MESKI sudah lama berpisah dengan Arema, namun dalam hati Benny ’Bendol’ Dollo, tidak bisa melupakan kebersamaan dengan Arema dan Aremania. Karena selama tiga tahun berkiprah bersama Singo Edan, Bendol sudah merasa sebagai arek Malang.
’’Sampai hari ini pun, dalam hati saya masih tetap cinta Arema dan Aremania. Hanya karena tuntutan profesi, saya harus berpisah. Tetapi kenangan indah itu sama sekali tidak bisa saya lupakan dan saya juga tak ingin melupakan,’’ ujar Bendol kepada Malang Post, semalam.
Karena itulah, menyambut ulang tahun ke 23 Arema, Bendol berharap agar semua pihak memandang Arema sebagai sebuah aset yang mahal harganya. Dia juga melihat, sangat janggal kalau sampai Arema kekurangan dana.
‘’Seharusnya tokoh-tokoh bola, pengusaha atau siapapun juga di Malang Raya turun untuk mendukung Arema. Lihatlah Arema sebagai sebuah aset yang harus dipertahankan. Jika mereka turun, saya yakin Arema akan semakin berkibar,’’ imbuh pelatih kelahiran Bolaang Mongondow itu.
Belum lagi, papar ayah dua putra ini, Arema dalah pionir tim yang berpikir dan berbuat secara profesional. Arema juga bisa membuktikan bahwa setiap tim, bisa hidup tanpa sokongan dana pemerintah.
’’Tim pertama yang benar-benar dikelola secara profesional itu, Arema. Tim pertama yang tidak pernah makan uang dari pemerintah itu Arema. Jadi, Arema memang pantas dicontoh,’’ tandasnya. Apalagi dukungan suporter, Aremania, yang sangat tinggi, membuat tim berjuluk Singo Edan ini terus eksis. Bukan sekadar ada, tetapi Arema juga berada di titik tertinggi kasta sepak bola tertinggi di Indonesia.
Dukungan suporter, dalam kacamata Bendol tidak sekadar memberikan support di pertandingan, tapi mereka juga memberikan kontribusi secara signifikan. Wujudnya dengan mau membeli tiket.
’’Arema itu sebuah tim yang memiliki spesifikasi tersendiri, yang itu membedakan dengan klub lain. Bahkan sulit ada klub yang bisa menyamai Arema. Spesifikasi itu yang paling utama adalah sinergi antara Arema dan Aremania. Keduanya sama-sama membutuhkan dan sangat kompak,’’ kata dia.
Nah, menjelang Arema berulang tahun, Bendol benar-benar berharap sinergi antara Arema dengan Aremania, Arema dengan tokoh bola dan masyarakat, terus dikembangkan. Bendol sangat yakin, Arema akan terus eksis dan layak menjadi contoh.
’’Saya sudah merasakan. Saya tiga tahun bersama Arema. Dan saya tidak menemukan tim lain seperti Arema. Jadi, saya juga sampai saat ini masih tetap cinta Arema dan Aremania,’’ demikian Bendol.

Sumber : malang-post

Iklan