TIGA TAHUN LALU.dilantai 33 Shin Yokohama Prince Hotels Yokohama Jepang.Dua cangkir kopo do ayas meja bulat, masih mengepulkan asap.Sementara dibawah kerlip lampu kota yang dipadu dengan lampu mobil, membuat pemandangan sangat indah.Khas sebuah kota megapolitan

Dari arah jendela yang sengaja saya buka,saya menikmati betul pemandangan itu.Sedang datu pria yang duduk tepat di depan saya,masih asyik dengan keseriusannya baca sebuah website di laptop. “Kita tetap menjadi Underdog.Tidak apa-apa.Kita tetap FIGHT.meski kita tidak punya pemain pengganti.Soal menang atau kalah itu urusan nanti. Terpenting tampil ALL OUT.”

Pria itu berbicara sambil mengambil kopi,menikmati dan membiarkan hangatnya gelas plastik,menjalarnya di tangannya “its okey.we must FIGHT”katanya lagi. Laki laki itu adalah Miroslav Janu.Pelatih asal Ceko yang harus berangkat ke Jepang menghadapi Kawasaki Frontale hanya dengan 12 pemain. Dari rencana 13 pemain.Elly Aiboy terpaksa ditinggal karena dia tertinggal pesawat. Praktis tidak ada pemain pengganti kecuali kiper.

Malam itu sengaja kami ngobrol dikamar, setelah sebelunya kami berada di lobi yang tepat berada di depan deretan lift. Memantau pemain agak tidak terlalu malam kembali ke hotel.karena keesokharinya harus bertanding. Sebelumnya,siang hari saat Arema mencoba lapangan di Todoraki Stadium . Seorang wartawan jepang bertanya ke Miro,apakah dalam sesi latihan boleh diliput wartawan?? dia hanya tersenyum “kamu lihat sekarang atau besok sama saja. Pemainku cuma itu. Tapi kami datang dengan jiwa Singa.”katanya .Wartawan itu melongo “JIWA SINGA?” dia bertanya “Ya jiwa singa yang pantang menyerah sekalipun harus berhadapan lawan yang tangguh .”Kami datang bukan sebagai PECUNDANG,”jawab Miro
Pun ketika diruang ganti , beberapa saat sebelum kick off,Miro juga menyampaikan hal itu kepada pemain. Pemain Arema ,pantang menyerah. Apapun keadaannya kalah menang, bukan tujuan akhir.Tapi bagaimana menghadapi sebuah pertandingan dengan harga diri.

Benar juga sekalipun kala itu Arema harus kalah 0-3. Tapi standing ovation bergemuruh ketika skuad Arema meninggalkan lapangan. Bahkan Takashi Selizuka pelatih Kawasaki Frontale hanya bisa geleng geleng kepala melihat penampilan Arema. Timmu sangat bagus. Aku tidak mengira Arema bisa tampil semangat. Padahal mereka tidak punya pemain (pengganti) dan beberapa pemain aku lihat dalam kondisi cedera. Aku Hormat pada AREMA, “kata dia usai bertanding, saat saya wawancarai.

Itulah Miro.Pelatih yang sempat memoles sebuah “klub desa” Persigo Gorontalo. Pelatih yang tidak bisa diajak kompromi tapi memiliki jiwa provokator ulung. Pelatih yang punya pendirian tegas tapi memiliki jiwa yang sangat sensitif. Lihat saja saat Arema harus kehilangan Emanuel Serge dipramusim. Yakni ketika kaki Serge dipatahkan Bhio Pauline defender Persipura di ajang Yusuf Cup XII di Makassar.

Dia menangis di bench pemain.Bahkan dia tak mampu melihat Serge yang tengah ditandu untuk dilarikan kerumah sakit. Dia meminta Tony HO mengawal serge.Kemudian saat Serge kembali ke hotel bintang dua hari berselang, dia orang pertama memeluk pemain asal Kamerun itu. “Maaf aku tak bisa membantu untuk membuat kamu lebih baik,”kata dia sambil berbisik.Ya. Mulai hari ini Miro kembali ke Bhuni Arema .

Bagi saya pribadi, Miro bukanlah orang asing, Dia adalah sosok yang harus tahu harus berbuat apa untuk A

rema. Termasuk harus “bersaing” dengan sukses yang berhasil diraih Robert Rene Albert. Bagi Miro, Profesionalisme memang diatas segala galanya.Tapi dia juga paham,sikap itu tidak bisa 100 persen dijalankan di Indonesia, disebuah negara yang terkadang petisinya sulit ditebak. Karenanya profesionalisme ala Miro yang diterapkan di Arema. Miro sudah kembali. Lembaran baru akan dibuka dan sukses Arema menjadi juara Indonesia Super League,biarlah jadi sejarah.karena kompetisi musum depan sudah didepan mata.Pekerjaan berat pasti harus dipikul Miro tetapi dengan pengalaman dan lesensi paling tinggi yang dia miliki diantara oelatih-pelatih yang memoles tim di Indonesia, akan menjadi pertaruhan.Termasuk pembuktian,bahwa Arema tidak salah,menyerahkan tanggung jawab tim kepada pelatih berlisensi AFC Pro ini.

Sumber :  wearemania.net

Iklan