MALANGPost – Sebuah kado juara Indonesia Super League (ISL), yang tak ternilai harganya, diterima Arema dan Aremania. Ya, PT Liga Indonesia, memutuskan memindahkan ajang Perang Bintang dari Gelora Bung Karno di Jakarta, ke Stadion Kanjuruhan. Sekalipun dipindah, namun pelaksanaannya tidak berubah. Tetap Minggu (6/6) mendatang. Kalaupun ada perbedaan lainnya, beberapa acara yang menyertai perang bintang di Jakarta, terpaksa dihapuskan. Seperti kunjungan sosial, olimpiade suporter dan one day football festival. CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurut dia, pemindahan lokasi laga yang mempertemukan juara ISL, Arema dengan tim all star itu, tak lepas dari keinginan Polda Metro Jaya, untuk tidak menggelarnya di Jakarta.
Keputusan itu diambil setelah PT Liga melakukan diskusi dengan Polda Metro Jaya, kemarin siang. Dalam pertemuan tersebut, kepolisian ibu kota  mengusulkan agar laga dipindahkan ke Malang. ’’Dua pekan lalu, kami sebenarnya sudah mendapat green light (lampu hijau) dari pihak kepolisian. Namun dalam pertemuan tadi siang (kemarin siang, Red.), Polda akhirnya mengusulkan agar perang bintang dipindah ke Jawa Timur,’’ kata Joko.
Joko menambahkan, pembatalan izin Perang Bintang ini tak lepas dari rangkaian kerusuhan yang melibatkan oknum The Jakmania usai laga Persija Jakarta vs Arema Indonesia (30/5) kemarin dengan warga setempat. Meski Jakmania dan Aremania benar-benar bisa menjaga ketertiban dan keamanan.
’’Kerusuhan dan perkelahian yang melibatkan oknum The Jakmania menurut kacamata Polda sudah sangat meresahkan masyarakat. Dan kami memahami keputusan ini. Jadi yang merekomendasikan pindah ke Malang, adalah Polda Metro Jaya. Ini bukan untuk menghalangi, tapi melindungi sepakbola dari hal-hal negatif,’’ tambahnya.
Dia sendiri mengakui Malang telah welcome untuk menjadi tuan rumah bagi Perang Bintang. Karena itulah, PT Liga langsung menunjuk Arema sebagai tuan rumah.
’’Ya, secara resmi PT Liga memutuskan laga perang bintang jadi digelar di stadion Kanjuruhan Malang. Kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak sponsor, pada dasarnya mereka juga sudah mengerti,’’ ungkap Tigor Shalomboboy, Coorporate Secretary PT Liga Indonesia, kemarin sore.
Jika mengacu pada keterangan Tigor sebelumnya saat diwawancarai Malang Post beberapa waktu lalu, laga perang bintang seyogyanya memang akan digelar di Malang, tepatnya di kandang tim juara. Namun belakangan, PT Liga Indonesia memutuskan digelar di Jakarta.
Kini, pertandingan yang rencananya digelar Minggu malam dan disiarkan langsung ANTV itu dipastikan di stadion Kanjuruhan. ’’Kita sebenarnya berharap tetap digelar di Jakarta, namun karena tidak dapat izin, terpaksa dipindah ke Malang. Jadi bukan karena awalnya ada rencananya digelar di Malang,’’ terang Tigor.
Secara komersial dinilainya merugikan panitia yang telah menyiapkan pertandingan tersebut di Jakarta. Apalagi pihak sponsor, menurut Tigor, menginginkan pertandingan tersebut digelar di Jakarta. ’’Karena itu juga terkait dengan beberapa agenda kegiatan lainnya,’’ ucapnya.
Sementara itu, menyinggung acara pendukung lainnya, seperti kunjungan ke Kedutaan Besar Belanda, tetap dilakukan Jumat besok. Hanya saja, pesertanya hanya 18 pemain all star yang ke Jakarta, sedangkan untuk pemain Arema tidak jadi datang.
Menurut rencana, jadwal latihan resmi untuk kedua tim, baik Arema maupun tim all star dibawah asuhan Jacksen F. Tiagoa akan digelar Sabtu (5/6) malam. Hanya saja, meski pertandingan di gelar di Stadion Kanjuruhan, kedua tim rencanya akan menggelar latihan di Stadion Gajayana.
’’Untuk agenda acara sosial memang kita batalkan, tapi untuk acara meet greet dengan pemain perang bintang tetap akan kita gelar. Laga perang bintang ini adalah pesta bersama, dan merupakan apresiasi dari PT Liga Indonesia kepada Arema sebagai tim juara,’’ yakin Tigor memastikan panpel Arema dan Aremania sudah siap untuk menggelar perang bintang yang sekaligus penyerahan tropy juara ISL tersebut.

Iklan