MALANG-(malang-post)    Kecelakaan hebat yang menimpa sedikitnya empat orang Aremania saat memberi dukungan pada tim Arema di Jakarta cukup menyita perhantian bayak pihak. Maklum, para korban ini membutuhkan banyak biaya selama perawatan mereka.
Baik untuk perawatan selama di Jakarta atau saat dipulangkan ke Malang. Bahkan salah satu korban yang naik kereta api yaitu Heri, asal Sumberpucung hingga saat ini kondisinya masih tidak sadarkan diri alias masih koma.
Tiga korban lainnya yang masih dalam proses perawatan yaitu Susiato (Pakis), Deni (Jln. Batubara) dan Bagus Helmiansyah (Jln. Kauman). Mereka telah menghabiskan puluhan juta dari kepedulian Aremania yang lain untuk menggalang dana bantuan.
Atas peristiwa tersebut, Aremania kini merasakan pentingnya asuransi kecelakaan untuk mereka, saat mendukung tim kesayangannya. Meski pada teknis pelaksanaannya, tidak mudah untuk mulai menerapkan asuransi tersebut.
“Adanya asuransi untuk Aremania ini sangat penting, tinggal bagaimana teknisnya, karena kita juga tidakmengerti hati teman-teman Aremania mengenai asuransi,” ungkap Tembel, Aremania korwil stasiun, kemarin sore.
Ditambahkan, dulu mereka  pernah membahas soal asuransi ini, tapi kelanjutannya tidak ada lagi. Inilah yang jadi sebagian teman-teman tidak mau ikut. ‘’Tapi kalau melihat kasus seperti kemarin, asuransi ini perlu disosialisasikan lagi ke korwil-korwil,” lanjutnya.
Senada dengan tembel, Yusni, Aremania Kampus Unmer juga meyakinkan kebutuhan Aremania untuk asuransi. Pasalnya, dari pengalaman selama ini, Aremania  rawan sekali mengalami kecelakaan saat datang mendukung Arema.“Ya, asuransi ini sangat dibutuhkan Arema, karena mobilitas Aremania sangat tinggi, jangankan saat tur ke luar kota, saat laga kandang Arema saja rawan terjadi kecelakaan, jadi kita memang butuh asuransi,” sebut Yusni.
Menurut koordinator penggalangan dana korban tur Batavia ini, kebutuhan asuransi sangat dibutuhkan khususnya untuk laga away. Lantaran laga Arema di luar kandang, memiliki resiko lebih tinggi terhadap Aremania yang datang.“Tapi asurasi ini konsepnya harus  jelas, karena Aremania ini kan tidak ada organisasi dan tidak ada ketuanya, jadi mungkin manajemen Arema bisa membuka pendaftaran dan mensosialisaikan aturan mainnya,” terang Yusni.
Sementara itu manajemen Arema diwakili Direktur Bisnis PT Arema Indonesia, Siti Nurzanah, berharap untuk yang akan datang Aremania bisa ikut asuransi. Dan manajemen Arema siap untuk menjembatani Aremania dengan perusahaan asuransi.
“Asuransi ini merupakan suatu kebutuhan buat Aremania, meski kita tentu tidak berharap terjadi kecelakaan pada Aremania. Kita siap untuk menjembatani, dan manajemen sedang menunggu respon dari korwil-korwil Aremania,” ungkap Nurzanah.Dipaparkan bahwa kalaupun manajemen membukan pendaftaran untuk asuransi ini, maka pihaknya  minta ada wakil Aremania yang bisa menjadi administrator, karena pihak asuransi juga menunggu.
Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu manajemen Arema telah mengundang dua perusahaan asuransi yaitu Bumi Asih Jaya dan Bumid untuk mempresentasikan programnya didepan sekitar 15 orang perwakilan Aremania.Namun rupanya sosialisasi ini masih belum menyeluruh, sehingga kurang mendapatkan respon dari Aremania. Padahal dari pemaparan itu asuransi yang diberikan sangat terjangkau yaitu tiap orang cukup membayar Rp 10 ribu untuk setahun.Santunan yang diberikan yaitu santunan meninggal sebesar Rp 3,5 juta, cacat tetap Rp 3,5 juta, cacat tetap sebagian Rp 3,5 juta dan biaya perawatan inap kecelakaan per kejadian Rp 875 ribu. (bua/nug) 

Iklan