SIDOARJO – Usai lolos dari lubang jarum dengan menyingkirkan Persib Bandung di babak 8 besar Piala Indonesia 2010, ketangguhan Arema kembali diuji untuk laga semifinal menghadapi Persik Kediri di stadion Gelora Delta Sidoarjo, malam ini mulai pukul 20.00 WIB (live RCTI).
Duel klasik ini akan menentukan satu tim yang mewakili Jawa Timur ke babak final Piala Indonesia. Singo ‘Arema’ Edan dan Macan ‘Persik’ Putih bakal saling terkam untuk mendapatkan satu tiket final menghadapi pemenang laga Persipura vs Sriwijaya FC, tadi malam. Bagi Arema, tidak ada cara lain menunju final yaitu dengan mengalahkan Persik untuk ketiga kalinya musim ini. Tekad itu yang kini tengah dikobarkan pelatih Arema, Robert Alberts kepada Pierre Njanka dkk. Sekalipun, tim Arema harus bertanding dengan kondisi belum terima gaji.
‘’Kunci sukses untuk menang dari Persik adalah bisa cetak satu gol lebih banyak dibanding Persik, itu saja,’’ ungkap Robert usai memimpin latihan di Stadion Gajayana, kemarin pagi. ‘’Seperti biasanya kita akan berusaha semaksimal mungkin,’’ sambung pelatih asal Belanda ini.Diakuinya, meski kondisi Arema tidak cukup ideal untuk urusan financial, bukan menjadi penghalang untuk terus melaju ke final, 1 Agustus mendatang. Hanya dengan raih kemenangan atas Persik, tim kebangaan Aremania ini menjaga peluang raih gelar double winner.
‘’Apa pun yang terjadi di lapangan, itu semua tergantung pemain. Kita akan berusaha bermain sebisa mungkin dengan suasana yang menyenangkan, jadi kita bisa bermain dengan enjoy. Besok (malam ini, Red.) tidak ada yang mau kita buktikan, kita ingin enjoy dengan apa yang kita lakukan dan enjoy dengan permainan Arema,’’ yakin Robert.
‘’Saya senang melihat kondisi pemain yang kembali termotivasi, tapi perlu diketahui itu tidak mudah, dan ini adalah kerja keras tim pelatih untuk membangkitkan semangat tanding pemain. Saya tidak mungkin mengatakan rahasia saya bisa memotivasi pemain,’’ lanjut pelatih berkacamata ini.
Robert memastikan, timnya kini konsentrasi penuh untuk mengalahkan Persik, malam ini. Taktik dan strategi telah disiapkan pelatih yang sukses mengantarkan Arema raih gelar juara Indonesia Super League 2009/2010 ini. Sementara untuk lawan di final nanti, Robert mengaku tidak peduli.
‘’Target kita saat ini adalah menuju final, baru setelah itu kita pikirkan lawannya, dengan menyusun rencana baru. Sekarang kita fokus di semifinal besok dan kita fokus hanya lawan Persik,’’ pungkas Robert yang kembali bisa menurunkan formasi pemain terbaiknya malam ini.
Satu-satunya pemain andalan Arema yang tidak bisa tampil adalah Esteban Gullien yang kontraknya memang tak diperpanjang. Namun sebagai gantinya, Robert telah menyiapkan Juan Revi untuk menggantikan posisi Esteban. Selain Esteban, Arema juga kehilangan Dendi Santoso.
Gelandang sayap kiri itu absen karena hukuman kartu merah. Namun itu tidak terlalu mempengaruhi kondisi tim Arema. Pasalnya, selama ini Dendi lebih sering sebagai pemain pengganti. Sedangkan satu striker lokal Arema, Rahmad Afandi menurut Robert sudah siap diturunkan untuk memback up posisi Noh Alamshah.
Sementara bagi Persik sendiri, lolos ke semi final dianggap kepalang tanggung. Karenanya, mereka ingin mengalahkan Arema untuk bisa melaju ke final. Karena tim yang merasa tak diunggulkan ini menganggap laga semifinal ini adalah pencapaian diluar target Persik.
‘’Kita lolos ke semifinal Piala Indonesia ini sudah sebuah sejarah, karena selama ini Persik maksimal sampai babak 8 besar, jadi sudah kepalang tanggung, hasil ini akan kita lanjutkan di pertandingan semifinal besok (malam ini, Red.),’’ ungkap pelatih Persik, Agus Yuwono saat jumpa pers di stadion Gelora Delta Sidoarjo, kemarin sore.
Pelatih asal Malang ini mengakui, timnya telah melampui taret sebelumnya yang hanya ingin lolos dari babak 32 besar. Untuk itu, Agus berharap pemainnya bisa main lepas dan melupakan status Persik yang sebenarnya dalam ancaman degradasi dari Indonesia Super League.
‘’Kita akui, kondisi Persik saat ini bertolak belakang. Di Liga Super, posisi dan mental Persik sangat drop dan bergantung pada tim lain untuk lepas dari degradasi, tapi kita minta pemain untuk lupakan itu dulu, pengaruh jelas ada, tapi kita berusaha meminimalisirnya,’’ yakin Agus.
‘’Kita harap dengan Persik melewati target hingag sampai di semifinal Piala Indonesia, pemain bisa tampil tanpa beban menghadapi tim juara. Kita menyadari, Persik tim yang minim pengalaman dianding tiga tim peserta semifinal lainnya, tapi kita berharap pemain tampil lepas tanpa beban,’’ sambungnya.
Mantan asisten pelatih Persema dan Persela ini menyadari, mengalahkan tim Arema bukan pekerjaan mudah. Apalagi pelatih yang juga mantan pemain Arema ini memahami betul karakater dan motivasi tim SIngo Edan. Namun demikian, 19 pemain yang dibawanya sudah siap semua menghadapi Arema.
‘’Saya sebagai orang Malang, tahu bagaimana permainan Arema. Tapi pertandingan besok (malam ini, Red.) harus bisa kita menangkan, kita akan berusaha tunjukkan permainan terbaik. Pemain bertekad, apa pun hasil dari pertandingan besok, yang penting fight,’’ yakin Agus yang timnya sukses menyingkirkan Persija di babak 8 besar.
Perihal taktik dan strateginya, Agus mengaku juga akan mengandalkan organisasi permainan timnya seperti halnya yang dilakukan Arema selama ini. Pasalnya, menurut mantan pemain yang pernah gabung Timnas Garuda ini, kebanyakan tim kini tidak hanya mengandalkan satu-dua pemain, tapi lebih mementingkan kekompakan.
‘’Dari dua kekalahan sebelumnya, kita akui Persik memang kalah di organisasi, untuk itu besok harus lebih baik. Baik Arema maupun Persik tentu sudah saling mengetahui, meski tim Arema tentu juga telah banyak berubah,’’ sebut Agus yang timnya bakal tampil menyerang.
‘’Untuk bisa menang, kita harus tampil menyerang. Kalau dari tengah tidak bisa, mungkin dari samping atau dari individu pemain, tapi harus diatur waktunya, kapan saat menyerang dan kapan saat bertahan,’’ pungkas pelatih yang kemarin pagi mengusung pemainnya coba lapangan stadion Gelora Delta Sidoarjo ini. (bua/avi)

Sumber : malang-post.com

Iklan