SURABAYA – Begitu parahkah kondisi keuangan Arema? Pertanyaan ini masih menjadi teka-teki. Meski pemain dan pelatih Arema belum juga menerima gaji bulan Juni kemarin dan kemungkinan juga untuk gaji bulan Juli, Direksi PT Arema Indonesia menyatakan ada uang.
Kepastian Arema ada uang dan tunggu waktu untuk turun ini disampaikan langsung Direktur PT Arema Indonesia, Muhammad Nur. Bahkan pria yang juga Ketua Yayasan Arema ini memastikan, Arema tak membutuhkan dana talangan.
Namun persoalannya, pemain belum juga menerima hak mereka. Bahkan, lantaran kebutuhan keluarga harus tetap terpenuhi, menurut pelatih Arema, Robert Alberts ada pemain Arema yang terpaksa mencari utanngan.
’’Ya, pengurus bilang tidak ada krisis financial, tapi kita belum menerima gaji, kita bingung dan tidak mengerti. Ada pemain seperti Zulkifli itu sampai harus mencari utangan, karena memang sudah hampir dua bulan tidak ada gaji, sedangkan bonus Arema itu kecil,’’ terang Roberts.
Itu baru Zulkfli yang diketahui telah mencari pinjaman uang, belum pemain lainnya. ’’Iyalah, kita cari pinjaman karena memang tidak ada uang,’’ sebut Zulkifli saat ditemui Malang Post sebelum latihan kemarin pagi.Bagi pemain yang belum berkeluarga, mungkin keterlambatan gaji sebulan atau dua bulan tidak begitu terasa. Namun untuk pemain yang sudah berkeluarga dan hanya bertumpu pada pemasukan gaji dari sepakbola, sepertinya tak ada pilihan kecuali hutang.
Jika mengacu pada informasi sebelumnya, gaji pemain ini masih menunggu dana dari PT Liga Indonesia. Khususnya dana dari uang hadiah juara, dan uang lainnya yang terkait dengan sponsor Liga Super. Seperti kompensasi siaran langsung.
Menurut rencana, uang tersebut akan dicairkan sponsor yaitu pihak Djarum, begitu PT Liga Indonesia menyelesaikan laporan kompetisi musim ini. Sementara kompetisi masih menyisakan satu pertandingan tunda Persik vs Persebaya.
Pertandingan tersebut dijadwalkan digelar 5 Agustus mendatang di Kediri. Itu pun masih belum jelas, lantaran Persebaya masih mengancam tidak bertanding dan berpeluang untuk molor lagi, yang mungkin berdampak molornya uang hadiah itu.
Artinya, jika uang hadiah itu tak kunjung cair, maka akan semakin banyak pemain Arema yang harus cari hutangan untuk bertahan hidup. ‘’Bukan hanya pemain, dokter juga belum terima gaji,’’ ungkap dokter tim Arema, Robert Rudianto bersuara.

Sumber : malang-post.com

Iklan