MALANG – Kepala Stasiun Kota Baru Mukhamad Arifin mengatakan, kenaikan tarif Kereta Api (KA) yang sedang dibahas saat ini tidak akan mempengaruhi jumlah penumpang di kelas ekonomi jika telah diterapkan nanti. Sebab tarif yang ada saat ini adalah tarif hasil penurunan harga tahun 2009 lalu.
Saat itu rata-rata kereta kelas ekonomi mengalami penurunan sekitar 10 persen. Mantan Kepala Stasiun KA Sidotopo Surabaya ini lantas mencontohkan tarif  KA Penataran Malang-Surabaya yang awalnya berharga RP 5000 per orang turun menjadi Rp 4500 per orang saat ini.
”Sedangkan penumpangnya tidak juga berbeda antara harga dulu dengan sekarang, tetap sama banyaknya. Kelas ekonomi hampir selalu 100 persen penuh,” bebernya.
Rencananya pengajuan PT KAI kepada Kementerian Perhubungan lima jenis kelas ekonomi akan mengalami peningkatan tarif. KA Jarak jauh meningkat sebesar 16 persen, jarak sedang meningkat 17 persen, jarak dekat 45 persen, kereta rel diesel (KRD) 34 persen dan kereta rel listrik (KRL) 62 persen.
“Di Malang hanya ada tiga KA. Jarak jauh, sedang dan dekat,” jelas Arifin. KA jarak jauh Malang-Jakarta yaitu Matarmaja kini tarifnya Rp 51 Ribu per orang, KA jarak sedang Malang-Jember -Tawangalun Rp 18.500 dan KA jarak dekat Penataran Malang-Surabaya Rp 4500 dan Penataran Malang-Blitar Rp 4000.
Arifin mengaku belum bisa menebak tarif baru yang akan disetujui oleh Kemenhub nanti.
Jika telah ditetapkan pihaknya akan menerima surat edaran dari PT KAI pusat dengan masa sosialisasi tarif baru mainimal satu minggu sebelum diterapkan. Terkait tambahan fasilitas seperti AC (Air Conditioner) mengikuti peningkatan tariff, Arifin menduga fasilitas itu akan diprioritaskan untuk kereta api jarak jauh saja.
”Mungkin tidak semua kereta dipasangi AC, untuk kereta jarak dekat perbaikannya mungkin pada fasilitas tambahan seperti toiletnya atau kenyamanan dalam gerbong ,” ujarnya. (pit/eno) (malang-post)

Iklan