KEPANJEN- Piala Adipura dan Wiyatamandala yang berhasil direbut Kabupaten Malang diarak keliling Kota Kepanjen, Kamis (10/5) siang. Kota Kepanjen mendapat Adipura untuk kategori kota kecil, sedangkan SLTP Negeri 5 Kepanjen meraih Piala Wiyatamandala. Kabupaten Malang pada tahun 2009 sempat kehilangan Adipura hingga akhirnya kembali menerima pada tahun 2010 ini.

Kepala Badan Lingkungan Hidup, Ir. Subandiyah Aziz CES mengatakan, piala itu direbut kembali berkat usaha keras seluruh lapisan masyarakat. Di Kepanjen, masyarakat bahu-membahu bersama pemerintah menghijaukan kawasan kota. Kepanjen telah dikelilingi pepohonan bertipe sedang seperti trembesi, mahoni dan lain-lain. “Pohon-pohon itulah yang menjadi ikon dari green, setiap pohon mampu menghasilkan oksigen 1,5 kg per hari. Sedangkan kebutuhan manusia itu 0,5 kg per hari,” ungkap Subandiyah.
Adapun konsep clean, menurutnya, berhasil diwujudkan melalui pengelolaan sampah di Kota Kepanjen. Bersama Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Badan Lingkungan Hidup bahu membahu mengembangkan TPA Talangagung dan tempat sampah terpadu. Kerja keras itu membuat masyarakat Kepanjen menerapkan pola hidup bersih dan sehat. “Kurang lebih ada 14 titik yang menjadi lokasi penilaian tim Adipura, seperti perkantoran, sungai dan lain-lain,” imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Malang Sujud Pribadi yang melepas pawai Adipura dan Wiyatamandala berpesan agar simbol prestasi itu tak lepas tahun depan. Dia berharap hal itu dimulai oleh para PNS, melalui hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari mereka.
“Jangan membuang bungkus permen dan makanan sembarangan,” ujar Sujud memberi contoh. (ary/udi) (Malang-post).

Iklan