SIDOARJO – Kebrutalan bonekmania benar-benar luar biasa. Setelah menghantam kepala Aremania di Jl Pahlawan Sidoarjo, mobil umum pun menjadi sasaran amuk mereka. Meski tidak ada kaitannya dengan Aremania, sedikitnya lima unit mobil berbagai jenis hancur setelah dihujani batu sebesar kepala orang dewasa.
Ke lima mobil itu Avanza, Zenia, Hodan Civic, Bison dan Susuki pick up yang tengah melintas di Raya Gedangan, tepatnya di depan pom bensin. Entah karena apa, mereka tiba-tiba menjadi amuk bonekmania. ‘’Justru ketemu rombongan Aremania tidak ada masalah. Ehh, ini ketemu bonek saya malah dihajar,’’ kata Wiwik, warga Sidoarjo kepada Malang Post  Polres Sidoarjo, kemarin petang.
Beruntung, warga sekitar lokasi kejadian ikut mengamankan para pelaku. Sebanyak tiga orang langsung dihajar kemudian digiring ke Polres Sidoarjo, berikut seluruh barang bukti. Mulai batu, alat pemantik las sampai besi beton neser yang digunakan menghajar bodi mobil.
‘’Kenapa kamu lakukan ini,’’ tanya petugas. ’’Saya dendam pada Aremania,’’ ungkap M Ridwan, 15, warga Jl. Hangtuah Surabaya. Ketika ditangkap Ridwan tengah membawa dua dos alat pemantik yang biasanya digunakan bengkel las.Menurut dia, alat las itu rencananya akan dinyalakan dan dilempar ke arah Aremania, yang tengah konvoi. Tetapi, Ridwan tidak tahu, alat las itu tidak bisa memancarkan api seperti kembang api. ‘’Kamu bakar apa kamu tusukan,’’ tanya petugas. ”Sumpah pak. Ini mau saya bakar dan tak lempar,” kata Ridwan.
Selain Ridwan, polisi juga mengamankan dua pelaku lainnya yaitu Zaini, 23, warga Jl. Wonokusumo Jaya Baru dan Mat Supii, 43, warga Jl. Wonokusumo Bhakti Surabaya. Dari ketiga pelaku, kondisi Supii terlihat cukup parah. Wajah dan matanya terus mengeluarkan darah akibat dihajar warga sekitar SPBU Gedangan.
Seluruh korban mengaku bingung, siapa yang akan mengganti kerusakan mobil mereka. Karena, mobilnya tidak ada yang diasuransikan. Termasuk Avanza B 2488 PX yang dikemudiakan Antonius dari Pakis Malang menuju Surabaya. Begitu juga dengan Sofi yang mengendarai Xenia B 8661 YS karena mobilnya hancur kaca belakang dan samping.
Seluruh tersangka sampai tadi malam masih dimintai keterangan, atas perbuatan mereka. Didepan semua barang bukti yang mereka gunakan untuk menghajar lima mobil, semuanya berusaha mencari alibi sendiri-sendiri atas perbuatannya.
Sementara itu, salah seorang Aremania, Andik, harus dilarikan ke RS Delta Surya, setelah kepalanya ditimpuk batu bata yang dilakukan oknum supporter Persikmania yang bergabung dengan Bonekmania.
Tepat pukul 15.16 WIB, Andik dan rombongan motor Aremania melintas dari arah barat menuju ke stadion Delta Sidoarjo. Dan ketika rombongan persis di pertigaan depan RS Delta Surya, sekitar 15 orang Persikmania dan Bonekmania, tanpa pikir panjang langsung menghujami rombongan dengan batu.
Sikap tidak terpuji ini, rupanya sudah mereka siapkan dari rumah. Buktinya, mereka tidak perlu mencari batu di pinggi jalan, ketika melempari Andik dkk. Sebab, di dalam tas mereka sudah tersedia batu-batu yang sengaja memang hendak dipergunakan menghajar rombongan Aremania.
Plakk …!!! Sebuah batu bata menghantam persis kepala Andik, yang mengendarai Honda Vario warna biru bernopol DK 7187 DI. Seketika itu juga, Andik langsung tersungkur persis dipinggir taman pemisah Jl. Pahlawan. Mengetahui rekannya terjungkal, Aremania lain berusaha menolong dan mengejar pelaku, yang rata-rata masih berusia belasan tahun.
Sayangnya, mereka sudah keburu lari masuk ke kawasan perkampungan. Andik pun digotong ke pinggir jalan dalam kondisi luka parah di bagian kepalanya sisi kiri. Beruntung petugas yang berjaga di bundaran stadion mengetahui. ‘’Segera bawa ke RS Delta Surya saja,’’ perintah Iptu Wika, KBO Lantas Polres Sidoarjo.
Sebelum kedatangan rombongan, beberapa suporter Persikmania yang menggunakan angkutan umum, memang sering membuat ulah. Ketika melintasi perkampungan di sisi utara stadion, mereka pun terlibat pertengkaran dengan warga perumahan, yang tidak mau arealnya dilewati Persikmania.
Akibat ulah ini, beberapa polisi pun harus kejar-kejaran sampai masuk ke kampung-kampung. Dalam insiden ini tidak ada satu pun yang diamankan, karena mereka datang memang untuk menonton pertandingan.
Perlakuan terhadap Andik sebenarnya bukan satu-satunya. Rombongan sepeda motor Aremania juga telah mengalami hal serupa ketika melintas di bundaran Apollo, Gempol. Dengan mengendarai motor, dari arah berlawan (ke selatan) sekelompok suporter melempari batu ke Aremania, yang tengah menuju arah utara.
Sementara itu dari pantauan Malang Post menunjukkan, rombongan Persikmania yang datang menggunakan angkutan umum dan sepeda motor, sebenarnya keder juga menghadapi Aremania.
Buktinya, untuk mencapai stadion mereka harus mencuri-curi jalan agar tidak berpapasan dengan Aremania, yang begitu datang langsung memasang bendera besar di sisi selatan stadion.
Selain menerjunkan 3 ribu pasukan, Polres Sidoarjo, kemarin sore, terpaksa harus menambah tiga unit water cannon dari unit yang sebelumnya sudah disiapkan di depan stadion. Bahkan, Iqbal terlihat mobiling terus memantau kedatangan kedua supporter kea real stadion. (has/avi)

Sumber : malang-post.com

Iklan