Ditulis oleh Andi
Salam 1 Jiwa Arema Indonesia
Ditengah padatnya kerjaan di kantor, pikiran ayas masih menerawang jauh pada kondisi Arema Indonesia. Sebagai Tim Juara yang bukan sekedar juara melainkan extraordinary champion (juara yang dalam kondisi luar biasa) mengingat perjalanan di awal musim yg sempat terseok karna masalah klasik yaitu dana. Belum lagi adanya perpindahan manajemen dan kepengurusan di tubuh PT AI waktu itu. Ayas dan pastinya setiap jiwa-jiwa yang didalamnya merasa tergores lima huruf AREMA pastinya akan merasa hancur melihat kondisi Arema Indonesia yang masih “ngeblur” masa depannya. Terutama yang terdekat adalah masalah kontrak pelatih dan pemain Arema Indonesia.

Siapapun tau bahwa kapasitas coach Robert memang diluar rata-rata pelatih di Indonesia. Dari cara dan sistematis melatih, dari cara mengkondisikan mental pemain (amati coach mengajak pemain naik motor cross, futsal dsb), dari cara dan kata-katanya yang sangat filosofis dan mendalam namun tidak menjatuhkan. coach Robert, tidak salah dia memang salah satu sosok terbaik yang pernah ada ditubuh Arema FC. Tidak bijak memang membandingkan dengan pelatih-pelatih lain yang ada di Indonesia terutama yang pernah menjadi nahkoda Arema FC, bicara soal ilmu & skill kepelatihan kalau boleh sedikit membandingkan coach Robert Albertmungkin 1 atau 2 fase diatas coach Benny Dollo. Tapi memang tak bisa dan tak bijak dibandingkan. Kedua-dua pelatih tersebut adalah pelatih-pelatih terbaik dimasanya.

Kembali pada pokok bahasan mengenai kontrak pelatih dan pemain Arema Indonesia, pikiran ayas yang melayang-layang tidur tak nyenyak tiba-tiba *ting* kepikiran dan muncul ide, bagaimana jika menyikapi permintaan perpanjangan kontrak coach Robert, kita Aremania sendiri yang bergerak. Tidak usah menunggu inisiatif pihak lain dan bukannya meremehkan kemampuan manajemen PT AI, tetepi kita Aremania lebih terus menegaskan menjadi suporter yang kreatif dan solutif ditengah-tengah masalah Arema yang punya kita bersama ini.

Ide itu muncul seiring akan dilaksanakannya pertandingan babak 8 besar Copa Indonesia yang mempertemukan Arema Indonesia vs Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib), ide tersebut adalah bagaimana jika masing-masing dari kita merogoh “kocek” sedikit lebih dalam untuk kepentingan yang jauh lebih besar. Maksud merogoh “kocek” lebih dalam ini adalah inisiatif kita Aremania untuk mau membayar lebih tinggi tiket Arema FC vs Persib besok sebesar Rp 160.000,- untuk tiket VIP dan Rp 60.000,- untuk tiket Ekonomi.

Sedikit berat memang, tapi tidak terlalu memberatkan, itung-itung dari pada masuk kantong calo. Dengan harapan margin dari penjualan tiket ini, ayas pribadi yakin bahwa coach Robert Albert akan terkontrak selama 2 tahun dibayar TUNAI. Dan yang mengontraknya adalah stageholder terloyal dalam sejarah PT AI yaitu Aremania! Jika ini terlaksana maka ini adalah catatan sejarah baru bagi sepak bola Kota Malang, Indonesia dan Dunia, bahwa ada satu-satunya suporter yang mengontrak pemain dengan biaya pribadi. This is Aremania!

Mari kita detail kalkulasi perhitungannya.

Asumsi-asumsi:
* Penonton Arema FC vs Persib akan dihadiri 35.000 penonton.
* Dengan asumsi 5.000 orang pembeli tiket VIP dan 30.000 orang Ekonomi.
* Harga tiket VIP = Rp 160.000
* Harga tiket Ekonomi = Rp 60.000

Maka akan didapat peritungan Rugi/Laba sbb:

Dari hitungan kasar diatas kluarlah uang *cring..* Rp 2 Milyar dari Aremania. So, dengan uang itu apa yang bisa kita lakukan nawak? Iya tepat, kita Aremania, bisa kontrak coach Robert 2 musim sekaligus. Dibayar tunai! Amazing. Pertama dan satu-satunya sebuah komunitas suporter melakukan kontrak dengan sosok pelatih yang diidamkannya kembali menangani Arema FC bukan sekedar sepak bola. Kebanggaan kita.

Jadi nawak apakah ide ini akan kita realisasi atau tidak tergantung kita semua segenab pecinta Arema, gak perduli itu tim, manajemen, suporter, simpatisan dsb.

Apabila Aremania setuju, maka secepatnya bikin “campain” resmi ke media, agar semua Aremania tau, kemudian bikin penawaran resmi ke manajemen dan manajemen pun jangan malu untuk menerima tapi jangan juga malu-maluin dengan “menyalahgunakannya”. Dan klo memang manajemen tega berbuat demikian, ya ayas bingung harus bilang apa. Tapi sejauh ini ayas pribadi percaya tidak. Intinya loyalitas adalah keharusan tetapi bukan untuk dimanfaatkan.

Salam Satu Jiwa Arema Indonesia

sumber : tribunaremania.com

Iklan