MALANG-Post–Manajer-coach Arema Indonesia, Miroslav ‘Miro’ Janu sudah mulai menunjukkan geliatnya. Pelatih asal Ceko ini mulai berburu pemain untuk melengkapi amunisi Singo Edan. Tak terkecuali, posisi bek kiri ternyata diharapkannya masih butuh penambahan seorang bek kiri murni.
Tak salah, jika mantan pelatih PSM Makassar ini melirik Supriadi. Bek kiri yang musim lalu membela Persisam Samarinda dan Persitara Jakarta Utara ini sempat bertemu Miro didampingi Tony Ho, asisten pelatih di Hotel Regent, sebelum berlanjut ikut latihan tim di Lapangan Kusuma Agro Batu, Senin (16/8) lalu.
Supriadi mengaku sangat tertarik bisa membela Singo Edan musim depan. Terlebih, dia sempat nyaris mengenakan kostum kebesaran Arema Indonesia saat era pelatih Bambang ‘Banur’ Nurdiansyah di musim 2007 lalu. Namun, tawaran itu dimentahkan manajemen klub lamanya, Persekabpas Kabupaten Pasuruan dengan tidak lahirnya surat keluar.  ‘’Aku semangat kalau main ke Malang, lawan Arema. Atmosfir di Arema luar biasa, supporternya (Aremania, Red) selalu penuhi stadion. Tentu sangat senang, bisa main di Arema, kalau berjodoh. Arema pernah nawari aku saat aku selesai dari Persekabpas,” ujar Supriadi saat bertemu Malang Post di Hotel Regents, lalu.
Namun, keinginan Supriadi itu harus ditunjang kepemilikan skillnya yang benar-benar mampu meluluhkan hati Miro. Jika tidak, alias pas-pasan, dia bisa harus gigit jari dan memendam keinginannya untuk dapat membela Arema. Setidaknya, keponakan dari mantan pelatih Persema, Subangkit ini harus menunjukkan kemampuannya yang lebih baik atau setara dengan bek kiri andalan Arema Indonesia, Beny Wahyudi.
Belum lagi, Miro sangat ngidam ingin mendapatkan bek kiri murni yang punya tendangan kaki kiri original, alias kidal. Konon, Mahyadi Pangabean juga masuk dalam daftar incar. Namun, Arema terkendala harga kontrak bek kiri Persik Kediri musim lalu ini lantaran berbandrol kisaran Rp 700 juta per musim.
‘’Saya percayakan ke pelatih saja,” terang Supriadi yang tercatat pernah menjadi anak didik Tony Ho saat membela Persmin Minahasa, musim 2006 lalu.

Iklan