BANDUNG-Kenyataan pahit harus diterima tim Arema, saat akan melakukan latihan di stadion Siliwangi, Bandung, kemarin sore. Kondisi lapangan hancur dan nyaris tak terlihat itu adalah lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan leg kedua babak 8 besar Piala Indonesia 2010, Kamis (22/7) besok.
Terpaksa dengan kondisi lapangan rusak parah tersebut, tim pelatih dan pemain Arema yang dibuat geleng-gelang akhirnya memilih satu sisi di pojok sebelah selatan. Itu pun tidak bisa leluasa, lantaran tempat hanya terbatas, cukup tiga petak ukuran 3×3 meter untuk tiga kelompok small game.
“Saya kaget saja, tim besar seperti Persib punya lapangan seperti ini,” ungkap gelandang Arema, Ahmad Bustomi melihat kondisi lapangan sepakbola yang sudah tak memiliki gawang tersebut. “Wes gak layak untuk pertandingan,” sambung gelandang sayap kiri Arema, Fakhrudin.
“Lapangan hancur seperti ini, tidak mungkin bisa untuk pertandingan sepakbola, tapi tidak tahu lagi kalau PT Liga Indonesia paksa main disini,” sebut gelandang sayap kanan Arema, Fakhrudin. “Sulit dipercaya, lapangan seperti ini, mungkin ini sabotase Persib pada Arema,” imbuh gelandang serang Arema, Chmelo Roman.Jika dilihat dari dekat, kondisi lapangan seperti sawah yang baru saja dibajak, berlumpur dan tak kelihatan rumputnya. Namun sebagian lagi, berbentuk segi empat, masih ada terlihat rumput di beberapa tempat. Persis seperti tanah lapang yang di kavling-kavling berbentuk segi empat.

Diantara sela-sela kavling rumput tersebut, adalah jalan berlumpur yang sebagian maish tergenang air. Tidak hanya bekas pejalan kaki, namun juga ada bekas sepeda motor dan mobil. Menurut informasi, kindisi lapangan ini sudah lebih baik, lantaran sebelumnya lebih parah yaitu lapangan belum bersih.
Lapangan yang akan digunakan untuk pertandingan Persib menghadapi Persib ini rusak berat setelah digunakan acara Kickfest (Kreative Independent Clothing Kommunity Festival), Jumat hingga Minggu (18/7) kemarin. Kebetulan pada hari terakhir cara semacam bazar itu kondisi lapangan diguyur hujan lebat.
Ribuan orang berlalu lalang di dalam lapangan, sehingga menyebabkan lapangan rusak. Beberapa bagian tempat ada yang rumputnya masih utuh karena selama berlangsung acara ditutup dengan terpal atau tripleks. Kemungkinan untuk selama dua hari ini, kondisi lapangan belum bisa pulih.
“This is joke,” demikian komentar pertama dari mulut pelatih Arema, Robert Alberts mengetahui kondisi lapangan, kemarin sore. Pelatih asal Belanda ini semacam guyono dengan kondisi lapangan rusak parah, dipersiapkan untuk pertandingan selevel babak 8 besar Piala Indonesia.
“Saya tidak bisa berkata-kata melihat kondisi lapangan ini, kamu sendiri bisa melihatnya. Jadi saya minta manajemen tim, untuk bisa mengatasi masalah ini, karena kita tidak mungkin bisa latihan dengan kondisi lapangan seperti, dan ini adalah sestau yang tidak terduga lagi,” terang Robert usai latihan.
Untuk itu, pada sesi latihan resmi yanga harusnya menjadi jatah tim Arema pagi ini, Robert akan mengusung pemainn ya latihan di lapangan Sipur, Bandung. Kepastian tersebut diperoleh, setelah manajemen tim Arema mengupayakannya. “Jadi, besok kita bisa berlatih lebih baik lagi,” sebut Robert.
Sementara itu dari pihak panpel Persib masih berupaya untuk mencari solusi agar pertandingan tetap bisa digelar di stadion Siliwangi. Pasalnya, pihak panpel Persib sudah mengantongi izin resmi dari kepolisian untuk menggelar pertandingan tersebut di Siliwangi.
Rencananya pihak pengelola stadion akan segera memperbaiki rumput lapangan dengan menyemprot (mencuci) lapangan menggunakan jasa pemadam kebakaran. Panpel Persib sendiri mengakui tidak memiliki alternatif tempat lain untuk menggelar pertandingan dalam waktu dekat.
Perihal kondisi lapangan di stadion Siliwangi init tampaknya belum disampaikan ke PT Liga Indonesia. Sedangkan Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung tidak bisa untuk menggelar pertandingan Persib vs Arema karena pengelola masih meneruskan renovasi stadion  (bua/nug)

Sumber : malang-post.com

Iklan