MALANG-Persipura Jayapura pantas kecewa karena gagal merebut jawara Indonesia Super League (ISL) musim ini karena kalah bersaing dengan Arema Indonesia. Apalagi, penentuan juara musim ini ditentukan di partai-partai terakhir.
Secara materi pemain, sebenarnya tim berjuluk Mutiara Hitam itu juah lebih baik dibandingkan Singo Edan. Lihat saja mereka memiliki Jendry Pitoy, Boaz Salossa, Imanuel Wangai, Jack Komboy serta pemain asing yang cukup bagus.
Mereka pun diarsiteki pelatih kawakan Jacksen F. Tiago. Pelatih asal Brazil ini memiliki kesempatan untuk membalas Arema melalui laga Perang Bintang. Pasalnya, mantan pemain Persebaya Surabaya ini akan mengarsiteki all star yang akan berhadapan dengan Arema, Minggu (6/6) mendatang di Stadion Kanjuruhan.
Jacksen sendiri cukup terkenal sebagai pelatih yang rendah hati. Meski prestasi tim yang ditanganinya cukup bagus, Jacksen suka merendah, bahkan saat dipercaya sebagai pelatih tim all star dalam laga perang bintang, pelatih Persipura Jayapura ini tak mau menonjolkan dirinya.
Jacksen mengaku tak ada misi balas dendam atas kegagalan timnya memetik gelar juara ISL musim ini setelah Arema mengunci gelar juara tersebut di Pekanbaru. Menurutnya kesempatan kembali bersua Arema untuk ketiga kalinya dalam musim ini adalah sebuah kebetulan saja.
“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan yang luar biasa yang diberikan kepada saya oleh masyarakat. Pada prinsipnya saya tidak menganggap partai ini sebagai kesempatan buat ketemu Arema lagi. Tapi kesempatan buat tampil dalam partai puncak ISL II yang kebetulan adalah melawan tim juara ISL II, Arema,” terang Jacksen.
Meski partai tersebut hanya sebagai penutup kompetisi terpadat di negeri ini, namun Jacksen  akan menampilkan permainan terbaik bagi timnya.
“Sehingga kami wajib menampilkan permainan terbaik kami dihadapan masyarakat yang ikut memilih kami. Sekalian saya mau mengucapkan selamat kepada tim Arema, Aremania dan masyarakat Malang atas keberhasilan luar biasa dalam menjuarai ISL II,” sambungnya.
Disinggung perihal venue perang bintang yang gagal di gelora Bung Karno, Jakarta, Jacksen mengaku tidak begitu merisaukannya. Meski dengan kondisi, pertandingan di Stadion Kanjuruhan akan memberi keuntungan tersendiri pada tim Arema dengan dukungan penuh Aremania. Jacksen pun menyadari itu, dan memakluminya.
“Saya rasa dalam pertandingan ini, tujuannya adalah merayakan pesta Arema. Sehingga soal netralitas lapangan, bukan soal karena mereka berhak merayakan pesta juara, bersama Aremania dan Aremanita,” jelasnya.
Problem lainnya bagi Jacksen yang terpilih sebagai pelatih tim all star, belum pernah latihan satu tim dengan 18 pemain pilihan masyarakat melalui polling SMS itu. Walau pelatih yang juga mantan pemain Persebaya ini tentunya sudah mengenal satu per satu pemain tersebut.
“Kami akan tampil sebagai tim tamu dalam acara tersebut, karena ini pestanya Malang,” yakin Jacksen. (bua/jon)(Malang-Post).

Iklan