MALANG – Prahara di tim Arema belum juga berakhir. Persoalan demi persoalan, terus mendera tim berjuluk Singo Edan ini. Usai kasus perpanjangan kontrak, kini muncul persoalan gaji dan bonus juara yang belum diterima pemain serta tim pelatih sesuai jadwal, Kamis (8/7) kemarin.
Dampaknya, Robert Alberts beserta seluruh timnya memilih untuk mogok total. Tepatnya mulai kemarin sore, Pierre Njanka dkk yang harusnya dijadwalkan latihan di lapangan Abdulrahman Saleh, memilih mogok. Sikap itu diputuskan usai rapat tertutup di lantai dua mess pemain di Jalan Semeru.
Rapat dimulai pukul 14.30 WIB, dihadiri seluruh pemain, pelatih dan seluruh ofisial tim. Kecuali manajemen Arema, tidak ikut hadir dalam pertemuan yang digelar hampir setengah jam itu. Pokok bahasan dalam rapat tersebut adalah menyikapi belum cairnya bonus juara dan gaji bulan Juni.
Padahal pada saat yang bersamaan, bus yang akan mengantar Arema ke lapangan Abdulrahman Saleh sudah siap di depan mes. Namun beberapa menit sebelum rapat berakhir, tepatnya pukul 15.10 WIB, salah seorang perwakilan ofisial meminta bus tersebut untuk pulang.
Artinya dari rapat tersebut diputuskan, tim memang tidak akan latihan seperti yang direncanakan sehari sebelumnya. Pukul 15.15 WIB, rapat berakhir dan beberapa pemain keluar secara bergerombol. Pemain yang pertama pulang dari mess adalah Hermawan.
’’Hancur,’’ katanya. ’’Untuk pastinya, sampeyan tanya tim pelatih atau pada manajemen,’’ ungkap pemain asli Malang ini sebelum melaju dengan mobil pribadinya yang diparkir depan mess. Disusul berikutnya, kapten tim Arema, Pierra Njanka bersama Zulkifli keluar dari ruangan rapat.
Dua pemain ini tampak serius membahas sesuatu yang tampaknya menyangkut soal gaji dan bonus. Beberapa pemain Arema yang lain juga berkelompok membicarakan hal serupa. Hingga akhirnya pada menit 15.20 WIB, Robert Alberts keluar dari ruang rapat didampingi asistennya, Liestiadi.
Pada saat bersamaan ketika pelatih memberikan keterangan pers, satu per satu pemain Arema mulai meninggalkan mess. Khususnya pemain yang berasal dari Malang dan pemain yang tidak tinggal di mess, memilih pulang. Sehingga tepat pukul, 16.00 WIB, kondisi mess sudah sepi, sebelum akhirnya Robert juga kembali ke hotel.
Sekadar diketahui, beberapa jam sebelum rapat di mess, Robert sudah memberi sinyal bahwa timnya bakal mogok latihan. Tepatnya sekitar pukul 12.30 WIB, pelatih asal Belanda ini sempat mengubungi Malang Post perihal rencana rapat dengan pemainnya pada pukul 14.30 WIB.
‘’Rapat ini untuk membahas hak pemain yaitu gaji dan bonus yang belum turun. Sampai saat ini, kita semua belum menerima itu, sehingga akhirnya diputuskan untuk stop latihan. Setelah melakukan diskusi, semua setuju bahwa kita tidak latihan dulu sampai kita terima gaji dan Bonus,’’ terang Robert.
’’Kita sebenarnya minta manajemen untuk datang dan menyampaikan pada pemain, karena soal seperti ini memang bukan tanggung jawab pelatih. Tapi ternyata tak ada manajemen yang datang. Kita sudah  konfirmasi pada manajemen, gaji dan bonus itu memang belum ada,’’ yakin pelatih berkacamata ini.
Sembari menangis, mantan pelatih Serawak FC ini mengaku emosional dengan kondisi yang dialami Arema. Maklum, dengan persoalan yang dianggap Robert sangat serius ini, tidak ada perwakilan manajemen yang menemui pemain. Padahal menurutnya, pemain sudah berusaha memberi yang terbaik.
’’Saya sakit di dada ini. Kita sudah kerja keras dan pemain sudah beri yang terbaik, tapi kondisinya seperti ini. Saya emosional dan saya menangis dengan kondisi seperti. Saya tidak tahu, apa yang harus dikatakan pada supporter,’’ sebut Robert  yang sempat mempertanyakan pemasukan dari penjualan tiket laga kandang Arema. (bua/avi)

Iklan