Dikirim oleh Canggih Puspitasari, Jakarta Pusat
Saya tidak pernah menyalahkan orang-orang di ibu kota yang langsung tahu saya orang Jawa Timur dari Logat saya. Tahun lalu, setelah pulang kampung untuk Lebaran, ketika berjalan menuju area klaim bagasi, saya langsung sibuk telp Ibu di rumah. Orang yang berjalan di pinggir saya tampak penasaran, dia bertanya daerah asal saya dan saya menjawab Malang, mereka langsung nyeletuk “Wah, Arema yah”. Saya pun tak kuasa menahan rasa bangga. Wah saja rasanya.

Semenjak saya menginjakkan kaki di Jakarta, saya sudah menghitung ada 20an kali saya menemui pedagang bakso [atau yang di sini di sebut bakwan] lalu lalang di depan rumah kos dengan tulisan „BAKWAN AREMA“. Karena saya masih kebawa suasana kangen rumah, saya selalu senang berada di manapun yang ada tulisan Arema [saya jujur seperti menemukan tempat berteduh yang aman di negeri antah barantah ini]. Tapi ketika saya nyerocos bahasa Jawa, dianya malah balas pakai Bahasa Indonesia beraksen aneh, dengan senyum yang salah tingkah.

Impulsif, saya langsung nyeletuk „Owalahh, kok itunya Arema“ sambil menunjuk tulisan biru besar di rombong baksonya. Dengan lugu, tukang bakso itu menjawab „Iyah mbak, strategi dagang. Soalnya orang di sini kalau lihat ada tulisan Arema gitu udah kerasa sedap duluan“. Saya tak kuat menahan tawa, dalam hati saya bergumam, yaaah semoga rasanya se-sedap Arema nya yah. Saya akhirnya beli, dan alamaaaaaaak rasanyaa [kalau saya tidak sayang uang yang sudah saya keluarkan, dan perut saya yang lapar, bakso „AREMA“ jadi-jadian ini sudah berakhir di tempat sampah]. Duh, bakso Malangku jadi serasa „palsu“ di sini.

Setelah lama di sini, saya selalu mendapat julukan pedagang bakso. Di kantor saya dipanggil Yuk . Berganti-ganti posisi dan unit pun saya masih dipanggil Yuk [mungkin di dukung wajah saya yang seperti babu]. Tapi toh, bukan itu alasannya, teman-teman, senior, junior di kantor memanggil saya seperti itu karena jaket, pin, foto-foto yang saya pajang di wallpaper PC kantor, laptop dan dinding cubicle, semuanya tentang Arema Malang yang kini Arema Indonesia, foto saya bersama teman-teman nonton bersama di cafe atau stadion. Mereka selalu terbersit bahwa kata AREMA adalah bakso enak, saya tertawa dalam hati, mereka seperti tidak mengetahui batas pembeda antara club sepak bola dan substansi pedagang baksonya. :D

Melihat saya berjalan dengan jaket bertuliskan AREMA [oleh-oleh Ibu saya ketika pertama kali menginjakkan kaki di Ibu Kota untuk mengunjungi saya], teman-teman teringat akan bakwan [bakso]. Mereka bilang Bakso Cak Man di sini walau enak tapi mahal [kalau ini saya setuju]. Sebagian salut karena AREMA bukan club sepak bola biasa saja, ia mandiri, berdaya juang, pemain muda yang gigih, dan didukung oleh supporter fanatik kreatif bernama AREMANIA. Saya sungguh tidak dapat mengungkapkan ini, berkantor di sebuah Kementerian berarti harus siap dengan pakaian rapi, dan wangi. Tapi toh saya tetap memakai jaket AREMA saya selama ini. Banyak yang mencibir, banyak pula yang memuji [terutama bapak-bapak penyuka sepak bola]. Bagi anda di Malang, mungkin ini hal yang biasa, tapi bagi kami di daerah lain dan dengan suasana kantor yang tidak mendukung, ini bisa jadi ‘tantangan’ seru.

Terlepas dari itu saya tidak pernah menyesal di panggil Yuk, di sama ratakan dengan tukang bakso atau di pandang aneh. Yang saya tahu ketika saya memakai atribut ini [pada saat AREMA kalah atau pun menang] adalah sebuah kebanggan dan identitas. Saya tidak ingin orang kehilangan jati dirinya karena tempaan gaya hidup dan hedonisme Ibu Kota.

Saya hanya ingin, orang memandang Logo Singo Edan di dada saya sama seperti mereka memandang Logo Manchester United ataupun AC Milan di dada sebagian orang lain. Tidak ada cibiran, tidak ada rasa aneh. AREMA telah membuat saya bangga, dimanapun saya berada. Bagaimana dengan anda ?

Yuk, ber-AREMA ria di kantor. Semangat, semangat. Sasaji!

(tulisan ini untuk tunangan saya, yang setiap Jum’at mengenakan kaos Polo Putih Arema-nya ke kantor, dan untuk Aremania lain yang memiliki kesamaan ini).

Sumber : tribunaremania.com

Iklan