewas di Desa Ploso Wayu Kecamatan Kota. Sementara korban kritis, adalah Teguh Karembon (25) yang juga dibuang hingga mengalami luka parah.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan para Korwil Aremania, diputuskan untuk mendatangi rumah kedua korban itu. Baik korban yang sudah meninggal, dan juga yang kritis yang dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan,” kata Humas Tuor Aremania, Ghazali, saat dihubungi, Kamis (27/1/2011).
Menurutnya, Aremania yang melayat ke rumah Gilang itu sebanyak 40 orang. Disana, pihaknya menyampaikan ikut berbelasungkawa kepada keluarga Gilang, atas meninggalnya Gilang itu.

“Kami dan teman-teman juga gelar tahlil, dan ziarah ke makam almarhum Gilang itu. Selain itu, kami juga memberikan sedikit taliasih atau santunan kepada keluarga Gilang. Semoga, kejadian yang sama tak terjadi lagi,” katanya.

Setelah mendatangi rumah Gilang aku Ghazali, pihaknya bersama Aremania lainnya, juga mendatangi RS Muhammadiyah, untuk menjenguk keadaan Teguh. “Alhamdulillah, kondisinya sudah membaik. Kami juga sedikit memberikan santunan yang kami galang dari Aremania di Malang,” katanya.

Melihat kejadian tersebut, pihaknya sangat prihatin dengan ulah oknum bonek itu. “Aremania sangat mengecam dan mengutuk kejadian itu,” akunya.

Aremania berharap, aku Ghazali, LA Mania tetap menjaga hubungan baik dengan Aremania. “Semoga kedepan Aremania dan LA Mania semakin harmonis. Dan sama-sama terus memberikan dukungan kepada klubnya masing-masing,” harapnya.

Kalau para suporter di Indonesia sudah harmonis, persepakbolaan di Indonesia itu akan menemukan kedamaian. Karena, kedamaian itu adalah sesuatu yang indah. Sementara itu, ditanya apa Aremania tak ada upaya untuk berdamai dengan bonek? Ghazali enggan menjawabnya.

 

Iklan