BANDUNG-Stadion Siliwangi, Bandung akhirnya diputuskan tidak bisa menggelar pertandingan Persib Bandung menghadapi Arema untuk leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia 2010, sore ini. Keputusan itu diambil usai technical meeting di kantor Persib, kemarin sore.engawas Pertandingan (PP), Ramli Roto yang memimpin technical meeting meyakinkan bahwa stadion Siliwangi tidak layak untuk menggelar pertandingan tersebut. Sekalipun panpel Persib sebenarnya bersikukuh dan merayu tim Arema untuk bisa tetap menggelar pertandingan di Siliwangi. “Tadi pagi, pukul 06.00 WIB, saya sudah lakukan inspeksi di stadion Siliwangi, dan hasilnya stadion ini saya nyatakan tidak layak untuk menggelar pertandingan Persib lawan Arema besok sore (sore ini), seddangkan stadion Jalak Harupat tidak bisa digunakana karena tidak ada izin dan masih di renovasi,” ungkap Ramli.
“Tadi saya sudah kirim email foto dan surat pernyataan saya terkait kondisi stadion Siliwangi ini kepada PT Liga Indonesia sebagai penyelenggara Piala Indonesia, saya juga sudah kirim faks, tapi disini saya tidak berhak memutuskan, karena keputusan ada di PT Liga Indonesia,” sambungnya.
Pihak panpel Persib sendiri berusaha mencari celah dengan mengupayakan adanya perbaikan kondisi Siliwangi. Sehingga panpel pun berharap ada komporomi dari tim Arema. Paslanya panpel Persib siap menyelenggarakan pertandingan ini di stadion Siliwangi, dengan resiko apa pun.“Bukan soal kompromi atau tidak, tapi kondisi stadion memang tidak layak, dan kita tidak mungkin memaksakan diri bermain disitu,” ungkap asisten manajer tim Arema, Rudy Soesamto perihal tawaran untuk tetap main di Siliwangi. “Tidak mungkin main dengan kodisi lapangan seperti itu,” imbuh asisten pelatih Arema, Joko Susilo.
Setelah tidak menemukan kata sepakat, PP memutuskan untuk menunda siding technical meeting dan membawa kedua tim ke stadion Siliwangi. Termasuk dari perwakilan Pengda PSSI Jawa Barat ikut hadir untuk memastikan kondisi terkini stadion Siliwangi.
Hasilnya, tidak ada perubahan yang lebih baik dari kondisi sebelumnya. Kondisi lapangan justru mengeras dan sangat berbahaya untuk para pemain kedua tim. Kedua gawang pun baru dipasang begitu ada pengecekan ulang ini. Perangkat pertandingan yang ikut memantau pun dibuat geleng-gelang tak percaya.
Setelah hampir 30 menit melihat kondisi stadion Siliwangi dan bisa dipastikan tidak layak untuk menggelar pertandingan sore ini, panpel Persib menempuh cara lain dengan mengupayakan bisa menggelar pertandingan di Jalak Harupat. Sekalipun hingga kemarin sore belum mengajukan izin kepada pihak kepolisian.
“Kita minta pengertian dari Arema, saat ini kita mengupayakan agar pertandingan bisa diselenggarakan di Jalak Harupat, kita minta waktu pada Arema, paling lambat hingga besok siang (sing ini) untuk kepastian stadion ini,” ungkap salah seorang perwakilan dari panpel persib.
Beberapa saat kemudian, Rudy bersama Joko dan Adrianto memilih berangkat ke stadion Jalak Harupat untuk memastikan kondisinya. Ternyata kondisi lapangan masih cukup bagus, dan yang direnovasi hanya tribun penonton dan sekitar stadion. Namun proses renovasi ini masih menjadi tanggung jawab kontraktor.
Pihak kontraktor belum menyerahkan pada pihak Kabupaten Bandung sebagai pengelola stadion. Sehingga panpel Persib tidak hanya mengurus izin keamanan dari pihak polisi, namun juga harus mengupayakn izin dari pengelola stadion. Sehingga, sampai berita ini ditulis belum ada kepastian dari panpel Persib.
Lalu bagaimana sikap PT Liga Indonesia? “Kalau memang stadion Siliwangi tidak bisa, ya pindah. Dan yang paling realistis adalah pindah ke stadion Jalak Harupat, kalau tidak bisa digelar di Jalak Harupat, berarti Persib kalah, itu saja,” jawab CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono kepada Malang Post, tadi malam.
Artinya, jika memang pertandingan tak bisa dilaksanakan di Jalak Harupat, Persib dinyatakan kalah WO. “Ya, kalah WO, kenapa?” yakin Joko. “Selambat-lambatnya, panpel Persib bisa mengupayakannya sampai jam semilan besok pagi (pagi), kalau tidak bisa, ya sudah,” sambungnya.
Pria asal Ngawi ini mengaku hingga  pagi ini, pihak Persib masih diberi kesempatan untuk mendapatkan izin menyelenggarakan pertandingan di Jalak Harupat. Harapannya semua pihak, khususnya dari pihak kepolisan dan pengelola stadion bisa membantu Persib.
“Karena kondisi ini bukan disengaja, jadi yang paling penting, saya ingin melihat  ini bukan sebagai kerugian bagi Persib. Saya berharap, semua pihak untuk membantu Persib, yang tentunya harus mengurus izin dan segalanya. Sedangkan untuk kemungkinan tanpa penonton, itu menjadi opsi bagi Persib untuk tetap bisa menggelar pertandingan,” jelas Joko Driyono. (bua)

Sumber : malang-post.com

Iklan