Category: Jatim News


Malang (beritajatim.com) – Aremania juga turut berbela sungkawa terhadap meninggalnya Gilang, seorang LA Mania, sebutan suporter Persela Lamongan yang diduga dianiaya Bonek, Sabtu (22/1/2011) lalu. Selain itu, Aremania juga memberikan santunan untuk keluarga dua korban tragedi di KA Kertajaya itu.

Seperti diketahui, Gilang ditemukan tewas di Desa Ploso Wayu Kecamatan Kota. Sementara korban kritis, adalah Teguh Karembon (25) yang juga dibuang hingga mengalami luka parah.

“Setelah kami melakukan pertemuan dengan para Korwil Aremania, diputuskan untuk mendatangi rumah kedua korban itu. Baik korban yang sudah meninggal, dan juga yang kritis yang dirawat di RS Muhammadiyah Lamongan,” kata Humas Tuor Aremania, Ghazali, saat dihubungi, Kamis (27/1/2011).
Baca lebih lanjut

Iklan

Surabaya (beritajatim.com) – Persebaya Selection akan berhadapan dengan tim kuat Persema Malang dalam laga perdana Grup 2 Liga Jatim IX 2010, Sabtu (21/8/2010) besok malam. Dalam pertandingan yang dilakukan di stadion Gelora Delta, Sidoarjo ini, Bajul Ijo mengandalkan tim ‘seadanya’.

Jika dibandingkan dengan kekuatan Persema musim ini,  Bajul Ijo tertinggal jauh. Anak buah Timo Scheunemann sudah mendatangkan pemain muda blesteran, Kim Kurniawan dan Irfan Bachdim. Selain itu, Laskar Ken Arok juga mendatangkan Daniel Jules Oscar Wansi dan Guy Bertrand Ngon. Dua pemain asing yang terbukti kualitasnya di kancah eropa.

Lalu bagaimana dengan Persebaya. Sejauh ini tim asal Kota Pahlawan masih bermasalah dengan pendanaan. Gaji dan 25 persen sisa kontrak masih belum mereka lunasi. Alhasil, untuk bermain di Liga Jatim, mereka menggunakan pemain acak-acakan, yakni gabungan dari Persebaya senior, U-21 dan Surabaya Muda.

Pelatih sementara, Ahmad Rosyidin mengakii jika di atas kertas tim ‘Persebaya dadakan’ ini jauh di bawah Persema Malang. Apalagi persiapan timnya sangat mepet. “Kita hanya punya tiga hari untuk mempersiapkan tim,” kata Ahmad. Latihan perdana memang dimulai, Rabu (18/8/2010) kemarin lusa.

Meski kalah kelas tapi Ahmad tidak ingin timnya menyerah begitu saja. Sebab ia percaya timnya masih punya peluang, paling tidak untuk menyulitkan tim kebanggan Ngalamania ini. Apalagi ia sudha punya modal berharga, yakni semangat para punggawa mudanya, seperti Miko Ardiyanto dan Nur Mufid Fasta.

Pasukan Muda ini akan dikombinasikan dengan pemain senior macam, Mat Halil, Lucky Wahyu, Sunaji dan Endra Prasetya. “Meski tidak ada target, kami akan berikan kemampuan maksimal,” tutup Ahmad.

Malang (beritajatim.com) – Selama puasa, penggawa Arema harus banyak menjaga kondisi fisiknya. Selain harus banyak latihan, pelatih anyar Arema Miroslav Janu terus menggembleng Tomy Pranata dan kawan-kawan dengan latihan berat. Karenanya, dokter Arema meminta selama puasa, pemain harus rutin mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

Menurut dokter Arema Albert Rudianto kepada wartawan di Malang, Kamis (19/08/2010) mengatakan, agar pemain yang menjalankan puasa rutin jangan lupa untuk mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Baik saat penggawa Singo Edan itu melakukan santap sahur atau berbuka puasa.

”Sayuran dan buah itu sangat baik untuk daya tahan fisik para pemain. Sayur dan buah itu, baik dikonsumsi ketika sahur dikarenakan tubuh membutuhkan tabungan energi untuk beraktivitas seharian penuh,” katanya.

Baca lebih lanjut

Surabaya (beritajatim.com) – Eksodus besar-besaran terjadi di Persebaya Surabaya. Beberapa punggawa musim lalu enggan merapat kembali ke Bajul Ijo. Setelah Anang Ma’ruf teken kontrak bersama Deltras Sidoarjo, kini enam eks-pemain Persebaya berlabuh di PSM Makassar.

Dari enam pemain itu, tiga di antaranya sudah mengikat kontrak dengan tim berjuluk Laskar ramang ini. Ketiga pemain itu adalah, Satrio Syam, Djayusman Triasdi dan Korinus Fingkreuw. Jika Djayusman dan Satrio sudah sejak lama ke PSM, Korinus baru teken kontrak, Rabu (18/8/2010) kemarin. “Iya mas, saya sudah di Makassar dan gabung dengan PSM,” aku Djayusman dalam pesan singkatnya kepada beritajatim.com, Kamis (19/8/2010) siang ini.

Setelah Djayusman, Satrio dan Korinus, tiga eks Persebaya lainnya bakal segera teken kontrak, yakni Supriyono, Andi Oddang, Denny Marcel. Manajemen tim Juku Eja sempat kesulitan untuk mendatangkan Oddang, sebab sang pemain kurang berkenan dangan harga yang diberikan manajemen. Tapi akhirnya keduanya menuai kata sepakat. “Kalau Oddang saya belum tahu. Yang ke sini ya saya, Deny, Satrio dan Korinus,” lanjut Djayusman.

Kepindahan enam pemain ini ke PSM menjadi kerugian tersendiri bagi Persebaya. Sebab pengurus sebenarnya masih ingin mempertahankan beberapa pemain, terutama pemain muda usia. Tapi kepindahan ini juga tak lepas dari tindakan pengurus yang sering mengingkari janji pembayaran gaji dan 25 persen sisa kontrak.

Kediri (beritajatim.com) – Ratusan bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya meminta Kapolres Kediri Kota AKBP Mulya Hasudungan Ritongan. Permintaan itu disampaikan pendukung Green Force saat diajak dialog oleh Kapolres di Stasiun Kerera Api (KA) Kota Kediri.

“Belum makan pak, belum merokok juga,” teriak ratusan Bonek dihadapan AKBP Mulya Hasudungan Ritonga, Kamis (5/8/2010). Bonek juga meminta kejelasan kepada Kapolres Kediri Kota terkait kepastian laga ulang antara Persik melawan Persebaya dalam ISL 2009/10 yang sedianya
digelar sore nanti.

Sementara itu, Kapolres Kediri Kota sendiri ketika dikonfirmasi terkait nasib pada bonek yang kini tengah menunggu kepastian, enggan menjawab. “Nanti setelah ada surat sakti saya akan ngomong, kalau sekarang belum,” kata Mulya Hasudungan Ritonga.

Terpisah, Andre, salah seorang anggota rombongan Bonek yang datang dengan menumpang KA Rapih Doho mengaku kecewa dengan ketidakpastian jadwal laga. Ia dan sejumlah bonek akan sangat senang jika laga benar-benar gagal digelar, dan Persik Kediri kalah WO dua kali.

“Kemarin katanya tidak diijinkan. Kemudian ada kabar baru jadi digelar. Tetapi kini dikatakan bahwa tidak ada laga. Tentu saja kami kecewa,” kecam Andre.

KEDIRI, KOMPAS.comRatusan supporter Persebaya Surabaya yang biasa disebut Bonek (bondho nekat) mengamuk di Stadion Brawijaya Kota Kediri, Kamis (5/8/2010) sore ini. Mereka menggedor pintu gerbang G dan pintu gerbang A karena tidak diizinkan masuk ke lapangan.

Massa melempar pintu gerbang dengan batu-batu besar. Mereka juga nyaris bentrok dengan suporter Persik Kediri, Persikmania, yang berdatangan ke stadion. Untuk mencegah bentrokan, Persikmania dievakuasi ke luar stadion.

Bonek merasa dibohongi oleh polisi yang mengatakan pertandingan antara Persik dan Persebaya batal digelar. Padahal faktanya mereka melihat tim Persik Kediri dan juga official masuk ke dalam stadion. Bahkan Persik sempat melakukan pemanasan di lapangan.

Nur Hasyim dari Yayasan Suporter Surabaya selaku koordinator bonek tidak berani menjamin pihaknya tidak akan berbuat lebih jauh lagi. Jika sampai panpel berbohong, akan terjadi aksi massa bonek. “Kita merasa dibohongi dan tidak dihargai. Kami minta panpel beri penjelasan, ini namanya mengadu dengan teman sendiri yaitu bonek dengan Persikmania,” ujarnya.

Tidak hanya bonek, Wakil Kepala Kepolisian Resor Kota Kediri Komisaris Kuwadi juga merasa dipermainkan. Ia marah besar dan membubarkan tim Persik Kediri yang sedang melakukan pemanasan di lapangan.

“Saya susah-susah meyakinkan bonek bahwa tidak ada pertandingan. Kalo terjadi ribut, kita semua yang rugi. Mereka masyarakat kita,” ujarnya.

KEDIRI, KOMPAS.com — PT Kereta Api mengaku rugi jutaan rupiah akibat membawa bonek dari Surabaya ke Kota Kediri, Jawa Timur, Kamis (5/8/2010). Kerugian terjadi karena bonek tidak membeli tiket perjalanan kereta.

Wakil Kepala Stasiun Kediri Eko Bekti mengatakan, sampai pukul 12.00 siang, sudah dua rombongan bonek tiba di Kediri. Rombongan pertama tiba pukul 08.00 pagi dengan menumpang KA Rapih Dhoho. Adapun rombongan kedua menumpang KA Rapih Dhoho yang tiba pukul 11.00.

Jumlah bonek ini mencapai ratusan. Mereka menempati tiga gerbong penumpang di deretan paling belakang.

“Untuk KA Rapih Dhoho, harga tiketnya Rp 5.000 per orang. Kami dapat informasi, rombongan bonek masih akan tiba pada perjalanan kereta berikutnya,” ujar Eko Bekti.

Sedihnya lagi, kerugian PT KA masih akan bertambah besar sebab bonek memerlukan perjalanan untuk pulang ke Surabaya.

Kediri (beritajatim.com) – Kapolres Kediri Kota AKBP Mulya Hasudungan Ritonga menjelaskan alasan pencabutan ijin laga ulangan antara Persik Kediri kontra Persebaya Surabaya dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2009/10 yang sediakan akan digelar di Stadion Brawijaya Kediri, Kamis (5/8/2010) besok.

Kapolres Kediri Kota menyebut ada dua alasan yang melatar belakangi keputusannya mencabut ijin laga. Yakni, adanya informasi dari intelejen tentang rencana kendatangan bonekmania, suporter Persebaya Surabaya yang dalam jumlah besar yaitu, 10.000 orang, dan trauma insiden  penyerangan yang dilakukan oleh oknum suporter aremania bebera hari lalu.

“Aremania aja serem, apalagi bonekmania,” kata Mulya Hasudungan Ritonga, ketika memberi penjelasan kepada Walikota Kediri Samsul Ashar, selaku ketua umum Persik Kediri, sejumlah muspida Kota Kediri, managemen Persik dan jajaran supoter yang tergabung dalam Forum Komunikasi Suporter Persik (FKSP) di Balai Kota Kediri.
Baca lebih lanjut