Malang (beritajatim.com) – Setelah PT Arema Indonesia (AI) melakukan razia kepada para pedagang nakal yang tidak membeli hangtag (tanda orisinalitas produk), Rabu (7/7/2010). Kini para pedagang pada ketakutan untuk menjual atribut Arema yang tak mempunyai hangtag.

Dari pantauan beritajatim.com, Kamis (8/7/2010) sore, di wilayah Pasar Besar Malang, tak sedikit para pedagang yang mengeluh dan merasa ketakutan akan menjual atribut Arema yang tak memiliki hangtag.
Abdul Hakim (29) penjual Maskot Arema di depan Pasar Besar Kota Malang menjelaskan pedagang sudah banyak yang takut jual tanpa hangtag. “Barang langsung disita,” akunya.

Tetapi kata dia, banyak juga pedagang yang tidak tahu peraturannya kalau setiap atribut Arema harus ada hangtagnya. “Mungkin sosialisasinya kurang ke pedagang. seharusnya, tidak langsung di razia.  Diberi despensasisi dulu dengan tenggang waktu berapa hari. Kalau masih belum punya hangtag, baru disita,” katanya.

Sementara itu, salah satu pria yang enggan disebutkan namanya,  yang sudah lama menjual atribut Arema di Pasar Besar mengatakan seharusnya PT Arema Indonesia (AI) tidak langsung menyita kaus dan atribut lainnya yang tanpa hagtag.

“Tidak sedikit pedagang yang tidak tahu soal harus ada hangtag itu. Dan lagi, saya berharap, yang disita bukan di pasar, tetapi pusat yang menjualnya. kasihan pedagang yang hanya mempunyai modal pas-pasan,” katanya.

Sementara itu, menurut Koordinator Merchandise PT AI Adi Sugiharto akibat banyaknya pedagang atribut Arema yang tak ada hangtagnya, PT Arema Indinesia (AI) mengalami kerugian senilai Rp 7 juta dari 3.500 kaus yang disita.

“Makanya polisi harus menindak tegas pedagang nakal itu,” katanya singkat.[ain/ted]

Iklan