Malang (beritajatim.com)-Wajah Abdul Hakim (29), salah satu penjual maskot Arema, boneka singa, terlihat berbunga-bunga. Hal itu karena pihaknya mendapatkan rejeki mengembirakan. Bayangkan saja, setiap harinya selaku penjual maskot Arema meraup keuntungan sampai Rp 3 juta. Hal itu dialaminya hampir dua bulan lebih.

Sebenarnya ramainya pembeli buhkan hanya bulan-bulan ini. “Sejak Aremania diperbolehkan memakai atributnya, sudah banyak pembelinya. Namun, minggu ini sangat ramai. Dalam per harinya, saya paling tidak dapat Rp 2 juta,” akunya saat ditemui di depan Pasar Besar Malang, Minggu (20/6/2010).

pria yang setiap harinya jualan atribut Arema di parkiran depan Pasar Besar itu mengatakan, pihaknya menjual segala atribut Arema. “Mulai dari maskot boneka singo edan, sampai kaos dan pernik-pernik lainnya. saya jualan atribut Arema ini sudah 14 tahun,” kata warga yang tinggal di Jl Muharjo Kelurahan Jodipa Kota Malang ini.

Dia mengaku nasib ekonomi keluarganya diuntungkan oleh Arema. “Makanya saya sangat berterima kasih kepada Arema,” katanya bangga.

lebih lanjut Abdul Hakim mengatakan, Arema di Malang itu sudah mendarah daging. “Hal itu bisa dilihat kalau Arema main dan mulai dari anak-anak kecil pasti beli kaosnya Arema dan bahkan nenek-nenek juga punya kaos atau baju Arema.

Maskot boneka yang dijual Abdul Hakim itu cukup dipajang di atas sepeda motor yang diparkir di depan Pasar Besar Malang. “Dijual di mana pun tempatnya maskot Arema Boneka Singo itu pasti banyak yang beli. yang jualan di pinggir jalan saja bisa mencapai Rp 1 juta per harinya. Apalagi yang jualan di pasar seperti ini,” terangnya.

Selain di Pasar Besar, di sepanjang jalan, daerah Kabupaten Malang, seperti di Pakisaji, Bululawang dan Kepanjeng masih banyak yang jualan di pinggir jalan.

Saat ditanya berapa harga boneka yang dijualnya? Abdul Hakim mangatakan, harga boneka beraneka ragam. mulai dari harga Rp 25 ribu sampai Rp 400 ribu. “Itu boneka yang saya jual. kalau di konter-konter Arema, ada yang lebih mahal dari itu. Yang penting alhamdulillah Arema membawa berkah kepada rakyat kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Ahmad Said (45), salah satu pembeli maskot Boneka Singo warna cokelat itu mengatakan, sebagai warga Malang seakan tidak lengkap kalau tidak punya maskot boneka singa itu. “Bagi warga Malang Arema itu adalah jiwanya. Dan seperti ini yang sudah ditradisikan. Kalau warga Indonesai seperti di MaLang fanatiknya ke sepak bola, Indonesia akan masuk di piala dunia nantinya,” katanya.[air/ain]

Iklan