MALANG -(malang-post) Jika ada lampu tanda bahaya, mungkin ini saatnya dinyalakan manajemen Arema. Ya, jelang tampil di babak 8 besar Piala Indonesia 2010, tim Arema kini justru dihadapkan pada kondisi gawat darurat karena kembali mengalami krisis finansial.
Meski belum ada keterangan resmi perihal adanya krisis finansial ini, tanda-tanda itu sudah mulai kelihatan. Bahkan bisa jadi, kali ini adalah krisis terbesar yang bakal menghantam Arema sepanjang musim kompetisi 2009/2010.
Pertama ditandai dengan molornya gaji pemain untuk bulan Mei kemarin. Dampaknyam pemain sempat resah. Disusul berikutnya, tagihan untuk foto tim senilai Rp 26,3 juta, terpaksa harus diabaikan manajemen tim Arema.
Sebelum itu, manajemen Arema juga sudah merilis adanya tanggungan pajak tontonan sebesar Rp 561 juta. Sampai saat ini, hutang pajak ini belum terselesaikan. Kabarnya manajemen Arema untuk kesekian kalinya kembali mengajukan penundaan.
Tak hanya pajak, manajemen Arema menurut informasi juga tengah menunggak pembayaran uang sewa mess pemain. Mess pemain di Jalan Semeru 53 itu, seharusnya pembayaran dilakukan pertiga bulan senilai Rp 45 juta.
Padahal sejak menempati mess tersebut, Arema belum pernah membayar. Artinya, hutang sewa selama sembilan bulan ini sekitar Rp 135 juta.
Persoalan lainnya muncul, jatah mereka menempati mess pemain hanya sampai 30 Juni nanti. Setelah itu, mulai bulan Juli nanti tim Arema harus mencari mess yang baru.
‘’Menurut info yang saya peroleh, mess pemain itu sudah laku dijual. Jadi per 1 Juli nanti, mess tersebut sudah harus kosong dan Arema harus cepat siapkan mess pengganti,’’ terang Gunadi Handoko, mantan Dirut PT Arema Indonesia.
Terlepas urusan mess, persoalan baru tim Arema yang menyangkut anggaran adalah terancam batalnya Training Center (TC) atau pemusatan latihan di Bali. Manajemen Arema kabarnya tak cukup anggaran, sekalipun TC hanya untuk lima hari.
Padahal manajemen sudah melakukan pemangkasan, dari rencana semula yaitu 10 hari. Berdasarkan keterangan dari Harris Hotel, Bali, tempat tim Arema menginap, untuk 19 kamar selama lima hari, menghabiskan anggaran sebesar Rp 104.650.000.
Itu belum termasuk biaya transportasi pulang-pergi Malang-Bali, diperkirakan tiap satu orang menghabiskan sekitar Rp 1,2 juta. Kabarnya, kepastian TC tim Arema, masih menunggu keputusan pimpinan Arema untuk bisa menalangi lebih dulu.
Sempat muncul ide dari manajemen Arema untuk lebih dulu menggelar laga ujicoba sebelum berangkat TC di Bali. Tentu saja, pemasukan dari laga ujicoba tersebut yang nantinya untuk modal tim Arema ke pulau dewata.
’’Kita mungkin tidak bisa berangkat ke Bali, karena kita tidak punya uang. Bagi saya ini situasi yang sangat membingungkan. Juara Indonesia tidak ada uang, pemain tidak ada kontrak, TC di bali terancam gagal karena tidak ada uang,’’ sebut pelatih Arema, Robert Alberts
’’Kata manajemen, uang yang akan digunakan untuk TC itu lebih penting untuk membayar gaji pemain. Jadi banyak hal yang tidak pasti pada tim juara ini. Saya sangat bingung,’’ sambung pelatih asal Belanda ini.
Jika mengacu pada keterangan Robert ini, persoalan belum adanya kejelasan kontrak baru maupun perpanjangan kontrak pemain ini jelas terpengaruh dengan kondisi keuangan tim yang baru merayakan gelar juara Indonesia Super League 2009/2010 ini.
Bahkan gaji pemain untuk bulan Juni yang akan dibayar pada awal bulan Juli nanti terancam kembali tersendat. Sementara tim kebangaan Aremania ini akan melakoni babak 8 besar Piala Indonesia pada pertengahan bulan Juli nanti.
Satu-satunya harapan manajemen Arema tampaknya adalah menunggu pencairan bonus juara. Itu pun jika hadiah uang sebesar Rp 2 miliar tersebut tidak didistribukan untuk kepentingan atau tanggungan yang lain.
Sementara itu, manajemen Arema memilih bungkam saat dikonfirmasi perihal krisis finansial ini. Mulai dari Direktur Utama yang juga Ketua Yayasan, M. Nur, hingga manajer tim Arema, Mujiono Mujito tak memberikan jawaban.
‘’Mohon maaf, saya tidak tahu,’’ demikian satu-satunya konfirmasi yang diperoleh Malang Post dari Direktur Bisnis PT Arema Indonesia, Siti Nurzanah, tadi malam. Manajemen Arema rupanya masih tertutup untuk urusan yang satu ini. (bua/avi)

Iklan