Jambore Aremania se-Indonesia, Mungkinkah?
Dikirim oleh Marlitha Giofenni, Aremania Parahyangan
Aremania telah menjelma menjadi komunitas yang besar dan mampu melampaui segala perbedaan, tua – muda, laki-laki – perempuan, dari pejabat (bahkan seorang Presiden RI pernah menonton pertandingan AREMA INDONESIA) sampai rakyat jelata, berbagai macam profesi, serta batas wilayah daerah.

Basis Aremania terbesar memang masih berada di Malang Raya. Hal ini wajar karena disitulah tempat lahirnya tim Singo Edan kebanggaan kita. Buktinya hampir di setiap kecamatan terdapat korwil-korwil untuk memudahkan koordinasi mulai dari pembelian tiket pertandingan kandang sampai tour ke kota lain demi mendukung AREMA. Korwil pun menyebar sampai ke luar Malang Raya, salah satunya Arema Jalur Gaza di daerah Pandaan dan sekitarnya.

Dengan merantaunya penduduk asli Malang untuk mencari sesuap nasi atau menimba ilmu di daerah lain, dan kebanggaan terhadap tim yang berulang tahun tanggal 11 Agustus ini, maka dengan sepenuh hati perantauan dari Malang tersebut membawa serta jati diri mereka sebagai Aremania. Aremania perantauan di suatu daerah membuat komunitas Aremania yang keberadaannya cukup diperhitungkan.

Aremania di Kalimantan dengan julukan Arema Borneo, di Bali dengan sebutan Arema Dewata, Jakarta dengan Arema Senayan dan Arema Batavia-nya, dan Bandung dengan Aremania-nya yang semakin solid dan berencana menamakan diri sebagai Arema Parahyangan. Masih banyak Aremania yang tersebar di Indonesia dan membangun suatu komunitas dengan latar belakang yang sama yaitu wujud kecintaan terhadap AREMA. Kalau ditelusuri hampir di setiap kota terdapat Aremania, hanya apakah jumlahnya cukup besar atau hanya segelintir orang saja, bukan menjadi masalah, yang terpenting adalah kita patut bangga menyadari basis supporter ini tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Selain itu, Aremania bukan hanya dimonopoli oleh orang yang lahir di Malang, besar di Malang, atau juga pernah tinggal di Malang saja. Tidak sedikit orang mengaku sebagai Aremania, tapi menginjakkan kaki di Malang saja belum pernah. Atau yang lebih ekstrem lagi Aremania tersebut tidak tahu lokasi Malang di peta, tidak tahu berapa jaraknya dari ibu kota Jawa Timur. Bukan sesuatu yang layak dipermasalahkan. Justru sekali lagi kita harus bangga Aremania telah menembus batas kedaerahan. Sesuatu yang tidak dapat ditemui pada supporter lain.

Aremania adalah supporter yang fenomenal. Terbukti dalam setiap pertandingan kandang di Stadion Kanjuruhan, jumlah penonton yang notabene Aremania selalu menempati urutan tertinggi dibandingkan dengan pertandingan di stadion lain. Performa supporter dalam mendukung Singo Edan dikenal sangat atraktif, Aremania menjadi pionir supporter kreatif, dengan berbagai lirik yel-yel yang penuh semangat dan optimisme tinggi meraih kemenangan, gerakan kompak ribuan Aremania di bawah arahan dirigen Sam Yuli Sumpil, sorak sorai selebrasi saat punggawa AREMA INDONESIA mencetak gol yang begitu heboh, serta semboyan Loyalitas Tanpa Batas-nya yang turut bersemayam di benak Aremania dimanapun berada. Sehingga jargon Arema Tidak Kemana-mana Tapi Dimana-mana sangat tepat untuk menggambarkan eksistensi Aremania.

Sebagai Aremanita yang berada di perantauan, terlintas di kepala saya, bagaimana jika suatu saat diadakan sebuah acara yang bertujuan mengumpulkan perwakilan Aremania seluruh Indonesia untuk bertemu, berkoordinasi, sampai menghasilkan sesuatu yang positif. Layaknya Jambore Nasional Pramuka yang diadakan lima tahun sekali untuk mempertemukan Pramuka Penggalang seluruh Indonesia. Mungkin terdengar terlalu berlebihan, tapi ini realistis. Bayangkan saja, mempertemukan Aremania yang berasal dari berbagai daerah untuk menjalin silaturahmi, bahkan membuat semacam terobosan-terobosan baru sehingga keberadaan supporter tidak hanya sebagai penonton ataupun pemain kedua belas saja, melainkan lebih dari itu.

Ajang pertemuan antar supporter memang beberapa kali pernah diadakan, namun sepertinya sia-sia. Buktinya kericuhan dan suasana permusuhan antar supporter masih ada hingga sekarang, kebanyakan karena ulah oknum yang tidak menjunjung tinggi sportivitas. Sebaiknya diperlukan pertemuan intern supporter untuk menyamakan landasan dan visi supporter tersebut, sehingga tidak terjadi perpecahan dan timbul kekuatan yang lebih besar lagi.

Aremania telah menunjukkan dukungan nyatanya terhadap AREMA INDONESIA dengan selalu membeli tiket pertandingan kandang. Namun alangkah lebih bermanfaat lagi keberadaan kita apabila mampu menyebarkan virus perdamaian, tidak hanya sesama Aremania, tetapi juga supporter lain, meluruskan paradigma yang salah tentang supporter yang ricuh dan anarkis.

Lebih jauh lagi, supporter dapat menjadi motivator bagi pemain untuk meningkatkan kualitas, bermain maksimal dan sportif. Selain itu supporter dapat berkomunikasi dengan PSSI dan pemerintah untuk kemajuan sepak bola tanah air, demi mendukung dan mengangkat nama sepak bola nasional di mata dunia.

Alangkah indahnya khayalan ini… Semoga suatu saat dapat terwujud!

from : http://tribunaremania.com/jambore-aremania/

Iklan