MALANG – ( malang-post ) Usai memastikan diri keluar sebagai juara Indonesia Super League 2009/2010, tim Arema justru terancam bubar. Ini bukan sebuah ancaman, namun bisa saja terjadi jika krisis finansial yang melanda Arema tak kunjung menemukan solusi.
Khususnya yang menyangkut nasib pemain dan pelatih Arema ke depan, hingga kini belum ada kejelasan. Bahkan sangat dimungkinkan, awal bulan Juli nanti, pemain dan pelatih Arema belum bisa mendapatkan gaji bulan Juni, yang seharusnya mereka terima.
Pembina dan pengurus yayasan Arema pun harus memutar otak agar tim Arema yang dikelola PT Arema Indonesia ini tetap berjalan. Meski sebenarnya sudah ada tanda-tanda pengelola Arema ini bakal kibarkan bendera putih tanda menyerah.
‘’Saat ini kami lagi mencari solusi (mengatasi krisis finansial yang dihadapi Arema),’’ ungkap Pembina Yayasan Arema, Andi Darussalam Tabusala saat dikonfirmasi Malang Post melalui telpon genggamnya, kemarin sore.
Artinya, krisis finansial kini memang tengah menghantam tim berjuluk Singo Edan. Terbukti program pemusatan latihan yang telah disusun oleh pelatih Arema, Robert Alberts akhirnya dipastikan batal karena tidak ada uang.
Belum lagi, Arema ada tanggungan pajak yang mencapai setengah miliar lebih dan tangungan hutang lainnya. Sementara dalam waktu dekat, Arema harus memikirkan mess baru, membayar gaji dan membayar kontrak tambahan beberapa pemain lokal dan asing.
Jika dalam waktu dekat persoalan keuangan ini tak segera teratasi, ada kemungkinan Arema tak bisa melanjutkan Piala Indonesia. Meski masih ada harapan, Arema bisa menggelar laga kandang untuk babak 8 besar dengan format home-away.
‘’Sebagai prioritas, kita mencarikan solusi untuk Arema hingga pertandingan Piala Indonesia nanti, dan juga kita carikan solusi untuk musim depan,’’ sebut ADT yang beberapa waktu lalu berencana untuk melakukan perombakan manajemen Arema.
Tak hanya merombak manajemen, pria yang juga Direktur Utama PT Liga Indonesia ini juga memberi sinyal untuk mencari pengelola baru. Itu artinya, kejadian tahun 2009 lalu saat Bentoel melepas Arema bakal terulang lagi di tahun 2010 ini.
Persoalannya adalah, tidak ada yang tahu kondisi Arema sebenarnya. Selama ini, internal pengurus Arema membuat kesan tidak ada masalah serius. Khususnya menyangkut pengeluaran dan pemasukan yang diterima Arema selama ini.
‘’Soal kondisi keuangan Arema itu hanya untuk internal dan tidak untuk publikasi. Tapi silahkan kelola Arema jika memang ada yang mau mengelolanya,’’ yakin ADT semacam memberi penawaran terbuka bagi siapa saja yang siap mengambil alih Arema.
Adanya pergantian pengelola seperti yang diharapkan ADT ini mengartikan bahwa Arema kini tak hanya mencari sosok seorang manajer tim. Melainkan juga pengelola, yang bisa sebagai pengurus Yayasan atau duduk di jajaran direksi.
Sayang, ADT tak merinci dengan jelas, mekanisme yang harus ditempuh untuk calon pengelola baru yang ingin masuk. Pastinya, manajer Timnas Indonesia ini siap berkomunikasi dengan kandidat pengelola baru Arema nanti.
ADT pun siap melepas Arema begitu saja tanpa ada kompensasi apa pun, seperti saat Bentoel melepas kepada pengelola baru. Namun dengan kemungkinan tak ada lagi subsidi Rp 7,5 miliar dari Bentoel seperti awal musim lalu.
Sementara itu dari keterangan pelatih Arema, Robert Alberts, dijadwalkan pagi ini official tim Arema akan menggelar rapat tertutup. Disusul nanti malam pukul 19.00 WIB, official tim akan menggelar rapat dengan manajemen Arema.
‘’Besok pagi (pagi ini, Red.) ada meeting untuk membahas krisis tim Arema ini. Malam juga ada meeting dengan manajemen di Taman Indie (Araya).  Saya tidak tahu apa yang akan dibahas dalam rapat itu, mungkin besok pagi ada sedikit gambaran,’’ terang pelatih asal Belanda ini. (bua/avi)

Iklan