“Sampai kapanpun Arema tidak boleh kolaps”, itulah ucapan dari Andi Darusalam Tabusala pembina Yayasan Arema yang kemarin secara mendadak mengadakan pertemuan untuk pemain, pelatih, manajemen dan kalangan media. Seperti yang dilansir dari situs resmi Arema. ADT menyampaikan secara terbuka, bahwa pada hari Senin lalu (30/8) Ketua Yayasan Arema, Muhamad Nur dan Bendahara Yayasan Arema, Rendra Kresna bertemu dengan jajaran Direksi PT Bentoel Prima. Dalam pertemuan itu untuk membahas komitmen Bentoel untuk membantu pendanaan Arema.

Namun, kata ADT, Bentoel justru mengingkari kesepakatan dengan Arema. Bentoel memutuskan tidak lagi membiayai Arema, padahal lanjut ADT, saat Bentoel melepas manajemen Arema  ke konsorsium, berjanji kepada ADT melalui Darjoto Setiawan, saat itu menjabat Dewan Pembina Yayasan Arema, bahwa Bentoel berkomitmen membantu Arema, kalau ADT duduk sebagai Pembina Yayasan Arema.

Karena demi Arema, komitmen itu dipenuhi oleh ADT. Namun, lanjut ADT, Arema tidak boleh mati, Arema harus tetap jalan apapun yang terjadi. Mulai hari ini, segala tanggung jawab terkait kewajiban PT Arema Indonesia, ada di tangan ADT.
Meski demikian, ADT mengucapkan terima kasih kepada Bentoel karena telah menghidupi Arema untuk beberapa tahun lalu. Menurut ADT, masih ada waktu untuk mmebangun komunikasi dengan Bentoel. ADT berjanji akan terus melakukan komunikasi dengan Darjoto, dirinya akan sangat berterima kasih kalau Bentoel kembali memutuskan untuk membantu Arema. Seandainya, tetap tidak, ADT tetap mengucapkan terima kasih.

Dalam kesempatan itu, ADT juga mengucapkan terima kasih kepada para tokoh yang dulu membesarkan Arema, mulai dari Acub Zainal, Lucky Acub Zainal, Eko Subekti, Ovan Tobing, Edy Rumpoko, Ebes Sugiyono, dari merekalah, lanjut ADT, dirinya banyak belajar untuk mempertahankan Arema tetap eksis. Begitu pula tantangan kedepan, ADT minta dukungan jajaran pengurus yayasan, direksi PT Arema Indonesia, pemain, pelatih, official dan Aremania untuk tetap semangat untuk Singo Edan.

ADT juga titip pesan kepada Aremania agar tetap menjaga kekompakan. ADT tidak pernah berharap kondisi ini terjadi, tapi dia mengaku sangat sedih, 25 hari sebelum ISL bergulir, komitmen dengna Bentoel diputus begitu saja. “Itu sedih buat saya’,” ujarnya.

Tapi, sekali lagi,sambung ADT,dirinya harus berkomitmen menjalankan amanah yang diberikan dari pendiri Arema, juga Aremania. Saya akan konsen mengurusi Arema, saya ingin kedepan Arema menjadi perusahaan terbuka. “Sampai kapanpun, Arema tidak boleh kolaps,,” pungkasnya. 

Sumber :  wearemania.net

Iklan