MALANG – Pelatih Arema, Robert Rene Alberts boleh bernafas lega. Pemain timnas atau lebih tepatnya pemain Arema yang ikut seleksi timnas ternyata bisa tampil saat laga perang bintang di stadion Kanjuruhan, Minggu (6/5) besok.Setidaknya mereka yang dipanggil seleksi itu mulai gabung latihan Arema di Stadion Kanjuruhan, kemarin sore. Dari empat pemain yang ikut seleksi di Makassar, tiga diantaranya, Zulkifli, Irfan Raditya dan Kurnia Meiga sudah bergabung.Sedangkan satu pemain lagi, yaitu Purwaka sengaja tidak ikut latihan karena menurut keterangan asisten pelatih Arema, Liestiadi, kondisi defender Arema itu masih kelelahan setelah beberapa hari ikut seleksi Timnas. Meski Irfan, Zulkifli dan Meiga telah bergabung, ketiganya mendapatkan porsi latihan ringan. Mereka latihan terpisah dengan pemain Arema lainnya, dan dalam pengawasan dokter tim Arema, Albert Rudianto.
‘’Purwaka kelelahan, dia sekarang di mess,’’ ungkap Liestiadi, usai latihan kemarin sore. ’’Untuk tiga pemain yang latihan terpisah ini, sengaja tidak kita paksakan karena mereka baru datang tadi pagi, mereka butuh recovery,’’ lanjutnya.
Sebenarnya ada tujuh pemain Arema yang dipanggil ikut seleksi timnas Indonesia. Namun karena Bustomi menikah, Fakhrudin dan Benny Wahyudi kondisinya tidak fit, tiga pemain ini belum bisa ikut seleksi timnas.
Sementara untuk menu latihan kemarin sore, secara keseluruhan menurut Liestiadi, lebih banyak untuk mengembalikan sentuhan pemain setelah dua hari libur latihan, juga mengasah finishing touch lini depan Arema.
‘’Kita asah finishing touch ini untuk mempertajam lini depan Arema menghadapi tim all star, karena target kita adalah raih kemenangan pada pertandingan tersebut untuk memuaskan Aremania yang datang ke stadion,’’ terang Liestiadi.
Asisten pelatih asal Medan ini mengaku timnya serius untuk menghadapi laga perang bintang nanti. Sekalipun Arema tak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya, tim berjuluk Singo Edan ini ingin menujukkan kelasnya sebagai tim juara.
Sementara itu sore ini, skuad all star dijadwalkan menginjakkan kaki di kandang singa jelang tampil di ajang Perang Bintang. Tim terbaik pilihan masyarakat Indonesia ini akan didampingi pelatih Jaksen F Tiago (Persipura Jayapura). Sebanyak 18 pemain akan diboyong sebagai amunisi menghadapi juara Super Liga, Arema Indonesia di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, besok malam.
Pelatih All Star, Jaksen F Tiago mengaku tidak banyak yang bisa dilakukan kala menukangi tim mega bintang. Pasalnya, dia tidak memiliki waktu panjang dalam mendampingi Markus Haris Maulana dkk dalam menggalang persiapan hadapi Arema.
Saking pendeknya, pelatih asal Brasil ini mengaku tidak punya kesempatan menuangkan menu latihan strategi.
‘’Tidak banyak yang bisa saya lakukan untuk tim ini. Persiapan tim All Star untuk Perang Bintang nanti cukup singkat. Besok sore (hari ini, Red) kami datang di Malang, malam ada jadwal latihan, setelah besoknya (Minggu, Red), tim sudah main hadapi Arema,’’ terang Jaksen kepada Malang Post yang mengaku berada di Jakarta, kemarin.
Walhasil, pria yang pernah turun di ajang perang bintang tahun 1996 saat masih bermain di PSM Makassar ini mengaku hanya akan memaksimalkan sisa waktu untuk proses saling mengenal punggawa tim.
Jaksen pun memastikan, All Star hanya akan mengandalkan skill individu dan pengalaman bertanding dari masing-masing skuadnya.
Meski demikian, mantan pelatih dan pemain Persebaya Surabaya ini tetap menjalankan amanat dari masyarakat Indonesia yang memilihnya sebagai pelatih All Star.
Demi mewujudkan targetnya itu, Jaksen sengaja mengajak asistennya di Persipura, Oswaldo Lessa untuk mendampinginya dalam menjalankan tugasnya.
‘’Kami tetap harus kerja keras. Sebuah tantangan bagi kami menghadapi Arema, tim yang sudah semusim bermain bersama-sama. Sementara, kami hanya sehari gabung, bahkan hanya satu jam latihan bersama, tapi harus menghadapinya,’’ tambah pelatih yang sukses mengantarkan Persipura runner up Super Liga, musim ini. (poy/avi)(malang-post).

Iklan