Sepakbola Pragmatis kembali memakan korban tim elit. Menguasai jalannya pertandingan selama 90 menit, ternyata bukan jaminan bagi Arema untuk mengalahkan badai pegunungan. Maklum keunggulan cepat diawal babak pertama mampu dibalas dengan oleh Persiwa ketika pemain Arema lengah dan melakukan sedikit kesalahan di daerah sendiri.

Itulah sedikit gambaran duel pamungkas Inter Island Cup antara Arema melawan Persiwa. Turun dengan formasi 4-4-2 dengan mengandalkan 2 striker cepat Sunarto dan Dendi. Arema menguasai jalannya pertandingan. Sisi tengah, sisi sayap, mutlak untuk kemenangan Arema.

Hermawan kurang berhasil memimpin anak muda, namun masih ada kesempatan untuk berbenah sebelum kompetisi dimulai (Foto : Abi)

Namun, lagi-lagi sepakbola bukanlah urusan siapa pemegang possesion terbanyak, corner terbanyak atau pemenang jumlah shoot on gol akan menang, Namun Sepakbola ditentukan oleh jumlah bola yang berhasil melawati garis gawang lawan bagaimanapun caranya. Dan hasilnya di babak pertama kedua tim bermain imbang, dengan tanpa berhasil mencetak gol.

Di babak pertama, menit jam berjalan dikisaran 3 lebih 48 detik. Arema memperoleh tendangan pinalti. Tendangan itu diperoleh ketika Dendi Santoso dijatuhkan dikotak terlarang. Akhirnya dengan ketenangan tinggi, Fachrudin berhasil memasukan bola ke gawang Galih.

Tidak panik dengan situasi ketinggalan, Wamena bermain sabar. Duel anak muda antara Arema dan Persiwa ini mutlak dimenangkan Persiwa jika paramater penilaiannya berdasarkan ketenangan mental. Maklum buah kesabaran itu terbukti  ketika Purwoko gagal menghalau bola dengan baik. Karena di menit 64, Persiwa mampu menyamakan kedudukan menajdi 1-1 melalui “heading” pemain Alan Arronggear.

Arema yang unggul Stamina bermain menyerang disisa babak. Inisiatif Miro untuk memasukkan Gunawan, dan Tommy bertujuan meningkatkan daya serang. Namun Persiwa tetap mampu menahan gempuran Arema. Sehingga pertandingan itu berakhir dengan skor sama kuat. Meski sama kuat, Persiwa berhak menuju ke final untuk melawan pemenang grub B.

Pelatih Persiwa, Suharno, mengatakan, lolosnya tim Periswa ke final merupakan hal yang tak terduga, sebab sejak babak pertama dimulai perlawanan Arema terhadap anak asuhnya cukup bagus. “Saya sangat salut dengan permainan Arema. Sebab pemain mudanya bermain dengan semangat tinggi, sehingga pertandingan malam ini cukup bagus,” katanya.

Dengan lolos ke final kata Suharno, akan lebih maksimal dalam latihan untuk meraih juara di IIC 2010. “Dalam permainan tadi itu, Persiwa memang belum maksimal. Karena pemain asingnya kurang bermain optimal. Dan kondisi kesiapan pemain hanya 40 persen,” katanya sembari tersenyum.

Sementara itu, Pelatih Arema, Miroslav ‘Miro’ Janu, menyampaikan kepada wartawan usai pertandingan, meski tim asuhnya gagal melaju ke final, permainan Arema sudah terlihat cukup bagus dan bisa mengimbangi permainan Persiwa yang diperkuat sejumlah pemain senior.

“Walaupun Arema tanpa pemain asing, dan pemain senior, permain yang didominasi pemain muda itu terlihat cukup bagus. Kedepan akan lebih berlatih untuk menuju ISL,” katanya.

Sumber :  wearemania.net

Iklan