suarasurabaya.net| Sebanyak 135 suporter bonek ditangkap Polres Sidoarjo pasca pertandingan Arema Malang melawan Persik Kediri di Gelora Delta Sidoarjo, Rabu (28/07) sekitar pukul 11.00 WIB sampai Kamis (29/07) pukul 02.00 WIB. Mereka ditangkap di sekitar Kecamatan Candi, perbatasan Sidoarjo-Pasuruan saat akan menghadang suporter Arema saat akan pulang.

AKP ERNESTO SAISER Kasatreskrim Polres Sidoarjo pada suarasurabaya.net mengatakan mereka ditangkap saat sedang sembunyi di semak-semak dan bawah jembatan Desa Kedung Cendo, Candi. Selain itu, polisi juga mengamankan 53 unit sepeda motor milik suporter bonek.

Mereka dibawa ke Mapolres Sidoarjo untuk diperiksa dan didata. Dalam pemeriksaan, kata ERNESTO, diketahui bahwa aksi penyergapan oleh bonek ini sudah terkoordinasi. Buktinya, ada sms yang diterima beberapa bonek yang isinya perintah untuk mencegat suporter Arema di Candi. SMS itu dikirim seorang bonek berinisial JO, yang juga sudah ditangkap polisi.
Selain mengamankan suporter bonek, polisi juga sempat menyisir suporter Arema saat pulang. Polisi menyita beberapa batu dan ketapel dari tangan mereka. ”Kita mendata dan mengambil gambar mereka untuk database. Setelah itu kita lepas mereka,” kata ERNESTO.

Sedangkan 135 suporter bonek ditahan sementara di Mapolres menunggu Sidoarjo bersih dari suporter Arema. Sekitar Subuh tadi mereka sudah dilepas tapi 5 bonek masih ditahan. Tiga bonek tertangkap tangan melakukan pelemparan mobil berplat Jakarta dan Malang di Gedangan kemarin sore, 2 bonek asal Pasuruan ditangkap di Jl. Gajah Mada dalam kondisi mabuk dan membawa batu, serta seorang copet yang digebuki massa di GOR Delta Sidoarjo.

Menurut ERNESTO, aksi pencegatan suporter Arema oleh suporter Bonek ini dilakukan karena dendam lama. Dari pengakuan sejumlah bonek, alu mereka juga dihadang dan dilempari batu saat Persebaya dijamu Arema tahun 2005 lalu. ”Ini adalah dendam lama,” kata dia.(edy)

Iklan