Surabaya (beritajatim.com) – Pertandingan ‘dagelan’ antara Persik Kediri lawan Persebaya Surabaya akan dilangsungkan, Kamis mendatang di stadion Brawijaya Kota Kediri. Berbagai kemungkinan bisa terjadi pada laga ulangan ini. Apalagi pertandingan ini tidak menyangkut Persebaya dan Persik saja, tapi juga Pelita Jaya, Karawang.

Dalam pertandingan ini, Bajul Ijo memang memegang kunci. Mereka bisa saja menyelamatkan diri sendiri. Tapi Persebaya juga bisa membantu Persik atau Pelita Jaya untuk masuk pertandingan playoff lawan Persiram Raja Ampat. Berikut akan diuraikan kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi pada laga sesama tim Jawa Timur ini.
Pertama
Persebaya menang. Kemenangan dalam hal in mempunyai syarat-syarat khusus. Jika Persebaya menang 1-0. Otomatis mereka bakal terdegradasi ke divisi utama. Tak sendirian, mereka juga akan menggandeng Persik. Sebaliknya, hasil ini membuat Pelita Jaya masuk babak playoff karena unggul selisih gol dari Bajul Ijo.

Tapi jika Persebaya menang dengan selisih dua atau tiga angka dari Macan Putih, maka merekalah yang akan bertanding lawan Persiram di babak playoff. Itu berarti playoff ini akan menjadi yang kedua selama dua musim berturut-turut. Sedangkan Persik dan Pelita Jaya harus legawa karena turun ke Divisi Utama.

Bila melihat kondisi tim saat ini, kemenangan di kandang Persik sangat mustahil terjadi. Anak asuh Rudy William Keeltjes mengalami degradasi mental yang luar biasa. Ini tak lepas dari faktor non teknis, seperti belum dibayarnya gaji dan 25 persen sisa kontrak. Tak hanya itu, selama ini baik manajemen dan pengurus sepertinya acuh dengan kondisi yang menimpa tim.

Kedua
Pilihan kedua adalah Persebaya kalah dari Persik. Persik memang mebutuhkan keajaiban. Anak buah Agus Yuwono ini harus menang lebih dari tujuh gol jika ingin masuk playoff. Tapi hal itu bisa saja terjadi, mengingat kedua tim sama-sama berasal dari Jawa Timur. Sebagai bentuk kerukunan dan solidaritas sesama tim jatim, bisa jadi sepakbola gajah Persebaya akan terulang.

Selain memainkan sepakbola gajah untuk menyingkirkan Pelita Jaya, Bajul Ijo juga bisa menggunakan opsi kedua, yakni menurunkan tim U-21-nya. Pilihan ini bisa dilakukan, apalagi kondis tim utama sedang tidak harmonis. Ini tak lepas dari beberapa kewajiban pemain yang belum dibayarkan manajemen.

Menghadapi tim U-21 tentu lebih menguntungkan Persik. Sebab kesempatan untuk menang lebih dari tujuh gol akan sangat terbuka. Apalagi di atas kertas kualitas tim U-21 Persebaya tentu masih di bawah pemain-pemain utama tim asal Kota Tahu ini.

Namun bila melihat kondisi terakhir, kecil kemungkinan hal itu terjadi. Apalagi Persebaya dalam posisi dirugikan dengan keputusan tanding ulang ini. Kalaupun Persebaya kalah, nilainya pasti kurang dari tujuh gol, meski saat ini Persik dalam peforma terbaik. Jika hal ini terjadi, maka Pelitalah yang akan masuk babak playoff. Sedangkan Persik dan Persebaya sama-sama terdegradasi.

Ketiga
Pilihan terakhir adalah Persebaya mengundurkan diri dari pertandingan ini. Bisa jadi opsi inilah yang saat ini sedang dipikirkan oleh manajemen dan pengurus Persebaya. Alasannya sangat jelas, yakni mereka sangat marah dan tidak habis pikir dengan keputusan aneh PT Liga Indonesia (PTLI) yang mengulang pertandingan lawan Persik.

Jika pilihan ini dilakukan, Persik memang menang, tapi nilainya hanya 3-0 karena Bajul Ijo dinyatakan kalah WO. Jika kemungkinan ini terjadi, maka Pelita Jaya yang masuk playoff. Sedangkan Persebaya dan Persik terdegradasi ke Divisi Utama.

Selain kalah WO, hukuman yang diterima Bajul Ijo bisa berlipat. Menurut kabar, jika Persebaya mundur, PSSI sudah menyiapkan hukuman khusus. Persebaya memang terdegradasi, tapi bukan ke Divisi Utama, melainkan Divisi Satu. Mengapa? Memang aneh dan tidak ada alasan yang masuk akal untuk menjelaskannya. Tapi hukuman ini bisa saja diberikan, toh selama ini PSSI punya banyak alasan untuk berkelit dari hal yang tidak logis sekalipun.

Sederhananya, kalau hukuman kalah WO yang jelas-jelas tidak bisa dibanding saja masih dilanggar dan parahnya lagi dikabulkan oleh Komisi Banding (Komding), bukan mustahil PSSI akan membolak-balikkan aturan agar Persebaya terjerumus ke Divisi Satu. Apalagi Bajul Ijo dan Ketuanya, Saleh Ismail Mukadar dikenal ‘bad boys’ karena selalu melontarkan kritikan pedas untuk organisasi yang dipimpin mantan narapidana, Nurdin Halid ini.

Ingat, segala kemungkinan memang masih terjadi. Bahkan pertandingan ulang itu bisa tidak dihelat jika permohonan Persebaya ke AFC dan FIFA dikabulkan. Jadi, opsi mana yang akan terjadi di laga ‘dagelan’ nanti? Kita lihat saja nanti.[sya/ted]

Iklan