Malang (beritajatim.com) – Jelang ajang ISL 2010-2011, klub sepak terbaik Indonesia terus terus berlomba-lomba saling menunjukkan kekuatannya masing-masing.

Arema Indonesia melakukan ujicoba dengan Persija. Dalam ujicoba yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang itu, Arema menunjukkan permainan cepat dan mempu menggasak lawannya Persija 2-0.

Pola permainan anak asuh Miroslav Janu pada pertandingan tersebut, berbeda dibangdingkan dua ujicoba sebelumnya. Mereka memilih bermain cepat dengan mengandalkan umpan-umpan panjang lewat dua sayap yang di huni M Ridhuan dan Dendy Santoso yang di geser di sisi kiri.

Sejak peluit pertama di bunyikan, tekanan langsung di arahkan ke jantung pertahanan Persija. Hasilnya, tim berlogo Singo Edan itu langsung memimpin di awal-awal pertandingan.

Melalui umpan crossing cantik Dendi Santoso di menit ke 3 yang berhasil di sempurnakan Noh Alam Shah menjadi gol lewat heading terarah disisi kanan gawang Hendro Kartiko.
Walaupun sudah unggul satu gol, pasukan Miro tidak mengendurkan serangannya, peluang emas kembali di dapatkan tim kebanggan Aremania itu. M Ridhuan yang mendapatkan bola rebound di luar kotak pinalti gagal membuahkan gol.

Tim tamu Persija, bukannya tanpa peluang, beberapa kali Bambang dan Greg Nwokolo memperoleh peluang matang. Di menit ke 15, Bambang yang tinggal berhadapan dengan Kurnia Meiga gagal menceploskan bola ke gawang Arema.

Demikian juga peluang yang di peroleh Greg hanya melintas di depan gawang Meiga setelah memanfaatkan miskomunikasi lini belakang Arema. Setelah sempat tertekan di seperempat babak pertama Arema kembali mengencangkan serangan.

Beberapa peluang emas di ciptakan. Namun diantantaranya gagal berbuah gol, hanya satu peluang matang saja memperbesar keunggulan Arema. Noh yang memberikan bola pendek ke Esteban yang datang dari lini kedua berhasil menempatkan bola dengan manis di sudut kiri gawang Hendr Kartiko. Akhirnya, Arema menambah kedudukan menjadi 2-0.

Sebenarnya, Arema kembali memperlebar keunggulan, tepat di menit 35, lewat TA Musafri, tapi sayang, gol itu di anulir wasit. Penyebabnya, striker yang musim lalu memperkuat Persija itu terlebih dulu terjebak offside. Hingga peluit panjang berbunyi, Persija tetap tidak mampu membalas  kekalahannya.

Iklan