Malang (beritajatim.com) – Harapan Arema Indonesia untuk bisa menjadi sang juara di turnamen Inter Island Cup 2010 tak kesampaian. Karena dalam pertandingan melawan Persiwa Wamena yang digelar Selasa (31/08/2010) malam, tim Singo Edan hanya berakhir imbang 1-1.

Tak ayal, atas kegagalan itu, Aremania menuding pelatih Miroslav Janu sebagai biangnya. Hal ini seperti yang dikatakan Alan Biyantoro (35), Aremania asal Malang Selatan, yang ditemui beritajatim,com usai pertandingan di Stadion Kanjuruhan Malang. “Tidak masuknya Arema ke final itu akibat kesalahan fatal yang dilakukan pelatih Janu karena tidak menurunkan pemain asing,” katanya.

Seharusnya, tambah Alan yang tidak mau menyebutkan nama lengkap Korwil Aremania yang diketuainya itu, jauh hari sebelumnya Janu sudah mengatakan di beberapa media, bahwa pemain asing Arema akan diturunkan untuk melawan Persiwa Wamena.

“Tujuannya agar lolos ke final IIC 2010. Karena dalam ajang ini, Arema mewakili Jawa Timur. Artinya harus juara. Saya menilai, Janu itu memang jauh kualitasnya dengan Robert. Kalau Robert sudah terbukti. Bayangkan saja, melawan PSM saja hanya mampu mencetal 1 gol,” katanya.

Dari pantauan beritajatim.com, saat pertandingan melawan Persiwa, Arema memang tidak bisa menurunkan pemain asingnya. Seperti Roman Chmelo, Pierre Njanka dan Noh Alamshah. Namun hanya M Ridhuan yang tampil di posisi gelandang sayap kanan.

Sementara, alasan Njanka perihal posisinya yang absen di pertandingan terakhir grup A turnamen Inter Island Cup 2010 di Stadion Kanjuruhan karena kondisinya kurang fit.

Setelah dikonfirmasi kepada pelatih Arema Indonensia, Miroslav Janu, terkait mengapa tidak menampilkan pemain asing, seperti Njanka dan lainnya, adalah urusan Manajemen. “Saya tidak mau mencampuri urusan manajemen. Yang jelas, Njanka tidak ikut tampil melawan Pesiwa itu karena alasan manejemen. Urusannya dengan manajemen,” katanya singkat.

Sementara, dari informasi yang dihimpun beritajatim.com, tidak tampilnya Njanka dan pemain asing lainnya itu karena sampai kini, pihak manajemen masih belum membayar DP senilai 25 persen dari nilai kontrak masing-masing pemain. Sampai saat ini, pemain asing tersebut hanya teken kontrak saja.

Iklan