MALANG – Rangkaian acara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Arema berlangsung cukup hikmat di halaman depan kantor Arema, kemarin sore. Semua berlangsung lancar, mulai dengan pengobatan gratis, pemberian santunan pada anak yatim piatu, pengajian hingga ditutup dengan buka bersama.
Ada sekitar 50 orang lebih pasien yang melakukan pengobatan gratis dan ada 100 anak yatim yang menerima santunan dari PT Arema Indonesia. Mereka semua berbaur menjadi satu dengan pengurus, pemain dan Aremania untuk merayakan HUT yang bersmaan dengan hari pertama bulan puasa Ramadan.
‘’Pada hari ulang tahun ke-23 Arema ini, kita bersyukur, karena Arema mampu menjadi klub yang bisa eksis, dan bisa memberi sumbangsih yang cukup besar, bisa beri juara untuk kegiatan apa pun,’’ ungkap Presiden Kehormatan PT Arema Indonesia, Rendra Kresna.
‘’Kedepan, untuk bisa memberi kontribusi lebih dan memberi nilai-nilai yang lain, Arema harus lebih solid, baik Yayasan, manajemen, pelatih, pemain dan tentunya suporter. Kita harus bisa menjaga kebersamaan ini agar Arema tetap eksis dan untuk kemajuan sepakbola Indonesia,’’ sambungnya.
Presiden Kehormatan yang juga Bendahara Yayasan Arema ini menjelaskan, sukses tim Arema tidak hanya ditentukan olah satu elemen. Menurutnya bukan karena hanya pelatih atau pemain, namun semua unsur yaitu pengurus, manajemen, Aremania dan semua orang yang mendukung Arema.
‘’Jadi, Arema bisa meraih gelar juara ini adalah hasil jerih payah semua pihak. Karena itu, kita harus bisa menjaga kebersamaan dan kekompakan ini. Khususnya pada Aremania kita sangat berterimakasih, karena Aremania tidak sekadar suporter, tapi juga pendukung dana tim Arema,’’ terang Rendra.Sementara itu, Ketua Yayasan Arema yang juga Direktur Utama PT Arema Indonesia, Muhammad Nur dalam sambutannya mengaku, HUT Arema kali terasa istimewa lantaran tim berjuluk Singo Edan ini baru saja meraih gelar juara Indonesia Super League dan runner up Piala Indonesia.
‘’Kebetulan juga HUT Arema bersamaan dengan bulan puasa dan hari kemerdekaan. Jadi kalau puasa itu merdeka dari hawa nafsu, Agustus itu merdeka dari penjajajan dan Arema merdeka dari paceklik gelar juara. Ini semua adalah kerja keras semua pihak,’’ yakin M Nur.
‘’Musim depan, tantangan untuk Arema akan semakin besar, karena mempertahankan gelar juara itu lebih berat dibandingkan saat merebutnya, dan kita juga harus membawa nama baik Arema di ajang Liga Champion Asia, karena itu pada momen ulang tahun ini, kita perlu tingkatkan rasa kebersamaan ini,’’ lanjutnya.
Salam satu jiwa pun menjadi salam untuk mempersatukan semua elemen yang mendukung suksesnya tim Arema. Sayang, tidak semua undangan hadir dalam acara HUT Arema tersebut, diantaranya pendiri Arema, Lucky Acub Zaenal tak tampak di tengah-tengah para undangan, sekalipun sudah diundang secara resmi.
‘’Sudah, kami sudah mengundang semuanya. Termasuk tetua Arema yang lain. Namun kami tidak tahu kenapa beliau tidak hadir,’’ ujar Siti Nurjanah, Direktur PT Arema Indonesia.

Iklan