MALANG – Dua tim kontestan Indonesia Super League (ISL) Arema dan Persema, disebut-sebut dalam 20 tim yang akan ikut ambil bagian di kompetisi ‘tandingan’ ISL, yakni Liga Primer Indonesia (LPI) yang digulirkan Oktober nanti.
Namun tampaknya, kedua tim mempunyai sikap berbeda seputar rencana digulirkannya LPI. Sekalipun perwakilan kedua tim, sama-sama hadir dalam pertemuan di Jakarta, Jumat (17/9) kemarin.
Dalam pertemuan tersebut, Persema diwakili Manajer Tim, Asmuri. Sementara Arema, hadir Ketua Yayasan sekaligus Direktur Utama PT Arema, HM Nur.
Jika Arema secara tegas menolak ikut serta dalam LPI dan memilih konsentrasi di ISL, Persema baru menentukan sikap setelah ada keputusan tegas dari PSSI.
‘’Persema tidak mau berandai-andai dulu. Kami menunggu kepastian dan keputusan dari PSSI tentang wacana itu. Jika diwajibkan ikut, ya ikut. Begitu juga jika memang diminta untuk ikut dua-duanya, LPI dan Super Liga,” terang Asmuri kepada Malang Post, petang kemarin.
Karenanya, Persema memilih menunggu sampai ada manager meeting di Grand Mulia Jakarta, 20 September nanti. Diprediksi, dalam pertemuan tersebut, PSSI akan mengeluarkan sikap seputar LPI.

’’Pada intinya, saat ini Persema tidak mengeluarkan sikap apa-apa. Kami hanya menunggu kepastian tentang wacana itu dari PSSI,’’ tandas Asmuri.
Terpisah, melalui Media Officer Arema, Sudarmaji, skuad Singo Edan memastikan tidak ikut dalam LPI. Sekalipun saat itu, Arema datang dalam pertemuan yang dihadiri 17 wakil klub dari kasta ISL maupun Divisi Utama.
Kalaupun saat pertemuan itu digelar HM Nur hadir, kedatangan mantan Sekkota Malang itu semata-mata sebagai bentuk komitmen terhadap keprihatinan atas prestasi sepakbola di Indonesia.
’’Jadi sama sekali tidak ada kaitannya dengan Liga Primer Indonesia (LPI). Kami hadir untuk melihat sosialisasi LPI. Tapi tidak secara otomatis kami ikut LPI. Kami justru tetap konsentrasi pada ISL,’’ kata Darmaji, kemarin.
Sebelumnya, penggagas LPI mengklaim sudah ada 20 klub yang ikut. Selain Arema dan Persema, juga ada PSM Makassar, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, PSMS Medan, Persipura Jayapura, Semen Padang, Persitara Jakarta Utara, PSPS Pekanbaru, PSS Sleman, Persijap Jepara, PSIS Semarang, Deltras Sidoarjo, dan Persibo Bojonegoro.
Dalam pertemuan itu, tim perumus LPI menyebut, LPI tidak melanggar statuta PSSI maupun FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional).
Konon, klub peserta LPI tetap menjadi anggota PSSI. Format LPI tidak akan banyak berbeda dengan Super Liga, karena masih masa transisi. Pembedanya, peserta LPI akan mendapatkan dana Rp 20 miliar, sedangkan mayoritas peserta ISL justru masih mengandalkan dana APBD.

Sumber :  malang-post.com

Iklan