Ditulis oleh wearemania.net   Sabtu, 19 Maret 2011 12:56

Seringkali saya mendapatkan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada Arema beberapa waktu belakangan ini. Pertanyaan yang diajukan umumnya terdapat di beberapa forum internet maupun situs jejaring sosial.

Pertanyaan yang diajukan kebanyakan singkat dan padat namun untuk memuaskan orang yang bertanya tersebut seringkali harus dijelaskan lebih “rasional”. Namun, seringkali ada juga yang bebal dan mengajukan pertanyaan berulang di kemudian hari. Tidak cukup itu biar menambah bumbu bahan pertanyaan acapkali disertai kata-kata atau kalimat sarkastis.

Sering kami dibuat jengkel menghadapi user-user seperti ini. Namun sebagai Aremania kita juga dituntut untuk bersikap dewasa, rasional dan sedikit berkreatifitas apalagi masing-masing orang tidaklah sama karakternya. Dari sinilah meski jawaban yang kami(saya dan beberapa kawan-kawan) berikan bukanlah statement resmi Aremania secara keseluruhan(menunggu statement resmi itu artinya menunggu kesepakatan antar Korwil, dsb dan yang perlu dicatat Aremania bukanlah organisasi) setidaknya ini bisa langkah awal untuk memberikan pemahaman/jawaban ke publik.

Jawaban yang kami berikan mungkin bukanlah mewakili opini/sikap Aremania secara keseluruhan. Namun setidaknya dari jawaban yang kami berikan diusahakan untuk tidak keluar dari kaidah jurnalistik maupun tidak mencemarkan nama baik dari branding Arema dan Aremania.

Dari sini setidaknya kami bisa mendapatkan ilmu baru, bagaimana susahnya menjadi seorang media officer. Di Arema media officer dijabat oleh Sam Sudarmaji dan tentu saja sebagai media officer harus siap dengan berbagai pertanyaan mulai dari yang level “biasa” hingga berbau investigasi lebih dalam.
BTT, beberapa pertanyaan yang sering diajukan sebagai berikut:

1. Arema mengikuti ISL apakah berarti Arema mendukung kepemimpinan Nurdin Halid
Tidak. Arema bukanlah klub sepakbola yang berdiri atas dasar politik. Arema fokus pada pengembangan klub yang modern dan mandiri serta mengadopsi pengelolaan Klub yang profesional dengan manajemen ke arah Industri Sepakbola Modern dan proaktif mengoptimalkan berbagai potensi bisnisnya.

Sama halnya seorang Zlatan Ibrahimovic bermain bersama AC Milan, apakah berarti ia mendukung secara langsung kepemimpinan Silvio Berlusconi sebagai pemimpin Italia?

Memilih ISL atau LPI bukan Karena Dukung-Mendukung

2. Adanya sponshorship Ijen Nirwana Residence (Anak Perusahaan Bakrie) di jersey Arema apakah berarti Arema memiliki keterikatan dengan tokoh politik/partai tertentu
Sama sekali tidak. Kerjasama Ijen Nirwana Residence dengan Arema adalah murni sponsorship. Keduanya harus mendapatkan apresiasi karena telah memberikan pemahaman dalam dunia bisnis sepakbola Indonesia mengenai sepakbola industri yang berbasis simbiosis mutualisme.

Arema mendapatkan kucuran total 4,5Miliar rupiah untuk dua tahun dan kompensasinya Arema menempatkan logo Ijen Nirwana Residence di jersey pemain dan branding produk di beberapa space lainnya. Oleh Arema dana sponsorship digunakan sebagai modal untuk membangun tim, timbal baliknya Arema memberikan benefit yang layak kepada Ijen Nirwana Residence dalam hal branding di jersey dan beberapa space lainnya(website, advertorial board, dll).

Sebaliknya jika deal sponsorship tersebut bukan berlatar belakang bisnis melainkan politik tentunya ada semacam kontrak politik yang disetujui antara kedua belah pihak. Pertanyaannya adakah yang bisa menunjukkan isi kontrak politik tersebut(jika ada)?

Foto bersama pihak Ijen Nirwana

3. Rumor Arema mendapatan bantuan dana sebesar 7 M rupiah dari Group Bakrie seperti yang ditulis oleh majalah Tempo?
Sedikit menambahkan dari apa yang telah disampaikan Media Officer Arema maka kita bisa mengajukan pembuktian terbalik. Dana 7 Miliar tersebut apakah bisa dibuktikan dengan adanya kuitansi, bukti transfer rekening, dokumentasi akad serah terima, atau sudah digunakan untuk apa saja di Arema?

4. Ikut LCA =  Rugi karena seringkali klub asal Indonesia tidak berdaya di kancah Internasional
Untung dan Rugi adalah relatif, apalagi jika untung dan ruginya bernilai immateriil. Keuntungan secara materiil dapat dicapai apabila klub Arema dapat memaksimalkan pendapatan. Bahkan Arema dapat menangguk untung dari keikutsertaannya di LCA jika mampu menjual lebih dari 60% jatah tiket dari kapasitas stadion Kanjuruhan untuk setiap laga kandang Arema di LCA.

Keuntungan immateriil juga dapat dicapai jika Arema setidaknya berkaitan dengan hal-hal yang tidak dapat diukur dengan uang. Misalnya saja terkait proses pembelajaran untuk menjadi klub profesional. Arema dapat belajar dari lawatannya ke Korea Selatan, Jepang dan China. Dengan belajar ke Korea Selatan dan Jepang misalnya Arema dapat belajar bagaimana survive dalam mengelola klub meski potensi penonton minim. Begitu juga Arema dapat belajar tentang pengelolaan atau perawatan stadion eks Piala Dunia yang tentunya sudah memenuhi standar bintang 4 atau 5 FIFA.

Masih banyak lagi pelajaran penting yang bisa diambil dari lawatan Arema ke LCA. Termasuk manfaat yang dirasakan oleh tim Arema yang terdiri dari pemain, pelatih, dan manajemen klub. Aremania sebagai suporter untuk mendapatkan manfaat untuk berinteraksi dengan suporter dari negara lain sekaligus memperkenalkan citra Arema dan Aremania ke dunia internasional. Kesempatan yang bagus tentu sayang untuk dilewatkan.

Arema vs Jeonbuk

5. Arema adalah klub yang Professional namun masih belum mencapai porfit
Memang benar. Arema adalah klub yang mandiri dan bergerak menuju klub yang profesional sepenuhnya. Dalam sejarahnya tim berjuluk Singo Edan ini tidak pernah sekalipun menggunakan dana hibah yang berasal dari pemerintah dalam bentuk APBD. Beberapa langkah diupayakan oleh management Arema untuk memenuhinya diantaranya pengembangan unit-unit bisnis produktif. Arema juga mengedepankan Trilogy pengembangan klub dalam Industri sepakbola yaitu Sports Performance, Sport Product dan Sportainment menjadi sebuah kesatuan nafas.

Untuk musim lalu memang Arema belum mencapai profit seperti yang telah dicanangkan sejak awal musim. Belajar dari hal tersebut kini Arema berpacu dengan waktu untuk menggerakkan potensi Arema mencapai suatu kesatuan produktif yang dapat menguntungkan Arema itu sendiri.

Bukan tidak mustahil Arema sebagai klub profesional dalam beberapa waktu kedepan akan mencapai profit di dalam manajemen keuangannya. Namun hal ini tidak bisa dilakukan hanya dengan mengandalkan manajemen Arema saja tetapi juga dukungan Aremania sebagai suporternya, para sponsor, PSSI sebagai regulator liga dan pemerintah untuk mendukung stabilitas di dalam sepakbola Indonesia secara umum.

6. Arema selalu diuntungkan wasit
Tidak. Arema sama seperti klub lain yang pernah merasakan pahitnya kalah dan manisnya ketika memperoleh kemenangan. Musim lalu Arema mengalami kekalahan lebih dari 5 kali baik kandang maupun tandang.

Musim ini ketika laga telah berjalan 16 kali Arema juga mengalami 3 kali kekalahan termasuk 2 partai terakhir di Papua.

Kata “diuntungkan” ini bisa bermakna subyektif. Untuk itu diperlukan penjelasan lebih detail partai mana saja yang menunjukkan Arema diuntungkan oleh wasit, moment apa saja, siapa wasitnya, berapa kali kejadian dalam satu pertandingan/kompetisi, sebab musabab Arema diuntungkan, jumlah laporan ke komisi wasit(dan hasil dari laporan yang telah ditindaklanjuti dan berkekuatan hukum tetap), dan beberapa tambahan data lain sebagai pelengkap dari opini tersebut.

7. Gaji pemain dan pelatih Arema seringkali terhambat
Mari kita hitung secara garis besarnya pendapatan dan potensi pengeluaran Arema selama ini. Kemudian analisalah penyebab Arema kesulitan membayar tunggakan gaji pemain diantaranya : Jadwal kompetisi yang tidak merata, Hengkangnya beberapa klub ISL yang berpotensi mengurangi pendapatan Arema dari sektor pendapatan tiket penonton, pembayaran tunggakan hutang musim lalu, pembayaran pajak, dll. Apalagi di bulan Februari dan Maret ini hampir semua instansi disibukkan dengan pajak. Intinya, manajemen Arema bukanlah diisi sekumpulan orang-orang “bodoh” yang tidak bisa mengurus Arema sama sekali.

Selain itu dibanding beberapa klub lain seperti PSPS dan Deltras, kita mesti bersyukur tunggakan gaji di Arema masih ada peluang untuk diminimalisir dengan memanfaatkan beberapa sumber pendapatan seperti sponsorship(Axis 850juta rupiah), pendapatan laga kandang dan subsidi dari LCA, dll. Deltras sendiri yang tidak(belum) mendapat hibah APBD musim ini terpaksa belum menggaji pemainnya selama 7 bulan atau sejak awal musim.

8. Keterlamabatan Gaji Arema disebabkan menunggu pencairan dana dari Bakrie
Tidak benar. Selama setahun ini tim Arema beberapa kali mengalami masalah dengan keterlambatan gaji dan ini tidak ada hubungannya dengan belum cairnya “bantuan” dari Bakrie. Status kepemilikan Arema berada di tangan konsorsium yang memegang saham Arema. Pemegang saham Arema berasal dari beberapa kalangan dan tidak ada nama “Bakrie” sebagai pemilik Arema. Bakrie sampai dengan saat ini masih berafiliasi dengan klub lain eks Galatama Pelita Jaya.

Dalam setahun ini apakah ada bantuan dana dari Bakrie secara langsung dan cuma-cuma? Jika iya, berapa besar bantuan tersebut, kapan pencairannya, siapa PIC di Arema yang menerima bantuan tersebut dan adakah lembaran kuitansinya?

9. Posisi Andi Darussalam Tabussala (ADT) di Arema menguntungkan Arema untuk bebas sanksi dari Komdis PSSI
Anggapan ini sama sekali tidak benar. Arema sama seperti klub lainnya dan bukanlah klub yang kebal hukum dari palu komdis PSSI. Bukti sahih musim lalu Arema pernah mendapat sanksi berupa larangan bertanding melawan Persib Bandung karena kasus rasisme selepas bertanding melawan Persipura. Selain itu Ketua Panpel Arema musim lalu mendapat hukuman larangan terlibat di persepakbolaan Indonesia selama 20 tahun. Bukti sahih pemain Arema juga tidak terlepas dari hukuman kartu kuning/merah dari wasit dan AremaFC komitmen untuk membayar denda tersebut.

Dalam sejarahnya Arema seringkali mendapat keputusan “kontroversial” dari Komdis PSSI. Diantaranya hukuman yang dijatuhkan kepada Lucky Acub Zainal/Sam Ikul untuk terlibat di sepakbola Indonesia selama setahun pada era Galatama, Ekoyono Hartono dihukum setahun pada musim ISL 2008/2009 dan untuk pemain terdapat nama-nama seperti Singgih Pitono(setahun), Harianto(setahun), Pacho Rubio(seumur hidup), Emile Bertrand Mbamba(lima tahun), Kurnia Meiga H.(enam bulan), dan Kuncoro(enam pertandingan).

10. Posisi ADT adalah jaminan agar Arema juara
Tidak benar. Arema juara atas jerih payah tim Arema sendiri dengan dibantu dukungan suporternya. Kehadiran Aremania tidak hanya ketika Arema menjalani laga kandang tetapi juga seringkali hadir dan mendukung Arema sewaktu tandang.

Arema memiliki persyaratan teknis untuk menjadi juara. Rekam jejak pelatihnya tahun lalu, Robert Albert adalah pemegang lisensi pelatih UEFA Pro dan sebagai instruktur dalam kursus kepelatihan di AFC. Di level Asia Tenggara Robert juga sering membawa tim yg diasuhnya menjadi juara di liganya masing-masing. Untuk level pemainnya musim lalu terdapat nama-nama pemain timnas seperti Noh Alam Shah, M. Ridhuan dan Markus Haris Maulana. Nama Pierre Njanka sebagai eks pemain Timnas Kamerun yang berlaga di Piala Dunia juga tidak boleh dilupakan. Ditambah lagi Arema dihuni barisan pemain yang dalam performa menanjak seperti Ahmad Bustomi, Purwaka Yudi dan Kurnia Meiga H.

Sejarah ADT di Arema dimulai ketika awal pendirian klub berjuluk Singo Edan ini. ADT membantu Arema untuk berdiri dan mendaftarkan diri mengikuti Galatama. Keuntungan ADT di Arema adalah kemudahan mengakses dan menghubungi pemain dan pelatih yg diincar Arema karena ADT telah sangat berpengalaman di sepakbola dan sbg ketua BLI tentu mempunya relasi dan database pemain dan pelatih yg mumpuni. Namun perekrutan pemain tetap dilakukan secara profesional, bahkan seringkali tawaran bayaran di Arema lebih kecil dibanding tawaran tim lain. demikian juga posisi ADT di Arema tidak melanggar Statuta dan Regulasi kompetisi yg dimiliki PSSI dan FIFA.

Jika dihitung sejak era Sam Ikul tersebut tercatat ada lebih dari 23 tahun ADT mengiringi perjalanan Arema. Selama itu ada sekitar 20kali Arema mengikuti liga, jika ADT jaminan Arema untuk juara kenapa Arema tidak bisa juara setiap tahun dari era Galatama, Liga Indonesia dan ISL sekarang ini.

Bandingkan juga dengan posisi Nurdin Halid ketika menjadi manager di klub Pelita Jaya dan PSM Makassar. Lebih “TOP” mana antara Nurdin Halid dibandingkan ADT, dan apakah PSM Makassar bisa langsung juara karena ada Nurdin Halid? Jelas tidak. Selain itu ada nama lain lagi seperti Nirwan D. Bakrie dengan Pelita Jaya. Kapan terakhir kali Pelita Jaya menuai trophy juara?

11. Aremania lebih mencintai Arema dibandingkan dengan Persema, ataupun kompetisi seperti ISL
Benar. Esensi suporter adalah mendukung keberadaan klub yang didukungnya. Cinta Aremania 99,99% adalah untuk Arema. Aremania didirikan setelah klub Arema berdiri, jadi tanpa Arema maka Aremania itu tidak akan pernah lahir.

Aremania adalah suporter yang loyal. Dukungan yang diberikan adalah untuk Arema. Sekalipun Persema sedang bertanding bersamaan namun Aremania lebih memilih menonton Arema ketimbang saudara sekotanya tersebut.

Bukti sahih, Persema dengan adanya pujaan footballmania baru seperti Irfan Bachdim, Kim Jeffrey, dkk belum mampu menarik simpati dari kalangan Aremania. Sampai dengan saat ini rekor penonton terbesar di kandang Persema masih didominasi ketika Persema bertanding melawan Arema dan dihadiri puluhan ribu Aremania.

12. Pandangan Aremania terhadap Sepakbola Indonesia
Sampai dengan saat ini Aremania masih terfokus minatnya terhadap Arema. Meski begitu Aremania tidaklah berpaling terhadap apa yang menimpa sepakbola Indonesia sekarang ini. Sekalipun Aremania tidak memiliki hak suara di Munas PSSI, namun besar harapan Aremania agar kondisi carut marutnya sepakbola Indonesia bisa teratasi.

Selain itu Aremania berharap agar stokeholder sepakbola Indonesia melupakan egoismenya dan bersatu untuk fokus mengatasi persoalan mendasar di sepakbola Indonesia yaitu prestasi.

13. Aremania miskin suara untuk “menggoyang” PSSI
Aremania masih tetap bersuara, tapi tetap di jalurnya. Aremania “diam” namun bukan berarti memasung diri dalam kesunyian. Diamnya Aremania adalah layaknya sebuah emas. Aremania menunggu waktu yang tepat untuk beraksi sekaligus membuka diri(lagi). Silent but deadly.

The Aremania Way. Kami dituntut untuk membawa diri dengan baik. Jaman sekarang ini sulit sekali mencari kelompok atau sekumpulan individu yang mau berjuang melawan PSSI tanpa diembel-embeli oleh kepentingan tertentu berbau politis. Efeknya jika terlanjur dilatarbelakangi oleh hal seperti ini, sekalipun berhasil membawa perubahan baru ditubuh PSSI tapi kita juga andil menciptakan masalah baru yang akan berpotensi konflik di kemudian hari.

Singkirkan konflik kepentingan, mari kita bangun PSSI ke arah yang lebih baik.

***

Adakah nawak-nawak yang memiliki pendapat lain? (Ender_Widgin)

 

Sumber : wearemania.net

Iklan