MALANG –     Janji manis LPI (Liga Primer Indonesia) memang cukup menggiurkan. Tak hanya kepada klub, tapi juga pada kelompok suporternya. Meski tak bisa dikatakan sebagai upaya penyogokan, LPI kabarnya siap melakukan pembinaan suporter.
Seperti yang dilakukan LPI untuk membawa Arema bergabung, pengurus LPI juga melakukan pendekatan pada Aremania. Sebut saja kedatangan penasehat LPI, Dityo Pramono ke Malang beberapa waktu lalu, tujuannya sosialiasasi LPI kepada Aremania. Menariknya, dalam kesempatan berdialog dengan pengurus Arema dan Aremania di radio RCB FM, Dityo sempat menyampaikan rencana LPI untuk ikut membina suporter sepakbola. Termasuk juga kabarnya siap mengucurkan dana untuk itu.
‘’Memang setelah pertemuan di radio itu, penasehat LPI itu bilang bahwa LPI tidak hanya akan ikut mendanai klub-klub peserta LPI, tapi untuk suporter juga ada uang pembinaan,’’ ungkap Hendrik, Aremania korwil Bunul, kemarin sore.
‘’Tidak disebutkan berapa dana pembinaan supporter itu. Namun kabarnya bisa sampai Rp 100 juta. Mungkin itu untuk satu korwil,’’ sambung pria yang ikut menandatangani surat pernyataan Aremania untuk menolak LPI ini.Sebelumnya, manajemen Arema memang sudah mendapatkan kabar atau isu yang menyebutkan bahwa pihak LPI telah mengiming-imingi korwil Aremania dengan uang pembinaan suporter sebesar Rp 100 juta tersebut.
Meski sampai saat ini belum terbukti ada korwil yang telah menerima uang pembinaan tersebut dari LPI, namun mulai ada indikasi kecurigaan satu korwil pada korwil lain yang dianggap pro atau mendukung LPI.
Sebut saja, usai pertemuan korwil Aremania di Jalan Teluk Grajakan No. 4 Plaosan Timur, Blimbing, Sabtu (27/11) malam yang pada intinya menolak LPI, beredar kabar bahwa Minggu (28/11) kemarin ada pertemuan Aremania pro LPI. Sayang, tak ada satu pun pihak yang bisa dikonfirmasi perihal kebenaran kabar adanya pertemuan Aremania yang pro LPI tersebut.
‘’Dengar-dengar seperti itu (ada pertemuan Aremania pro LPI, Red). Tapi biarkan saja. Kalau ada yang pro LPI, yang penting Arema tidak ikut LPI,’’ ungkap Tembel, Aremania korwil Stasiun mengaku tidak tahu perihal korwil-korwil yang pro LPI itu.
Sementara Dityo saat dikonfirmasi Malang Post, membantah adanya upaya LPI untuk ‘menyogok’ Aremania hingga ratusan juta rupiah itu. Meski diakuinya, LPI memang ada komitmen untuk membina suporter sepakola.
’’Kita harapkan suporter itu bagian dari tim. Jadi suporter itu dibina timnya masing-masing. Klub berkewajiban untuk membina suporter. LPI mungkin hanya membina suporter dengan menggelar semacam jambore suporter,’’ jelas Dityo.
’’Jadi jangan dibilang LPI akan memberikan dana pembinaan pada suporter. Itu salah persepsi. Karena klub yang harusnya membina suporternya. Jadi tidak benar kalau LPI memberi uang pembinaan pada Aremania,’’ sambungnya.
Menurut pengakuan Dityo, saat ini susah untuk bisa mengkoordinir Aremania yang tidak memiliki struktur organisasi. Sementara yang ada saat ini adalah ratusan korwil Aremania yang tersebar di seluruh Malang Raya dan bahkan di seluruh Indonesia.
’’Kalau kita beri dana pada suporter, kemana dana itu harus disampaikan, yang kabarnya korwil Aremania itu lebih dari 200 korwil. Susah untuk membina korwil, tapi itulah ciri dari Aremania selama ini,’’ pungkas Dityo, kemarin sore.

Sumber : malang-post.com

 

 

Iklan