Dikirim oleh Niken Astya Gianti, Bandung
Saya bukan asli orang Malang, buka juga penggemar bola hanya sesekali saja menonton itupun hanya sekedar duduk melihat sebentar lalu pergi, karena banyak hal yang lebih menarik daripada menonton pertandingan bola menurut saya pada saat itu, mungkin karena saya termasuk kategori wanita yang kurang minat terhadap bola, terlebih lagi setelah tayangan berita di televisi dan koran-koran yang menampilkan berita tentang kejadian-kejadian suporter sebelum dan sesudah pertandingan yang saya nilai kurang santun. Lain ceritanya dengan ayah dan adik beserta keluarga saya yang sangat menggemari bola, mereka penggemar salah satu kesebelasan dari kota kembang, mungkin karena keluarga saya asli dari Jawa Barat, terlebih lagi salah satu anggota keluarga kami adalah pemain dalam kesebelasan itu. Namun tetap saja hati saya tidak tertuju pada sepak bola.

Saya seorang Mahasiswi di Universitas Negeri di Kota Bandung. Semuanya berawal sejak saya bertemu dengan seorang nawak asli Sidoarjo, kami semakin akrab ketika kami menjadi partner kerja selama di salah satu Organisasi Kampus kami, keakraban kami semakin berlajut hingga saat ini, kalau anak-anak muda di zaman sekarang mengatakan ini dengan sebutan pacaran! Selama saya bersama, dia selalu menceritakan tentang kesebelasan yang sangat dia kagumi yaitu AREMA, dengan mata yang penuh binar dan semangat menggebu-gebu, saya hanya dapat mengangguk-angguk dan tersenyum jika dia sedang menceritakan tentang AREMA. Saat itu saya belum mengerti apa itu AREMA, apa itu AREMANIA dan AREMANITA. Ketika kami menonton bola bersama saja hanya dia yang ramai dengan teriakan-teriakan nya, saya hanya menemani menonton, malah terdakang saya menemani dia menonton sambil sibuk online, saya hanya bertanya pada akhir pertandingan “yang menang siapa?skor nya berapa?”, mana pernah saya memperhatikan jalannya pertandingan atau memperhatikan para supporter nya.

Semenjak dia menjadi rajin hadir dalam beberapa pertemuan atau hanya sekedar futsal, saya jadi mengetahui adanya Arema Parahyangan. Penasaran saya semakin memuncak ketika itu, bermula hanya sekedar iseng dengan rasa penasaran tentang Arema, saya mencoba membuka Ongisnade.net, di mulai dengan hanya sekedar melihat-lihat souvenir di ongisnade online shop hingga artikel-artikel yang membuat rasa penasaran saya berubah menjadi kekaguman pada Arema terlebih pada Aremania dan Aremanita.

Sikap saya pun berubah ketika saya sedang berada di kota kelahiran bersama keluarga saya sedang berkumpul sambil menonton pertandingan Persib melawan Arema waktu itu, dengan sumringah saya ambil posisi paling nyaman tepat di depan televisi sambl berteriak-teriak Arema,,Arema,,! adik saya un berkomentar “sejak kapan ceuceu jadi suka bola?Arema pula,,sejak kapan tau Arema?”(ceuceu dalam bhs.sunda berarti kakak perempuan) saya hanya tersenyum sambil menjawab dengan canda“Sejak Arema masih dikandung badan hehehe…” perdebatan pun tidak bisa dihindari saat ayah saya berkomentar sambil tersenyum “Arema mah sombong”saat itu saya hanya sendirian yang mendukung Arema Keluarga saya tentu saja Persib, saat pertandingan berlangsung kami menonton dengan diwarnai perdebatan kecil tentang Arema vs Persib! Perbedaan itu indah ternyata.

Senang ketika dia mengajak saya untuk ikut bersama Arema Parahyangan mendukung Arema pada ISL kemarin melawan PERSIJA di Senayan, ketika hari itu tiba saya sudah berangkat pukul 05.30WIB dari kostan karena pada saat itu kita harus kumpul pukul 06.00WIB. Suasana yang hangat dari sesama Aremania mulai terasa saat memasuki Bus yang akan membawa kami ke Jakarta. Saya hanya bisa tersenyum tanpa membalas ketika seorang Aremanita menghampiri saya sambil menyodorkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan berkata”salam Arema”,maklum saat tu saya belum tahu harus menjawab apa.padahal kami belum kenal satu sama lain, tapi Aremanita ini begitu santun.

Sesampainya di Senayan suasana semakin menggetarkan hati saya ketika saya melihat begitu solid nya Aremania, Supporter yang santun di mata saya.

Pertandingan hampir dimulai, semangat dukungan untuk tim kesayangan Arema pun mulai terasa saat yel-yel mampu membuat stadion bergemuruh,Aremania yang beretika santun dalam berbahasa, santun dalam bersikap. Satu yang membuat saya terpikat pada Aremania, mereka mampu membuat saya merinding dengan kreatifitas, kesolidan dan sikap santunya yang mengubah penilainya saya pada gambaran Supporter di Indonesia, saya yakini bahwa potret-potret buruk tentang Supporter di Indonesia yang membuat miris adalah hanya sebagian kecil atau katakanlah hanya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Karena ternyata saya tidak menemukan itu pada Aremania. Hingga saat ini kenangan manis di Senayan bersama Arema Parahyangan masih selalu terkenang dan mengajari saya tentang banyak hal tentang gambaran Supporter di Indonesia.

Terimakasih, Salam Satu Jiwa….. Izinkan saya untuk menjadi Aremanita…

Untuk “Dia” yang telah membuat saya mengenal Arema…

Sumber : tribunaremania.com

Iklan