Surabaya (beritajatim.com) – Manajemen anyar Persebaya geram akibat gagal lolos ke babak semifinal Piala Indonesia 2010. Pada pertandingan leg kedua babak 8 besar lawan Sriwijaya FC, Selasa (20/7/2010) sore tadi, Bajul Ijo hanya mampu menang 1-0. Tapi mereka gagal lolos karena kalah agregat 2-1.

Imbas dari tidak lolosnya itu, asisten manajer anyar Persebaya, Ferdinand Patty marah besar. Pria asal Maluku ini tak segan meminta pemain serta jajaran pelatih Persebaya untuk mundur dari tim. Sebab, mereka telah mempermalukan nama baik Surabaya sebagai Kota Pahlawan.

“Sudah seharusnya kita berjuang untuk menang, ini Kota Pahlawan kok. Daripada memalukan Surabaya, lebih baik mundur saja. Saya bisa datangkan pemain dan pelatih dari Belanda, saya banyak relasi di sana,” ucapnya kesal.
Kepada wartawan, pengusaha sukses ini prihatin dengan kondisi tim ini. Ia melihat pemain tidak ada greget untuk menang. Selain itu, ia juga menandai turunnya wibawa pelatih Rudy William Keeltjes di mata pemain.

“Saya sangat prihatin. Pemain tidak memiliki jiwa memiliki Persebaya, pemain juga tidak memiliki jiwa untuk berjuang. Saya lihat pemain kita tidak ada semangat bertanding,” sambung Gede.

Ia menambahkan, jika pemain Persebaya bermain buruk karena keterlambatan gaji, baginya itu tidak bisa menjadi alasan. Sebab sebagai pemain profesional mereka harus menunjukkan peforma terbaik meski dalam kondsi terburuk. “Kalau mau dapat uang, kerja dulu baru dapat gaji,” cetusnya.

“Wibawa pelatih patut dipertanyakan. Saya tadi lihat Pak Rudy hanya menulis, kalau seperti itu lebih baik pelatih mundur saja. Kalau tahu bakal seperti ini, lebih baik saya tidur saja,” tandas Ferdinand.

Nantinya, ia akan melaporkan kinerja tim ke manajer, I Gede Widiade. Mengenai pertandingan ulang lawan Persik Kediri, Ferdinand justru mengeluarkan nada pesimis. “Kalau seperti ini saya tidak yakin mereka bisa menang,” tutup Ferdinand.[sya/kun]

Iklan