Nama Joko ‘Gethuk’ Susilo tampaknya tidak akan lepas dari yang namanya Akademi Arema. Maklum asisten pelatih Arema ini, memulai karir kepelatihannya lewat Akademi Arema yang telah banyak melahirkan pemain-pemain muda berbakat.
Bahkan, menurut struktur organisasi PT Arema Indonesia, Gethuk tercatat sebagai penasehat teknik Akademi Arema. Sehingga mantan pemain Arema ini merasa bertanggungjawab dengan perkembangan Akademi Arema dengan berbagi produknya.
“Untuk musim kemarin, kondisinya memang kurang maksimal, karena memang masih dalam proses transisi kepengurusan Arema. Ya, kita harap tahun ini, akan ada perbaikan lagi, sehingga bisa lebih bagus,” terang Gethuk.
Untuk musim kemarin, tim Arema U-21 dan tim-tim Arema junior lainnya tak memiliki prestasi yang membanggakan. Bahkan pemain-pemain muda hasil binaan Akademi Arema ini nyaris dilupakan, karena pengurus lebig fokus ke tim senior.

“Kita bercita-cita untuk bisa memaksimalkan potensi Akademi Arema, khususnya dengan memiliki manajemen tersendiri, sehingga pembinaan kelompok usai mulai 13 tahun hingga 21 tahun bisa diurus dengan baik,” harap Gethuk.Asisten pelatih yang pernah menjadi striker andalan Arema ini berangan-angan, pengelolaan masing-masing kelompok umur itu dipisahkan. Khususnya dipisahkan dari manajemen tim senior, karena masing-masing beda level.
“Jadi penanganannya lebih focus. Saya yakin Akademi Arema sebagai gudangnya pemain bisa lebih baik. Trubukti, Akademi Arema telah menyumbangkan pemain-pemain bagus di PSSI, termasuk yang berangkat ke Uruguay itu,” yakinnya.
Untuk rencana ke depan, Gethuk ingin mengembangkan sayap Akademi Arema hingga keluar Malang dengan mamanfaatkan mantan-mantan pemain Arema sebagai pelatih. Harapannya, Akademi Arema bisa membuka cabang di seluruh Jawa Timur.
Seperti halnya SSB Chelsea atau Ajax yang telah banyak membuka cabang di seluruh dunia, Akademi Arema diharapkan bisa meniru konsep itu. “Tentunya masih satu manajemen dengan PT Arema Indonesia, dan Akademi Arema bisa jadi asset berharga,” jelasnya.
Menurutnya, bukan sesuatu yang mustahil, Akademi Arema membuka banyak cabang di luar Malang dengan konsentrasi sekolah sepakbola kelompok umur. “Tak hanya kuantitatif, tapi kualitatif harus kita perhatikan dengan baik, agar Akademi Arema ini bisa berkembang dengan bagus,” pungkas Gethuk.

Sumber : malang-post

Iklan