MALANG – Teka-teki perihal sponsor tim Arema perlahan mulai terkuak. Setelah sebelumnya manajemen Arema dikabarkan tengah didekati tiga bank, satu sponsor utama yang hampir dipastikan kembali mendukung Arema adalah PT Bentoel International Investama Tbk.
Kepastian bertahannya Bentoel ini disampaikan langsung Pembina Yayasan Arema, Andi Darussalam Tabusalla (ADT). Menurut ADT yang juga Dirut PT Liga Indonesia ini, Bentoel siap bertahan di Arema, setelah pada musim lalu mengucurkan anggaran sebesar Rp 7,5 Miliar.
‘’Ya, Bentoel tetap bertahan di Arema, bahkan dengan Arema akan tampil di level Asia (Liga Champions Asia) pada musim depan, alokasi anggaran dari Bentoel bisa ditambah,’’ ungkap ADT saat dihubungi Malang Post melalui telpon genggamnya, kemarin sore.
Sayang, ADT tak menyebutkan nilai kenaikan anggaran yang bakal dikucurkan perusahaan rokok yang berdomisili di Malang itu. Pastinya, Bentoel sebagai mantan owner dari tim Arema terbukti masih cukup peduli untuk ikut mendanai satu-satunya tim yang tanpa APBD ini.
‘’Selain dari Bentoel, kita juga akan menghubungi Pak Edy (Rumpoko) sebagai Wali Kota Batu, untuk kita mintai saran perihal pendanaan tim Arema ini. Saya sudah sempat ketemu Pak Edy, termasuk Mas Lucky, Iwan (Budianto) dan Ovan Tobing, mereka itu pioner tim Arema, tentu akan kita ajak bicara,’’ terang ADT.
Sementara itu, terkait manajemen tim Arema untuk musim depan, dipastikannya bakal ada perombakan. Rencana Yayasan Arema ini sekaligus mematahkan keterangan Direktur Bisnis PT Arema Indonesia yang sebelumnya mengaku tidak ada perombakan manajemen tim Arema.
’’Untuk musim depan kita akan akan lakukan perubahan manajemen tim Arema. Baik manajemen tim maupun organisasinya. Kita juga akan siapkan perubahan manajer tim Arema,’’ sebut ADT sembari mengaku belum bisa memastikan kandidat manajer tim Arema untuk musim depan.
Pria yang juga sebagai Manajer Timnas Indonesia ini bahkan menantang Malang Post untuk mendapatkan manajer yang tepat untuk tim Arema. Tentu saja dengan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, salah satunya adalah harus pintar mengendalikan tim.
’’Manajer tim ini harus mengerti tentang sepakbola, jangan sampai hanya merepotkan tim Arena saja. Dia harus bisa mengatasi kendala yang ada di tim, khususnya disaat dalam kondisi genting. Manajer juga pintar cari sponsor, agar tidak tergantung pada klub,’’ terangnya.
’’Pada intinya, manajer harus bekerja secara profesional, karena pemasukan tim Arema ini banyak dari hasil penjualan tiket, dan dari pihak sponsor,’’ sambung ADT.
Sedangkan untuk saat ini, posisi manajer tim Arema dirangkap Sekretaris Yayasan Arema, Mujiono Mudjito. Mujiono menggantikan posisi Rendra Kresna yang pada putaran kedua kembali sebagai Bendahara Yayasan Arema sekaligus Presiden Kehormatan PT Arema Indonesia. (bua/avi) (malang-post).

Iklan