Malang (beritajatim.com) – Menjelang pertandingan antara Sriwijaya FC melawan Arema dalam laga Community Shield, Sabtu (25/09/2010) malam nanti, Polresta Malang menyiapkan 300 personel untuk mengantisipasi adanya konvosi dadakan yang akan dilakukan Aremania jika mampu menaklukkan tim asuhan Ivan Kolev itu.

Antisipasi pengamanan yang akan dilakukan pihak kepolisian itu disampaikan Kabag Ops Polresta Malang, Kompol Abdul Kholiq, saat ditemui di Mapolresta Malang.

“Khawatir ada konvoi dari Aremania. Kalau Arema nantinya menang terhadap Sriwijaya FC. Kalau pun nantinya Arema tidak juara, kami tetap siaga mengantisipasi adanya hal yang tidak kita inginkan. Namun, saya yakin, Aremania sudah mulai dewasa dan tidak akan membuat onar di daerahnya sendiri,” katanya.
Sebanyak 300 personel tersebut, beber Abdul Kholiq, akan ditepatkan dibeberapa titik. Diantaranya, Jalan Rajawali, Kacuk, Kasin, Alun-alun Kota Malang, Landungsari, dan Arjosari. “Titik ini yang akan stand by bebrapa personel. Karena titik ini dianggap rawan ditempati konvoi Aremania nantinya,” akunya.

Lebih lanjut, Abdul Kholiq berharap, bagaimana Aremania tidak melakukan konvoi, baik tim kesayangannya juara mapun kalah. “Karena secara prosedural kalau akan konvoi, ada izin terlebih dahulu. Makanya, khawatir ada konvoi, kami antisipasi terlebih dahulu,” katanya.

Sementara itu, menurut Media Officer Arema FC Sudarmadji mengatakan, pihaknya meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak tegas kalau ada penonton yang membawa petasan ke dalam stadion.

“Sesuai dengan aturan yang ada, kalau nantinya ada letusan petasan di tribun stadion, maka yang dikenai sanski adalah pihak klub. Soal sanksi, biasanya tergantung komisi disiplin PSSI,” terangnya.

Sementara itu ditempat berbeda, Yustian Ketua Korwil Ngantang Kabupaten Malang mengatalan, pihaknya mengaku tidak ada konvoi kalau nantinya Arema mampu mengalahkan Sriwijaya FC. “Di ajang ini, Aremania tak ada konvoi,” katanya saat dihubungi via telepon.

Lebih lanjut Yustian mengatakan, kalaupun Arema nantinya kalah melawan Sriwijaya FC, Aremania akan menganggap hal yang biasa dalam pertandingan. “Bagi Aremania, tak ada alasan untuk marah. Kalah menang bagi Aremania adalah hal yang biasa dalam pertandingan. Kami selalu menjunjung sportifitas. Tetap satu jiwa untuk Arema dan persepakbolaan di Indoensia,” katanya.

Iklan