Joko : Untuk Membangun Kepercayaan dan Image
MALANG – Arema Indonesia disebut-sebut sebagai satu-satunya klub di Indonesia yang memiliki pemasukan terbesar dari hasil penjualan tiket laga kandang. Bahkan dari pemasukan tersebut, mampu menghidupi dirinya sendiri tanpa ada ketergantungan dari dana APBD.
Meski demikian, tim juara Indonesia Super League ini, belum juga merilis hasil pemasukannya selama musim kompetisi 2009/2010. Padahal banyak pihak yang ingin mengetahui kondisi keuangan tim berjuluk Singo Edan ini, khususnya dari pamasukan tiket dan sponsor.
Sayangnya dari manajemen Arema belum ada tanda-tanda untuk menyampaikan laporan kepada publik. ’’Soal laporan ini tolong tanya ke direksi, saya bukan direksi, jadi tidak tahu masalah itu,’’ ungkap manajer tim Arema yang juga Sekretaris Yayasan Arema, Mujiono Mujito.
Sedangkan Direktur Utama PT Arema Indonesia yang juga Ketua Yayasan Arema, Muhammad Nur tak bisa dikonfirmasi perihal rencana laporan ke publik ini. Padahal kondisi keuangan tim Arema, baik pemasukan maupun pengeluarnya ini, sangat penting untuk langkah tim Arema.
Khususnya menyangkut kebutuhan tim Arema kedepan, peran serta Aremania sangat penting. Suporter fanatik Arema ini  tentu ingin mengukur sejauh mana, pemasukan tim Arema dari penjualan tiket. Tapi hingga kemarin, manajemen belum juga belum mendapatkan rekapitulasi total pemasukan dari tiket.
’’PT Arema Indonesia itu miliknya Yayasan Arema, tidak ada kewajiban PT Arema untuk menyampaikan laporannya kepada publik, kecuali menjadi perusahaan terbuka,” ungkap CEO PT Liga Indonesia, Joko Driono, mengomentari perihal perlunya laporan PT Arema Indonesia ke publik Aremania ini.
’’Tapi menjadi penting untuk menyampaikan hasil kinerja PT Arema selama ini ke publik, bukan karena sebagai kewajiban. Banyak perusahaan yang melakukan itu, dan itu menjadi baik dan menarik untuk disampaikan perihal pemasukan dan pengeluaran Arema,’’ sambungnya.
Menurut Joko, dari sisi yuridis memang tidak ada yang memaksa PT Arema  Indonesia untuk menyampaikan laporannya kepada publik. Sekalipun banyak Aremania yang berharap ada transparansi keuangan di tim Arema. Lebih-lebih untuk pemasukan dari hasil penjualan tiket.
’’Meski tidak ada yang bisa memaksa, tapi dari kepentingan kepercayaan dan membangun image, maka adanya laporan ke publik itu penting. Saya tahu ada keinginan dari publik Aremania agar pengelolaan Arema ini transparan,’’ sebut Joko yang dihubungi Malang Post melalui telpon genggamnya.
“Kalau saya sebagai pengurus Arema, keinginan Aremania itu saya anggap sebagai sebuah kesempatan, agar jangan sampai pengurus yang sudah susah-payah mengelola tim justru dicaci maki. Ini kesempatan agar publik tahu bahwa sebenarnya belum semuanya bisa terpenuhi. Jadi tidak ada masalah, dan laporan itu memang harus disampaikan ke publik,’’ lanjut pria yang kabarnya sebagai konsultan tim Arema ini. (bua/avi)

from : http://malang-post

Iklan