Malang (beritajatim.com) – Nama Noh Alam Shah atau yang akrab disapa Along, yang hingga kini masih menjadi tumpuan tim berjuluk Singo Edan itu, dipastikan terancam bakal absen dalam tiga laga pertama kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2010/2011 yang akan bergulir 26 September nanti.

Along terancam absen di tiga pertandingan pertama Arema itu, berdasarkan keputusan Komdis PSSI. Dikeluarkannya keputusan ini terkait dengan insiden antara Along dengan pemain Persela Lamongan FX Yanuar di Stadion Kanjuruhan, saat pertandingan ISL putaran kedua musim lalu. Saat itu, kedua pemain terlibat emosi dan nyaris berkelahi.

Tiga laga yang bakal dilakoni tanpa Along itu yakni, pada saat akan melawan Persisam Samarinda di Samarinda, Rabu (29/9). Melawan Bontang FC di Bontang, Sabtu (2/10), juga melawan tim promosi Persibo Bojonegoro, Minggu (17/10) di Stadion Kanjuruhan.

Tanpa hadirnya Along, dipastikan barisan depan Singo Edan akan kurang garang. “Makanya, pihak manajemen Arema telah mengajukan banding pada Komisi Banding PSSI. Namun, hingga kini, belum ada keputusan dari Komding terkait dengan keputusan Komdis untuk Along itu,” aku Media Officer Arema, Sudarmaji kepada wartawan di Malang, Jumat (17/09/2010) siang.
Sudarmaji mengaku, setelah mengajukan surat banding, pihaknya juga belum tahu apakah Komding sudah melakukan sidang terkait kasus Along itu. “Tapi yang jelas, kita sudah kirim nota banding sejak 14 Juni lalu, setelah komdis memberikan keputusan 7 Juni lalu, dan kita juga sudah bayar Rp 10 juta untuk banding,” beber pria yang juga pernah aktif jadi kuli tinta ini.

Menyusul belum adanya keputusan dari Komding PSSI, pihak manajemen Arema aku Sudarmaji, ancang-ancang untuk menempuh cara lain, agar Along bisa terbebas dari sanksi tiga pertandingan di ISL, yang akan merugikan tim kesayangan Aremania itu.

“Rencananya, pihak manajemen akan mengajukan pengampunan pada Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid. Itu atas saran dari Pembina Yayasan (Andi Darussalam Tabusala). Kita diminta mengajukan pengampunan kepada Ketua umum PSSI,” jelas pria asal Banyuwangi ini.

Lebih jelas Sudarmaji menegaskan, Along sudah berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. “Saat ini, secara teknis, pihak manajemen mempersiapkan untuk kemungkinan mengajukan pengampunan itu,” ujarnya.

Iklan