Dari Mohammad Arif Arema Banjarmasin.

Jujur, saya benar-benar kecewa dan merasa marah dengan para “oknum” Aremania yang melakukan tindakan tidak simpatik kepada kendaraan dengan “plat L”. Apalagi setelah melakukan rutnitas membaca Ongisnade dan membaca berita dengan judul Respon Konvoi Tak Simpatik Aremania, Bonek Bagikan Bunga.

Kelakuan “oknum-oknum” Aremania ini sudah teramat sangat keterlaluan. Hanya karena sebagian mereka nama besar Aremania sebagai suporter terbaik di Indonesia bahkan Asia tercoreng.

Tidak hanya itu, suporter tetangga yang selama ini dianggap berada di bawah Aremania seperti mengejek kita dengan membagikan bunga kepada kendaraan dengan “plat N”. Apa yang kalian lakukan sudah sangat keterlaluan!!!Apakah belum cukup tindakan “oknum-oknum” ini yang hingga mengakibatkan pahlawan kita kecewa dan merasa tidak aman berada di Bhumi Arema sendiri???

Roni Firmansya merupakan pemain Arema Indonesia yang merasakan langsung kebiadaban “oknum” Aremania yang menyerang mobilnya yang berplat L.

Menurut saya ini adalah pukulan dan tamparan keras kepada kita sebagai Aremania/nita untuk mengoreksi diri dan memperbaiki kelakuan kita sendiri sebelum berkomentar terlebih menghina suporter lain. Saya merasa marah kepada para “Bonek” ketika menyaksikan pertandingan Persebaya di kandang saat mereka menyanyikan lagu-lagu yang menghina Arema. Tapi saya justru merasa malu dan merasa perlu untuk mengingatkan kawan-kawan Aremania untuk bersikap lebih baik ketika mengetahui kalau ternyata para “Bonek” itu justru memberikan bunga kepada kendaraan berplat N disaat para Aremania merayakan juara dengan menyerang kendaraan berplat L (sekali lagi ini adalah ulah para oknum)

Langsung maupun tidak langsung menurut saya kita sebagai Aremania/nita harus bisa mengatasi hal ini. Mungkin yang bisa saya lakukan hanyalah menulis tulisan yang mungkin bisa dibaca oleh kawan-kawan Aremania/nita lainnya untuk bisa ditindak lanjuti.

Selain itu lagu-lagu bernada rasis juga sepertinya kembali bergemuruh di Stadion Kanjuruhan. Saya sangat senang ketika mendengar nyanyian Aremania/nita di stadion yang liriknya seperti ini:
Arema Arema Singo Edan….
Singo Edan Aremania lalalalala….
Sekarang Arema menang….
Singo Edan Jadi Juara!!!!
(maaf kalo kurang tepat liriknya, tapi kawan-kawan pasti tau lagu apa yang saya maksud. Karena saya hanya bisa menyaksikan pertandingan Arema secara langsung dari siaran televisi)

Tapi ketika lirik terakhir berbunyi “Bonek Jancok Dibunuh Saja” saya merasa harus berpikir dua kali untuk menyebut kita “Aremania/nita” sebagai suporter terbaik di Indonesia.

Ayo kawan-kawan, buktikan kalau kita memang layak menjadi suporter terbaik. Nyanyikanlah lagu-lagu yang benar-benar membangkitkan semangat pemain-pemain kita dilapangan, dan membuat lawan merinding. Jangan lagu-lagu yang melecehkan suporter lain (karena kita tidak sempurna dan juga masih memiliki banyak kekurangan).

Bersikap baik dan disiplin lah di jalanan. Hormati para pengguna jalan lainnya, terutama saat konvoi dan setelah pertandingan. Ungkapkan kebahagiaan atas prestasi Arema dengan rasa syukur, bukan dengan kelakuan yang membebaskan segalanya bahkan melakukan tindakan-tindakan yang merugikan diri sendiri dan Aremania secara umum.

Saya pikir sudah cukup satu pemain Arema menjadi korban dan itu seharusnya sudah cukup untuk membuka mata kita akan kenyataan yang ada tidaklah seindah yang kita pikirkan. Aremania belum menjadi suporter terbaik selama masih melakukan tindaka-tindakan bodoh!!!!

Sadarlah kawan-kawan Aremania (oknum), kembali ke jalan yang benar. Untuk kawan-kawan yang tidak melakukan hal-hal tersebut, kita harus terus mengingatkan kawan-kawan sesama Aremania/nita dan terus mengawasi kalau ada “oknum-oknum” yang mengatasnamakan Aremania yang melakukan tindakan-tindakan tidak terpuji yang bisa merugikan Aremania.

Salam Satu Jiwa, semoga ini bisa bermanfaat dan membuat kita kembali berbenah diri.

Maju Terus Arema Indonesia, Aremania, Aremanita, Sepakbola Indonesia.

Iklan